Tutup

Ayo donasi sekarang juga untuk menjaga Global Voices terus kuat!

Kami memberitakan tentang 167 negara. Kami menerjemahkan kedalam 35 bahasa. Kami adalah Global Voices.

Lebih dari 800 kami yang berasal dari seluruh penjuru dunia bekerja sama untuk menghantarkan kisah-kisah yang Anda sulit temukan sendiri. Namun kami tidak bisa melakukan semua itu sendirian. Meski sebagian besar kami adalah relawan, kami masih membutuhkan bantuan Anda untuk mendukung para editor kami, teknologi yang kami gunakan, proyek outreach dan advokasi, dan acara-acara komunitas kami.

Silakan menyumbang kami »
GlobalVoices dalam Ketahui lebih jauh »

MENA: Menyambut Ramadan

Ramadan, bulan ke sembilan dalam kalender Islam baru saja dimulai. Ini adalah saat dimana umat Muslim berpuasa mulai dari matahari terbit sampai terbenam, berusaha mendekatkan diri pada Tuhan dan merayakan berkah yang mereka peroleh.

Umat Muslim di seluruh dunia mencoba menangkap semangat bulan ini dengan foto-foto, membagikannya ke beragam situs media sosial.

Observing Crescent in Malaysia

Berita Harian (@bharianmy) berbagi foto observasi bulan sabit di Malaysia.

Kalender Islam berdasarkan bulan dan bulan-bulannya tidak didasarkan pada perhitungan astronomi. Ini berarti bulan Ramadan bisa berlangsung 29 atau 30 hari, dan awal tiap bulan ditentukan dengan mengamati bulan sabit baru di langit sore. Setiap negara islam memiliki pengamatan bulan baru bulanan sendiri, dan itulah alasan mengapa Ramadan tidak selalu dimulai di hari yang sama di seluruh negara Muslim.

Ingrid Mattson (@IngridMattson) mentweet:

“Fakta Ramadan: metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan artinya sebagian umat Muslim berpuasa di suatu hari, sementara yang lainnya, di hari berikutnya”.

Terkadang bahkan politik turut berperan dalam menentukan awal bulan.

Saat berpuasa di bulan Ramadan umat Muslim menahan diri dari makan, minum, dan seks dari fajar sampai matahari terbenam.

Fasting Hours across the Globe

Peta yang diterbitkan di halaman Facebook Faculty of Science Fans menunjukkan jam berpuasa yang berbeda di seluruh dunia. Para pengguna Facebook berkomentar iri pada umat Muslim di Argentina yang hanya akan berpuasa selama 9 setengah jam saja, dan bersimpati pada mereka di Denmark.

Ramadan Lanterns

Lentera Ramadan dibagi oleh Omar Shoeb

Tradisi Lentera Ramadan (Fanoos Ramadan) juga hidup di beberapa belahan dunia. Dimulai beberapa abad lalu di Mesir pada era Fatimid, ketika Khalifah Al-Muizz Lideenillah disambut oleh orang-orang yang memegang lentera saat merayakan pengangkatannya, yang bertepatan dengan Ramadan. Sekarang lentera menjadi simbol Ramadan dan digantung di area-area umum, serta sepanjang jalanan kota, beserta dekorasi juga lampu-lampu untuk memeriahkan bulan ini. Di Mesir, lentera sekarang adalah buatan lokal atau diimpor dari Cina.

Nadia Kady berbagi foto Fanoos barunya, sementara Laila El Shafie mentweet:

“Sangat sulit membayangkan Ramadan tanpa mengingat nenek yang membelikanku lentera. Semoga arwah beliau beristirahat dengan tenang, ini Ramadan pertamaku tanpa beliau”.

Nada Rostom, di sisi lain, berbagi pikiran tentang lentera impor, bentuknya yang baru, dibandingkan dengan lentera tradisional. Ia menulis:

Fanoos sponge bob ! They totally ruined the original fanoos ! I love the ne7as one with candle (or bulb 3shan mat7ere2sh)

Lentera Sponge Bob! Mereka benar-benar sudah merusak lentera yang asli! Aku lebih suka yang dari tembaga dengan lilin (atau yang dengan bohlam jadi tidak terbakar)
Guns of Ramadan

Bahraini Patriot berbagi foto lama dari kanon yang sedang ditembakkan di Lulu Roundabout di Bahrain

Simbol Ramadan lainnya di beberapa belahan dunia Arab adalah tembakan meriam. Di masa lalu, meriam ditembakkan saat fajar dan ketika matahari terbenam untuk memberitahu masyarakat kapan memulai dan kapan menghentikan puasa. Sekarang kami memiliki kalender yang berbeda bahkan aplikasi mobil yang memberitahukan penentuan waktu yang pasti, namun tradisi itu masih hidup, dan meriam atau kanon banyak terlihat di kartu ucapan Ramadan bersama dengan lentera dan bulan sabit.

Maged Saleh – yang tampaknya lapar sekarang – mentweet harapan agar mereka salah menembakkan meriam lebih awal.

Setelah matahari terbenam, meriam atau kanon ditembakkan, masyarakat mulai makan dan minum, dan karena makanan ini disajikan tepat setelah berpuasa maka masuk akal bila disebut sarapan, atau Iftar dalam bahasa Arab. Kerabat dan teman saling mengundang ke rumah masing-masing dan banyak yang mencoba resep baru dan berbeda. Para Netizen membagikan foto-foto dari beragam sajian:

Katayef

Salma Hegab, dari Mesir, berbagi foto pembuatan Qatayef. Pastry jenis ini dipanggang adonannya, lalu orang-orang membeli, diisi dengan krim atau kacang, digoreng, kemudian dilapisi dengan sirup.

Mohamed Ahnin berbagi foto sarapan terakhirnya sebelum Ramadan. Serkan Balbal berbagi foto masakan Turki. Rym Rymma memosting foto makanan pencuci mulut Mesir lainnya. Dan juga orang-orang dari Prancis dan Bosnia:

Halava from Bosnia

Emina Aganovic dari Bosnia memosting foto Halava, sejenis pencuci mulut

Semua foto makanan ini, sementara orang-orang lapar, membuat Kae Kurd memuat peringatan ini ke para pengguna Instagram.

Setelah sarapan, banyak orang di dunia Arab menyalakan TV dan dimulailah opera sabun Ramadan. Tapi di Suriah, segala sesuatunya sedikit berbeda tahun ini.

Bashar Soap Opera

Meshal Alnami memosting foto ini dari Suriah mengatakan: “Ikutilah tiap hari di bulan Ramadan, serial Bringing Bashar Down”

Dan di Bahrain, ZuzuBH mentweet [Ar] bertanya-tanya tentang keluarga para syuhada Bahrain, ‘bagaimana perasaan mereka di Ramadan tahun ini tanpa anggota keluarga yang tak lagi ada di sini?’

Akhirnya, Ramadan tahun ini akan bertepatan dengan Olimpiade Musim Panas di London, jadi blogger Turki Mommy memosting analogi antara dua acara berikut. Di pamflet Ramadan 2012 nya tertulis:

Acara musim panas/menyatukan dunia; Tak ada medali untuk yang tercepat, pahala bagi mereka yang berpuasa, satu tim; 2+ juta partisipan.

Mulai Percakapan

Relawan, harap log masuk »

Petunjuk Baku

  • Seluruh komen terlebih dahulu ditelaah. Mohon tidak mengirim komentar lebih dari satu kali untuk menghindari diblok sebagai spam.
  • Harap hormati pengguna lain. Komentar yang tidak menunjukan tenggang rasa, menyinggung isu SARA, maupun dimaksudkan untuk menyerang pengguna lain akan ditolak.

 

Wilayah Dunia

Negara

Bahasa