<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Global Voices dalam bahasa Indonesia &#187; g.tathya</title>
	<atom:link href="http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.globalvoicesonline.org</link>
	<description>Dunia berbicara. Apakah kamu mendengarkan?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 21:59:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rusia: Diskusi Daring Mengenai Perayaan 20 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/12/2541/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/12/2541/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 17:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa Timur & Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2541</guid>
		<description><![CDATA[Dua puluh tahun setelah runtuhnya Tembok Berlin hanya beberapa narablog yang menyebutkan dengan apa yang disebut sebagai "peristiwa paling penting dalam sejarah abad ke-20." Beberapa narablog menggunakan tanggal tersebut untuk mengingatkan pembaca mereka mengenai situasi politik yang sedang berlangsung, beberapa menyuarakan kesinisan mereka, namun sebagian besar bertanya pada diri mereka sendiri: “Mengapa tak seorangpun membicarakan tentang tanggal ini? Mengapa tidak dirayakan secara terbuka?”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/alexey-sidorenko/">Alexey Sidorenko</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/09/russia-bloggers-discuss-20th-anniversary-of-the-fall-of-the-berlin-wall/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignnone" style="width: 410px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/2717209779_c4a81c8f7f2.jpg" alt="" width="400" height="263" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tembok Berlin di depan Jembatan Brandenburg - 1989, oleh romtomtom di flickr</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Dua puluh tahun setelah runtuhnya Tembok Berlin beberapa narablog Rusia mengenang, merayakan dan berdiskusi mengenai peristiwa bersejarah yang bagi sebagian orang “peristiwa paling penting di abad XX.” Bagi sebagian besar narablog Rusia ‘The Fall-Runtuhnya&#39; adalah ingatan masa kecil/remaja, peristiwa yang seakan mistis dan tidak nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa narablog menggunakan tanggal tersebut untuk mengingatkan pembaca mereka mengenai situasi politik yang sedang berlangsung, beberapa menyuarakan kesinisan mereka, namun sebagian besar bertanya pada diri mereka sendiri: “Mengapa tak seorangpun membicarakan tentang tanggal ini? Mengapa tidak dirayakan secara terbuka?”</p>
<p style="text-align: justify;">Mantan Penasehat Presiden Andrei Illarionov (dikenal juga dengan nama pengguna-LJ <em><a href="http://aillarionov.livejournal.com/">aillarionov</a></em> [RUS]) <a href="http://aillarionov.livejournal.com/128269.html" target="_blank">menulis</a> dalam blognya [RUS]:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Hari ini, 20 tahun kemudian, dunia merayakan “peristiwa geopolitis paling penting” di akhir abad ke-20 - hancurnya kediktatoran komunis totaliter di Eropa. Peristiwa ini dirayakan di banyak negara.</p>
<p>Namun tidak di Rusia. Dan tidak juga di selusin bekas negara Soviet yang masih terjebak dan malah semakin terpuruk dengan sistem otoriter baru.</p>
<p>Kelalaian demonstratif Rusia dalam peristiwa sangat penting sepanjang masa ini menekankan besarnya skala tembok baru yang menggantikan tembok yang telah diruntuhkan.</p>
<p>Tembok ini, meski tak terlihat namun nyata dalam usahanya mengisolasikan masyarakat kita dan saudara kita yang berduka dari  sorotan dunia.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ilya Faibisovich (dikenal juga dengan nama pengguna-LJ <em><a href="http://faibisovich.livejournal.com/">faibisovich</a></em> [RUS]) juga <em><a href="http://faibisovich.livejournal.com/109223.html">terkejut</a></em> [RUS] dengan kurangnya keterbukaan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Ini sangat luar biasa […] bahwa “Echo of Moscow-Gema Moskow” [stasiun radio liberal], “Lenta.ru”, “Gazeta.ru”, atau “pintu gerbang berita” Rusia yang layak lainnya (bahkan “RIA Novosti” atau “Interfax”) tidak menyebutkan “satu hal pun” yang dapat dilihat di situs web manapun di dunia. Dan “sesuatu” yang misterius ini berkaitan dengan Rusia. Dan sekarang tampaknya tidak ada kaitannya. Namun banyak juga berita (tergantung selera kalian) seperti “dead Soviet actors-aktor Soviet mati”, “how much trains does Kim Chen Ir have-berapa kereta yang dimiliki Kim Chen Ir,” ada polisi yang belajar menggunakan blogvideo [<em><a href="http://globalvoicesonline.org/2009/11/09/officer-exposes-police-corruption-using-the-web/">mata rantai pada materi GV</a></em> [ENG]], dan obituari Ginsburg [Peraih Penghargaan Nobel].</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Narablog lainnya, <a href="http://www.diary.ru/%7ESynthThesis/">SynthThesis</a>, <a href="http://www.diary.ru/%7ESynthThesis/p85029031.htm">menganggap peristiwa ini sebagai kerugian daripada keuntungan</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Sebagai seorang yang “lahir di Uni Soviet,” saya memiliki sikap tertentu terhadap topik ini. Saya rasa banyak orang yang “meencibir” mengenai topik ini bahkan tanpa saya (membicarakannya).</p>
<p>[…]</p>
<p>Sekarang ilusi yang semua orang dapat putuskan bagi diri mereka sendiri adalah untuk menanamkan dalam otak<em> </em>(kita) dengan bertindak lebih baik sebagai pasangan kekasih-yang dibayar untuk jujur dibanding permainan komputer manapun.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Beberapa narablog menggunakan gambar untuk memperingati peristiwa tersebut. Pengguna-LJ <em><a href="http://amelito.livejournal.com/">Amelito</a></em> <a href="http://amelito.livejournal.com/115068.html">memposkan koleksi foto</a> [RUS] penghancuran Tembok. Pengguna-LI <em><a href="http://www.liveinternet.ru/users/1955645">Sotvoryaushij Miry</a></em> [RUS]  <a href="http://www.liveinternet.ru/users/1955645/post114080850/">berbagi 17 foto</a> [RUS]. Pengguna-Privet <em><a href="http://blogs.privet.ru/community/gernov51/">Gernov51</a></em> [RUS] memposkan <a href="http://blogs.privet.ru/community/gernov51/71556170">kronologi peristiwa tahun 1989 yang merupakan akhir Perang Dingin</a> [RUS].</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Informasi Tambahan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut <a href="http://www.levada.ru/press/2009110602.html">survei yang dilaksanakan oleh Levada Center pada Oktober 2009</a> [RUS], 63% dari responden menganggap Runtuhnya Tembok sebagai peristiwa yang positif/cenderung positif sementara 11% melihatnya sebagai sesuatu yang negatif. Runtuhnya Tembok menjadi jawaban populer (24 persen) untuk pertanyaan “Peristiwa tahun 1989 manakah yang paling penting menurut Anda”; 50% dari responden menyebut penarikan kembali pasukan Soviet dari Afghanistan sebagai peristiwa “paling penting” tahun itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/12/2541/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rusia: Anggota Kepolisian Menyibak Aksi Korupsi via Situs Pribadi</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2538/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2538/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa Timur & Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Internet & Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Semerta]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2538</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 6 November, seorang petugas polisi dari Departemen Urusan Dalam Negri di Novorossiysk menggunakan situs Web pribadi miliknya mengalamatkan Perdana Mentri Vladimir Putin dan membicarakan tentang sejumlah masalah yang dihadapi petugas kepolisian di Rusia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/vadim-isakov/">Vadim Isakov</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/09/officer-exposes-police-corruption-using-the-web/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/YouTube-%D0%92%D0%B8%D0%B4%D0%B5%D0%BE%D0%BE%D0%B1%D1%80%D0%B0%D1%89%D0%B5%D0%BD%D0%B8%D0%B5-%D0%BC%D0%B0%D0%B9%D0%BE%D1%80%D0%B0-%D0%BC%D0%B8%D0%BB%D0%B8%D1%86%D0%B8%D0%B8-%D0%BA-%D0%9F%D1%83%D1%82%D0%B8%D0%BD%D1%83-1_1257748652019-75x75.jpg" alt="" width="75" height="75" />Pada tanggal 6 November, seorang petugas polisi dari Departemen Urusan Dalam Negeri di <a href="http://maps.google.com/maps?q=Novorossiysk&amp;oe=utf-8&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a&amp;um=1&amp;ie=UTF-8&amp;hq=&amp;hnear=Russian+Federation,+Region+of+Krasnodar,+Novorossiysk&amp;gl=us&amp;ei=aa73SouZJZDR8QbxpNDzCQ&amp;sa=X&amp;oi=geocode_result&amp;ct=title&amp;resnum=1&amp;ved=0CAoQ8gEwAA" target="_blank">Novorossiysk</a> menggunakan situs web pribadi miliknya mengalamatkan pesan pribadinya kepada Perdana Menteri Vladimir Putin<strong> </strong>dan membicarakan sejumlah masalah yang dihadapi petugas kepolisian di Rusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam videonya yang tersedia di <a href="http://www.dymovskiy.ru/">www.dymovskiy.ru</a> dan YouTube (<a href="http://www.youtube.com/watch?v=2G3KbBfpg24&amp;feature=related" target="_blank">bagian I</a> dan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=2dJkMLxvulw" target="_blank">bagian II</a> [RUS]), Aleksey Dymovskiy terlihat tenang dan teliti. Ia membicarakan tentang menurunnya sikap hormat terhadap profesi polisi, aksi penyuapan, korupsi dan gaji rendah yang meracuni kehidupan banyak anggota kepolisian di Rusia.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Saya rasa banyak orang yang akan memahami saya. Saya ingin bekerja namun saya muak dengan agenda penyelidikan fiktif terhadap kejahatan yang tidak pernah terjadi. Saya muak dengan kejahatan terencana yang bertujuan untuk memenjarakan orang-orang.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Melanjutkan pengungkapannya, Dymovskiy mengakui sempat memenjarakan seorang yang tidak bersalah karena diperintah oleh atasannya:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kepala Departemen Urusan Dalam Negeri menaikkan pangkat saya sebagai mayor, yang saya terima pada bulan Mei, karena saya berjanji untuk memenjarakan seseorang yang tidak bersalah. Saya tidak takut mengungkapkan ini. Saya tahu saya dapat dihukum karena ini. Tapi inilah kenyataannya dan saya mengakuinya.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dymovsky juga menghimbau Perdana Menteri Vladimir Putin untuk menyelidiki masalah-masalah itu dan mengakhiri korupsi yang meraja lela dalam tubuh kepolisian.</p>
<p style="text-align: justify;">Video ini dikategorikan “darurat” dalam beberapa jam setelah dipublikasikan  ratusan bahkan ribuan mengkliknya di YouTube. Diliput secara luas oleh media ekstrem Rusia dan marak didiskusikan di blog-blog. Ini adalah contoh kali pertama penduduk Rusia dengan sukses menggunakan perantara media baru untuk menarik perhatian pemerintah mengenai isu panas di dalam negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal baru seperti halnya “video masyarakat yang berpendapat” di Rusia diwarnai dengan satu komentar hati-hati diantara sekian banyak narablog terkemuka di negara tersebut. Berikut menurut <a href="http://dolboeb.livejournal.com/1696532.html" target="_blank">dolboeb</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Suatu monolog dengan kekuatan yang luar biasa. Saya tidak akan terekejut bila ini adalah strategi pemasaran penting. Karakter ini terlalu memilah kata-kata (yang diucapkannya).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Narablog lainnya bernama <a href="http://marchenk.livejournal.com/191686.html" target="_blank">marchenk</a> menulis:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Tak satupun dari kita adalah seorang malaikat&#8230; Saya tidak mengaguminya [Dymovskiy] sebagai petugas polisi yang jujur dan pasangan kekasih yang jujur (ia mengakui bahwa ia menerima ranking sebagai mayor karena memenjarakan seorang yang tidak bersalah). […] Meskipun begitu, dia berhak atas kehormatan atas keberanian tulus. Ternyata polisi jujur masih ada. Berkat mereka, masuk akal untuk menekankan perubahan besar dalam lembaga kepolisian.</p>
<p>Saya berdoa pada Tuhan semoga  memberinya perlindungan dan pertimbangan adil dalam situasi yang ia alami.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Hari Minggu, 8 November, Rashid Nurgaliev, menteri dalam negeri Rusia, mengumumkan audit kesatuan kepolisian di Novorossiysk. Sementara, Dymovskiy dipecat “karena memfitnah dan melakukan tindakan pencemaran kehormatan” lembaga kepolisian.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam wawancaranya dengan statiun radio Rusia <a href="http://www.echo.msk.ru/" target="_blank">“Ekho Moskvy,”</a> Dymovskiy berkata ia kini merasa diikuti dan mempertimbangkan untuk mengirim keluarganya ke Moskow dengan alasan keamanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2538/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angola: Tingginya Biaya Hidup di Luanda</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2519/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2519/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 12:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afrika Sub-Sahara]]></category>
		<category><![CDATA[Angola]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Portugis]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2519</guid>
		<description><![CDATA[Biaya hidup di negara ini adalah suatu paradoks: indikasi Angola sebagai negara yang berkembang pesat tidak tercermin dalam keadaan ekonomi sebagian besar penduduk dan tidak mencukupi kualitas hidup mereka yang miskin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/clara-onofre/">Clara Onofre</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/09/angola-the-high-cost-of-living-in-luanda/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div>
<p>Ibu kota Angola, Luanda, adalah kota dengan biaya hidup yang amat tinggi. Baik bagi para penduduk Angola maupun para turis. Jika kalian di sini, maka kalian menyadarinya. Layanan dasar, seperti makanan, pendidikan dan tempat tinggal semahal harga di kota-kota di Eropa. Bedaannya, gaji di Angola tak ubahnya bahan tertawaan jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa, intinya  untuk memenuhi kebutuhan dasar merupakan perjuangan sehari-hari.</p>
<p>Sudah jelas perjuangan ibukanlah sesuatu yang dikhawatirkan oleh mereka yang kaya yang, untuk alasan yang jelas atau tidak, aman berkat rekening-rekening bank yang dapat membuat manusia biasa iri. Menurut survei yang diselenggarakann selama bulan Februari oleh sebuah perusahaan Inggris, ECA International  - <a href="http://www.citymayors.com/statistics/expensive-cities-intro.html">Luanda berada di peringkat pertama kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia</a>.</p>
<p>Dalam blognya <a href="http://mundodaverdade.blogspot.com/2007/05/o-nvel-de-vida-em-luanda.html"><em>Mundo da Verdade</em></a> [pt], Miguel Caxias menulis:</p>
<blockquote><p>“Só para terem uma ideia, o custo por noite no hotel em que estou é de 170 USD (quarto individual, com casa de banho e pequeno-almoço mesmo muito sofrível). Estamos a falar de um hotel que deve ter se tanto, duas estrelas. Para um europeu, não só por costumes alimentícios mas também por costumes de segurança, não se arrisca a comer em qualquer botequim de esquina, obviamente. No restaurante onde temos feito as nossas refeições, o custo médio de uma dose é de 30USD (junte-se a isso bebida, sobremesa, entradas e o preço salta logo para 40/45 USD de despesa individual).</p>
<p>Luanda está numa fase de construção massiva. Junto à Marginal existem apartamentos a 1 milhão de USD. Estão todos vendidos!!!”</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>“Sebagai ilustrasi bagi kalian, harga kamar di hotel tempat saya bermalam adalah 170 $ AS (kamar single dengan kamar mandi, ditambah sarapan yang kurang beragam). Yang kami maksud adalah sebuah hotel bintang dua terbaik di kota. Bagi penduduk Eropa, bukan hanya karena kebiasaan hidangan/makanan, namun juga karena alasan keamanan, kami tidak mengambil resiko makan di restoran umum, tentunya.  Di restoran yang kami kunjungi, harga rata-rata makanan adalah AS$ 30 (jika ditambah minuman, hidangan penutup dan pembuka maka dengan cepat biaya membengkak menjadi AS$ 40/45 per kepala). Luanda sedang dalam tahap pembangunan besar-besaran. Di dekat Marginal [wilayah teluk kota], beberapa apartemen dihargakan satu juta dolar. Dan semuanya laris terjual!!!”</div>
</div>
<p>Biaya hidup yang tinggi di negara ini merupakan suatu paradoks, karena tidak disertai jaminan kualitas hidup yang tinggi, setidaknya bagi mereka yang terpuruk secara ekonomi. Angola termasuk negara yang berkembang pesat, namun yang patut disayangkan perkembangan tidak lantas terlihat pada sikon pemasukan sebagian besar penduduk Angola. Permintaan yang terlalu besar dan persediaan yang terlalu sedikit membuat segala sesuatu sulit.</p>
<p>Penulis asal Brazil dari blog <a href="http://diariodaafrica.blogspot.com/2009/02/os-precos-em-angola.html"><em>Diário de África</em></a> [pt] menyediakan analisa singkat mengenai apa yang terjadi di Angola.</p>
<blockquote><p>“Não são apenas os alugueres (habitação) que custam caro. Tudo é caríssimo. Um quilo de tomate pode sair por 20 USD. Uma bandeja de uvas pode custar 30 USD o quilo. Um bife com batatas fritas pode custar facilmente, 50 dólares. Um cano furado pode sair por 1000.000 USD. Tapar um pequeno furo na tubulação do ar-condicionado do carro e colocar o gás para enfrentarmos o calor luandense custa 200 USD.</p>
<p>Precisa de electricista? Ele não vai sair da sua casa sem ter tirado pelo menos 100 USD de você. Mesmo que só tenha trocado uma lâmpada. Porque é tudo tão caro?”</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>“Bukan hanya harga sewa (rumah) yang mahal. Semuanya sangat mahal. Satu kilo tomat saja bisa mencapai AS$ 20. Serenceng anggur bisa mencapai harga AS$ 30 per kilo. Seporsi bistik disertai kentang goreng dengan mudah mencapai harga AS$ 50. Membetulkan satu pipa bisa menguras kantong kita hingga AS$ 1.000. Menyolder sebuah lubang kecil di pipa AC mobil dan membetulkannya demi mengatasi panasnya udara Luanda bisa menguras kantong sampai AS$ 200. Butuh tukang listrik? Ia tidak akan meninggalkan rumahnya sampai setidaknya kita membayar AS$ 100. Bahkan jika hanya untuk mengganti bola lampu. Mengapa semuanya begitu mahal?”</div>
</div>
<p>Menurut narablog berikut, jawabannya mudah dan, sekali lagi, mengingatkan kita kepada perang yang telah merampas lebih dari 30 tahun masa pembangunan negara ini.</p>
<blockquote><p>“O atabalhoado processo de independência e a guerra acabaram com tudo. Primeiro, a independência. Em 1975, pelo menos 300 mil portugueses abandonaram Angola. Médicos, dentistas, advogados, empresários, encanadores, mecânicos, burocratas, professores. Em questão de meses, Angola ficou sem quadros. Não havia quem soubesse gerenciar as finanças do país. Depois a guerra. O esforço de guerra sugou o dinheiro que deveria ser investido na saúde, na educação, nas infra-estruturas do país. Agora multiplique essa situação por 30 anos. O resultado chama-se Luanda.</p>
<p>Com a alta no preço do petróleo nos últimos anos, os fretes subiram e por tabela, o de todos os produtos. Chegou-se a uma situação tal que mesmo os itens produzidos em Angola podem custar mais que os importados. Porquê? Os economistas que me corrijam, mas parece ter algo a ver com a tal lei da oferta e da procura. Quem quer agora, tem de pagar mais.”</p>
<p>O país não tem indústrias. Tudo é importado. Vem de navio. No porto, não há espaço. Os navios ficam dois, três meses atracados em alto-mar, aguardando autorização para descarregar. Só agora é que a agricultura começa a dar os primeiros passos. Mas só nas áreas em que não há minas terrestres. O último número que ouvi era de que mais da metade das terras cultiváveis do país estava cheia de minas. Enquanto o terreno não estiver limpo, nada feito. Portanto, até a comida precisar ser importada.</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>“Perjuangan yang susah payah menuju kemerdekaan diikuti dengan peperangan berdampak pada seluruh bidang. Pertama, kemerdekaan. Pada 1975, setidaknya 300.000 warga Portugis meninggalkan Angola. Dokter, dokter gigi, pengacara, wirausahawan, mekanik, tukang pipa, pegawai negeri sipil, guru. Dalam beberapa bulan tanpa arah, Angola tidak memiliki SDM yang berkualitas. Tidak ada yang tahu bagaimana mengelola keuangan negara. Kedua, peperangan. Usaha memenangi perang menyedot seluruh uang yang seharusnya diinvestasikan untuk kesehatan, pendidikan dan infrastruktur negara. 30 tahun kemudian, jadilah Luanda. Dengan harga gas yang mahal beberapa tahun ini, biaya transportasi juga meningkat dan, secara serentak, begitu juga harga seluruh barang. Situasi menjadi kian parah sampai-sampai barang produksi dagri Angola pun menjadi lebih mahal daripada produk impor. Mengapa? Para ekonom, tolong betulkan jika saya salah, tapi ini berkaitan dengan hukum persediaan dan permintaan. Jika kalian ingin (barang) sekarang, kalian harus membayar lebih.”</p>
<p>Negara ini tidak mempunyai industri. Semuanya hasil impor. Semuanya dikirim melalui kapal laut, dan tidak ada tempat di pelabuhan. Kapal-kapal berlabuh dua sampai tiga bulan di laut lepas, menunggu persetujuan pihak berwenang untuk dapat membongkar muat barang-barang mereka. Baru sekarang bidang agrikultur mengambil langkah pertama, namun hanya  di wilayah yang tidak ada ranjau. Statistik terakhir yang saya dengar adalah sebagian tanah yang subuh penuh dengan ranjau. Selama tanah pijakan belum bersih dari ranjauh, tidak banyak yang bisa dilakukan. Oleh sebab itu, makanan pun harus diimpor.</p></div>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/angola-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /><p class="wp-caption-text">Seekor kambing mencapai harga 600 KZ (AS$ 7). Tweetpic oleh @bethinagava</p></div>
<div>Terjemahan Portugis&lt;&gt;Inggris oleh <a href="http://globalvoicesonline.org/author/melissa-mann/">Melissa Mann</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2519/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Timor Leste, Indonesia: Perseteruan di Perbatasan Kian Memanas</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2365/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2365/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 15:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Perang & Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Tetum]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2365</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 4 Oktober 2009 media daring Timor Leste TimorOhin [Tet.] [TimorHariIni], memberitakan perseteruan yang sekali lagi terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste di Perbatasan Oecusse.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/keta-haluha/">Keta Haluha</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/07/indonesia-east-timor-border-dispute-heats-up/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p><span style="font-family: 'Lucida Grande',verdana,sans-serif;font-size: 13px;line-height: 19px;text-align: left"> </span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Pada tanggal 4 Oktober 2009 media daring Timor Leste<span> </span><a title="TimorToday Main Website" href="http://timortoday.com/" target="_blank">TimorOhin</a><span> </span>[Tet.] [TimorHariIni], memberitakan perseteruan yang sekali lagi terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste di<span> </span><a title="Wikepedia on Oecusse" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oecussi-Ambeno" target="_blank">Perbatasan Oecusse</a>.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Dalam siaran radio menggunakan bahasa Tetun Candidas Elu dari Radio Atoni Oecusse, TimorHariIni memberitakan bahwa;</p>
<blockquote>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Polisia fronteira detein TNI nain 9 tama illegal iha Oe-Cusse [Tet.]</p>
</blockquote>
<p style="border-style: solid;border-color: #eeeeee #dddddd #dddddd #eeeeee;border-width: 5px 4px 5px 5px;margin: 0px 0px 20px;padding: 10px 10px 10px 15px;font-size: 10pt;color: #666666">Polisi perbatasan menangkap 9 anggota TNI karena masuk secara ilegal ke wilayah Oe-Cusse.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Berita selengkapnya, yang didukung oleh berkas MP3 bisa diunduh via TimorOhin<span> </span><a title="TimorToday Radio Report on Timor / Indonesia Border Dispute" href="http://timortoday.com/audio/polisia-fronteira-detein-tni-nain-9-tama-illegal-iha-oe-cusse/" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Berita ini juga disimak oleh narablog<span> </span><a title="Timor News Network on Naktuka" href="http://timornewsnetwork.blogspot.com/2009/10/polisia-fronteira-detein-tni-nain-9.html" target="_blank">TimorNewsNetwork</a><span> </span>.  Pada 5 Oktober, jurnal mingguan<span> </span><a title="Tempo Semanal Headline &quot;Indonesian TNI Enter Illegally into Naktuka Timorese Angry&quot;" href="http://temposemanaltimor.blogspot.com/2009/10/tni-enter-oecusse-enclave-border.html" target="_blank">Tempo Semanal</a><span> menampilkan pos</span> mengenai berita tersebut.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">TimorOhin menyediakan layanan bagi para jurnalis-jurnalis muda yang tinggal di segala penjuru Timor Leste, untuk melaporkan peristiwa teraktual negeri bagi seluruh warga Timor Leste yang tinggal di dalam negeri, luar negeri, maupun komunitas internasional.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Dalam berita tersebut, reporter Elu dari Radio Atoni Oecusse menjelaskan bahwa komunitas desa perbatasaan Naktuka di subdistrik Nitibe, yang bekerja dengan Polisi Perbatasan Timor berhasil menangkap 9 anggota Tentara Nasional Indonesia yang secara ilegal masuk ke wilayah Timor Leste pada tanggal 3 Oktober 2009.</p>
<div style="border: 1px solid #dddddd; margin: 10px; float: left; padding-right: 8px; text-align: center; background-color: #f3f3f3; padding-top: 4px; width: 220px;"><a rel="attachment wp-att-99685" href="http://id.globalvoicesonline.org/?attachment_id=99685"><img style="border-style: none;border-width: 0px;margin: 5px;padding: 0px" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/10/Picture-7-300x152.png" alt="Google Maps shows a missing border" width="210" height="106" /></a></p>
<p style="margin: 0px;padding: 4px;font-size: 11px;line-height: 17px">Peta Google memperlihatkan perbatasan yang hilang</p>
</div>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Radio Atoni Oecusse mengutip Simao de Carvalho, Chefe Suco (kepala daerah) wilayah Ben-Ufe (lokasi desa Naktuka), mengatakapara anggota TNI memasuki Timor Leste pukul 09:00 dengan kendaraan militer dan membawa persenjataan. Namun, pukul 14:00 Kantor Pusat Polisi Nasional Timor di Dili memerintahkan keamanan setempat untuk membebaskan mereka dan mengizinkan mereka untuk kembali ke Indonesia. Radio Atoni Oecusse mengutip pemuda setempat yang merasa kesal karena sementara masyarakat Timor dipenjara karena menyeberang perbatasan secara ilegal, anggota tentara Indonesia tidak diperlakukan sama. Polisi setempat menjelaskan kepada penduduk bahwa area perbatasan masih diawasi dan keputusan pembebasan datang dari seseorang dengan berkedudukan tertinggi di Dili.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Perseteruan yang sudah lama terjadi. Baik blog <a title="Dili Insider on the Naktuka Border Issue (Maps Included)" href="http://thediliinsider.blogspot.com/search/label/naktuka" target="_blank">Dili Insider</a><span> d</span>an<span> </span><a title="East Timor Law and Justice on Naktuka Border Dispute" href="http://easttimorlegal.blogspot.com/2009/06/indonesian-military-told-to-evict-east.html" target="_blank">East Timor Law dan Justice Bulletin</a><span> </span>memberitakan masalah yang semakin memanas pada bulan Juni 2009. Yang direbutkan adalah kompleks sawah padi, dan juga hutan dengan banyak pinang yang mengandung nilai “<a title="Wikipedia on Adat" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adat" target="_blank">adat</a>”penting bagi masyarakat disepanjang Perbatasan Oecusse.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Perseteruan yang sudah dimulai jauh sebelum blan Juni lalu adalah bagian dari rententan masalah yang berulang kali terjadi di daerah kantong disepanjang perbatasan. Terutama, setelah<span> </span><a title="Fighter Jet and Gunboat Shell and Bomb Oecusse 2004" href="http://www.the-islomaniac.com/2007/01/indonesia-east-timor-battle-over.html" target="_blank">tindakan pemaksaan oleh TNI</a>, termasuk jet tempur dan kapal perang pada Januari 2004, Timor-Leste menyerahkan hak kepemilikan Pulau Batek, atau yang lebih dikenal dengan Fatu Sinai di Oecusse, pada Indonesia di 2005.  Animo publik di daerah kantong bercampur antara frustasi dan menolak menyerahkan Naktuka bila diminta.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Jelasnya, ini bukan kali pertama TNI ditangkap di area ini. Selama perseteruan Fatu Sinai/Batek, polisi Timor pernah menangkap anggota TNI di daerah yang sama.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Pada bulan Juni narablog Indonesia <span> </span><a href="http://beritahankam.blogspot.com/">berita hankam</a><span> mem</span>poskan berita mengutip perkataan <a title="TNI Commander on Border Dispute" href="http://beritahankam.blogspot.com/2009/06/warga-timor-leste-langgar-perjanjian.html" target="_blank">Let.Kol Yunianto Komandan Perbatasan TNI</a><span> </span>,</p>
<blockquote>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">TNI hanya bertugas menjaga keamanan dan pertahanan negara. Sehingga kami tidak bisa masuk ke wilayah yang diduduki untuk mengusir warga Timor Leste tersebut. Kami sudah menyampaikan protes keras kepada polisi penjaga perbatasan Timor Leste,” lanjutnya.</p>
</blockquote>
<div style="border: 1px solid #dddddd; margin: 10px; float: left; padding-right: 8px; text-align: center; background-color: #f3f3f3; padding-top: 4px; width: 220px;"><a rel="attachment wp-att-99692" href="http://id.globalvoicesonline.org/?attachment_id=99692"><img style="border-style: none;border-width: 0px;margin: 5px;padding: 0px" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/10/Picture-71-300x212.png" alt="Close Up of Naktuka Area - from Dili Insider" width="210" height="148" /></a></p>
<p style="margin: 0px;padding: 4px;font-size: 11px;line-height: 17px">Area Naktuka secara dekat - dari Dili Insider</p>
</div>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Beberapa tokoh masyarakat dari pihak Indonesia telah mengutarakan secara terbuka dan dengan agresif mengenai siapa yang berhak mengklaim Naktuka.  Surat kabar Dili Insider mengungkapkan bahwa<span> </span><a title="King of Amfoan - Robby Manoh" href="http://thediliinsider.blogspot.com/2009/09/liurai-of-amfoan-picks-fight.html" target="_blank">Robby Manoh</a>, yang dikutip oleh The Jakarta Globe mengatakan, “bila ketidakadilan ini berlanjut, kita tidak punya pilihan lain kecuali bertempur&#8221;, faktanya dia adalah Raja komunitas Amfoan  - wilayah di seberang perbatasan dari Naktuka.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Narablog Indonesia Radio Sahabat memberitakan bahwa Manoh sekali lagi <a title="Radio Sahabet Blog on Manoh and Naktuka" href="http://radiosahabat.blogspot.com/2009/09/suatu-saat-pulau-batek-bisa-diklaim.html" target="_blank">mengungkit masalah Naktuka</a><span> dengan Gubernur </span>provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hampir sebulan yang lalu.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Menariknya, dengan kasus<span> </span><a title="Timorese NGO Lao Hamutuk" href="http://www.laohamutuk.org/Justice/99/bere/LHBere24Sep.htm" target="_blank">Maternus Bere</a>, mantan komandan milisia pro-Indonesia yang ditahan di Kedutaan Indonesia, ditambah lagi peristiwa yang baru saja terjadi,<span> pertemuan komisi </span><a title="Tri-Lateral - Jakarta, Canberra, Dili." href="http://timortoday.com/audio/mne-timor-leste-indonesia-no-australia-hala%E2%80%99o-enkontru-trilateral-deskuti-kona-ba-seguransa-no-desemvolvimentu/" target="_blank">keamanan trilateral dan pembangunan Indonesia, Australia dan Timor-Leste</a><span> </span>- Indonesia menekan salah satu titik kelemahan Dili.  Titik kelemahan ini menempatkan penduduk Dili yang berjumlah 60.000 terombang-ambing di perbatasan Timor Barat Indonesia - Oecusse.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2365/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AS: Izin Menikah Pasangan Beda Ras Ditolak</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2470/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2470/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 15:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-Anak]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Etnisitas]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2470</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, di Hammond, Louisiana, Beth Humphrey (seorang kulit putih) dan Terence McKay (seorang kulit hitam) mengajukan izin menikah dan ditolak karena perbedaan ras mereka. Hakim perdamaian, Keith Bardwell, mengatakan menurut pengalamannya, “pernikahan antar ras tidak bertahan lama” dan menyatakan bahwa ia “melakukan ini demi anak-anak.”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/jillian-york/">Jillian C. York</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/21/usa-interracial-couple-denied-marriage-license/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div>
<p>Minggu lalu, di Hammond, Louisiana, Beth Humphrey (seorang kulit putih) dan Terence McKay (seorang kulit hitam) mengajukan izin menikah dan <a href="http://www.msnbc.msn.com/id/33332436/ns/us_news-race_and_ethnicity">ditolak</a> karena perbedaan ras mereka. Hakim Khusus, Keith Bardwell, mengatakan menurut pengalamannya, “pernikahan antar ras tidak bertahan lama” dan menyatakan bahwa ia “melakukan ini demi anak-anak.”</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jim_Crow_laws"> “Undang-Undang Jim Crow</a>” yang membutuhkan fasilitas terpisah antara orang Amerika kulit hitam dan putih berakhir pada 1965, dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-miscegenation_laws">undang-undang anti-pernikahan antar ras</a> yang melarang pernikahan atau seks antar ras berakhir di seluruh negara bagian tahun 1967.</p>
<p>Namun rasisme masih ada. Meskipun seringkali tak tampak di atas permukaan, sesekali rasisme menampakkan sisi buruknya dengan nyata; kisah ini menjadi judul utama di sepanjang Amerika Serikat, memicu pos-pos blog dari komunitas setempat maupun dari luar.</p>
<p>Menanggapi “pembelaan” Bardwell yang menikahkan pasangan kulit hitam sepanjang waktu, blog anti-rasis <em>Stuff White People Do</em> mengekspresikan kemarahannya, <a href="http://stuffwhitepeopledo.blogspot.com/2009/10/still-ask-that-old-camouflaging.html">berkata</a>:</p>
<blockquote><p>Wah, betapa murah hatinya dirimu, Hakim Bardwell. Juga, sok kebapakan.</p>
<p>Omong-omong soal rumah Bardwell, yang saya yakin <em>diserbu</em> dengan kumpulan riang anak-anak kulit hitam dan putih yang mabuk bersama-sama, ia juga menambahkan sebagai berikut:</p>
<p><em>Saya mempunyai bertumpuk-tumpuk teman berkulit hitam. Mereka datang ke rumah saya, saya menikahkan mereka, mereka menggunakan kamar mandi saya. Saya memperlakukan mereka seperti yang lainnya.<br />
</em></p>
<p>Ah ya, teman-teman kulit hitam juga, setumpuk teman kulit hitam. Tepat di sana, di kamar mandinya!</p></blockquote>
<p>Seorang berkomentar dalam blog, <em>Siditty</em> (yang juga menulis posnya sendiri <a href="http://siditty.blogspot.com/2009/10/interracial-couple-denied-marriage.html">di sini</a>), menekankan ironi kemarahan Bardwell:</p>
<blockquote><p>Saya selalu bertanya-tanya tentang seorang pria datang dari Louisiana, yang memiliki latar belakang sejarah ras campur, melalui sistem <em>placage</em> [fr] (klik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pla%C3%A7age">di sini</a> [en] untuk keterangan lebih lanjut) dan juga kebudayaan <em>creole</em> (klik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Louisiana_Creole_people">di sini</a> [en] untuk keterangan lebih lanjut), tiba-tiba sekarang mengkhawatirkan mengenai nasib anak-anak. Mereka tidak mencemaskan anak-anak pada tahun 1700s, maka seharusnya ia sekarang tidak mencemaskan hal ini.</p></blockquote>
<p>Blog <em>Racism Review</em> membalas alasan Bardwell akan “khawatir akan nasib anak” dengan <a href="http://www.racismreview.com/blog/2009/10/15/interracial-couple-denied-marriage-license/">bukti</a> anak-anak dari hubungan antar ras:</p>
<blockquote><p>Dan, untuk membahas bukti lebih lanjut, <a href="http://www.jstor.org/pss/352395" target="_blank">anak-anak dari pernikahan antar ras</a> tidak menderita bila dibandingkan dengan anak lainnya karena mereka tumbuh di lingkungan yang menerima keberagaman dan anak-anak dari pernikahan antar ras lainnya. Bila anak-anak dari pernikahan antar ras menghadapi rasisme (dan kerugian dari perubahan), maka mereka <a href="http://www.ajph.org/cgi/content/abstract/93/11/1865" target="_blank">cenderung lebih stres</a>, dan resiko yang berhubungan dengan kesehatan karena stres yang meningkat tersebut, contohnya merokok dan minum-minum. Itu adalah <em><strong>hasil</strong></em> dari rasisme, di lain pihak alasan untuk mengakhiri rasisme. Seharusnya ini <em><strong>tidak</strong></em> digunakan - memutarbalikkan logika - sebagai tameng untuk memicu rasisme.</p></blockquote>
<p>Dan <em>Black Girl in Maine</em> menyentuh pertanyaan “bagaimana dengan anak-anak?”, <a href="http://blackgirlinmaine.wordpress.com/2009/10/15/what-about-the-kids/">menekankan pengalaman</a> dari putranya yang birasial:</p>
<blockquote><p>Dan anak-anak, bagaimana dengan mereka? Ya, anak-anak birasial kadang diejek oleh anak lainnya tapi tidak setiap saat dan menurut saya di kalangan pemuda zaman sekarang cenderung menganggap birasial sebagai sesuatu yang keren. Seperti yang teman saya katakan pada saya putra saya sama sekali tidak kesusahan mencari teman baik laki-laki maupun perempuan. Saya rasa saat dimana anak-anak birasial menghadapi masalah adalah ketika membicarakan asal mereka karena tidak ada yang bisa diajak untuk berdiskusi. Saya rasa ketika anak-anak merasa terhubung dengan asal sejarah maupun komunitas mereka, hal ini menimbulkan tempat yang aman bagi mereka.</p></blockquote>
<p>Di Amerika Serikat, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-miscegenation_laws#Anti-miscegenation_Laws_enacted_in_the_Thirteen_Colonies_and_the_United_States">undang-undang anti pernikahan antar ras</a> di banyak negara bagian melarang pernikahan orang Amerika kulit putih dengan orang Amerika kulit hitam (dan orang Amerika dengan beberapa etnis lainnya) di beberapa negara bagian. Sementara di negara bagian lain, undang-undang ini dicabut awal tahun 1780, di 16 negara bagian undang-undang tidak dicabut sampai kasus tahun 1967, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-miscegenation_laws#Loving_v._Virginia">Loving lawan Virginia</a>, pasangan antar ras yang menikah di Washington, D.C. ditangkap di kamar tidur mereka. Perjuangan hukum mereka sampai pada Mahkamah Agung A.S, yang akhirnya mencabut undang-undang tersebut.</p>
<p>Sejumlah narablog menyentuh aspek hukum kasus ini. Seorang narablog, <em>Jay Says,</em> <a href="http://jaysays.com/2009/10/louisiana-judge-refuses-to-preside-over-interracial-marriage/">menulis</a>:</p>
<blockquote><p>Sebagai Hakim Perdamaian, ia seharusnya menyadari bahwa pernikahan antar ras tidak lagi ilegal - sejak menjadi hukum inkonstitusional 40 tahun yang lalu. Contoh khusus ini sampai di lingkungan saya setelah akhir pekan National Equality March-Arak-arakan Persamaan Nasional dimana saya <a title="Interview with the Newmans (Our Marriage Was Once Illegal, Too)" href="http://vidly.com/aenC" target="_blank">mewawancarai dengan singkat</a> pasangan normal, antar ras, (dalam gambar) the Newmans mengenai kenapa mereka ikut arak-arakan.</p>
<p>Rasisme, perkelasan, seksisme, homofobia, ketidak rukunan beragama dan kasus-kasus rancu lainnya bisa dan memang ada dalam masyarakat, namun semua itu seharusnya tidak di bawah hukum. Untuk membiarkan seorang pegawai pemerintahan yang dibayar oleh pajak dari penduduk “bebas” Amerika Serikat (atau dalam kasus ini, sebuah negara bagian di Amerika Serikat) untuk menggunakan keyakinan pribadinya untuk memutuskan masalah-masalah yang ditentukan oleh peraturan sipil adalah sesuatu yang tidak pantas. Bila ia tidak setuju dengan pernikahan antar ras, ia perlu mencari pekerjaan baru - mungkin Pimpinan Agung Ku Klux Klan?</p></blockquote>
<p>Terakhir, seorang narablog mengambil kesempatan ini untuk mengubah kejadian ini menjadi momen untuk belajar. Narablog, dengan judul blog <em>What Do I Know?</em>, memohon para pembaca untuk memikirkan perasaan mereka sendiri mengenai subyek tersebut:</p>
<blockquote><p>Bila anda ragu apabila rasisme masih ada di dalam diri kita, pikirkan reaksi kalian sendiri akan ide menikahi seseorang di luar ras kalian, terutama bila kalian seorang kulit putih dan ras satu lagi adalah kulit hitam. Ya, ini hal yang ok-ok saja bagi orang lain, tapi bukankah kalian akan menemukan alasan bagus , rasional mengapa putri kalian membuat hidupnya menjadi semakin sulit ketika ia membawa pulang tunangan berkulit hitam? Jujurlah. Bahkan bila kalian berujar, “Tak masalah” tidakkah kalian sedikit keberatan? Bila tidak berarti kalian lain dari yang lain.</p></blockquote>
<p>Dengan Bardwell <a href="http://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;oi=news_result&amp;ct=res&amp;cd=1&amp;ved=0CA0QqQIwAA&amp;url=http%3A%2F%2Fblogs.usatoday.com%2Fondeadline%2F2009%2F10%2Flouisiana-jp-says-he-wont-resign-over-interracial-marriage-issue.html&amp;ei=KarbSoWDBM_L8QaKh_m2BQ&amp;usg=AFQjCNHLMtP_RWImJP00A7ZrzL06uU4Www&amp;sig2=44ZFnEHaEEs78URKZiQV-g">yang sekarang mengatakan</a> bahwa ia tidak akan mundur dari jabatan karena masalah ini, satu hal yang pasti: pastilah akan ada berita-berita lainnya.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2470/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Aksi Blog Dunia 2009: Proyek Rising Voices Membahas Perubahan Iklim</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2446/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2446/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 21:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Rising Voices]]></category>
		<category><![CDATA[SITUS]]></category>
		<category><![CDATA[FOKO]]></category>
		<category><![CDATA[Kamp Blog Abidjan]]></category>
		<category><![CDATA[Karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2446</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang adalah Hari Aksi Blog dan acara tahunan ini bertujuan untuk menyatukan narablog sedunia dimana mereka bisa menulis tentang satu topik tiap harinya untuk meningkatkan kesadaran dan memicu diskusi global mengenai topik tersebut. Beberapa anggota proyek Rising Voices juga berpartisipasi dalam acara ini dan kami akan memberi kalian kilasan singkatnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://rising.globalvoicesonline.org/blog/author/rezwan-islam/">Rezwan</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://rising.globalvoicesonline.org/blog/2009/10/15/blog-action-day-2009-rising-voices-projects-discuss-climate-change/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: center"><img class="aligncenter" src="http://www.blogactionday.org/imgs/badges/bad-300-250.jpg" alt="" width="300" height="250" /></p>
<p>Sekarang adalah <a href="http://blogactionday.org/">Hari Aksi Blog</a> dan acara tahunan ini bertujuan untuk menyatukan narablog sedunia dimana mereka bisa menulis tentang satu topik tiap harinya untuk meningkatkan kesadaran dan memicu diskusi global mengenai topik tersebut. Beberapa anggota proyek Rising Voices juga berpartisipasi dalam acara ini dan kami akan memberi kalian kilasan singkatnya.</p>
<p>Salah satu fokus utama beasiswa <a href="http://rising.globalvoicesonline.org/projects/project-foko/">FOKO</a> dalam Rising Voices adalah menjadikan penduduk Madagaskar faktor terpenting dalam menjaga lingkungan mereka yang unik dan terancam ini. <em>Tahina</em> dari <a href="http://club.foko-madagascar.org/">Klub Blog FOKO</a> di Antananarivo, Madagaskar <a href="http://r1lita.wordpress.com/2009/10/15/for-me-for-you-for-us/">menulis</a>:</p>
<blockquote><p>Hari ini adalah <a href="http://blogactionday.org/">Hari Aksi Blog</a> tentang perubahan iklim, ribuan blog bersatu untuk meningkatkan kesadaran dan menekankan pada tiap individu dan pemimpin dunia untuk melakukan sesuatu secepatnya. Perjuangan ini bermanfaat mengingat masa depan anak kita yang dipertaruhkan. Saya cukup skeptis pada dampak langsung aktivisme daring ini di Madagaskar tapi sejak blog membantu <a href="http://dianachamia.wordpress.com/2008/07/02/photo-de-kamba/">Baby Kambana</a>, mungkin saja dampak yang sama terjadi pada kita semua. Kami juga ingin memberitahukan pada dunia bahwa kami juga peduli.</p></blockquote>
<p>Ia menunjukkan aksi yang diperlukan:</p>
<blockquote><p>Berapa banyak rumah di Malagasi yang menggunakan batu bara dan kayu untuk memasak? 80-90%? Kita tidak mampu mencari sumber daya alam untuk jangka panjang. Dan di sinilah tanggung jawab terberat kita untuk mengambil suatu tindakan.</p></blockquote>
<div style="width: 410px;"><a href="http://layshiyuu.wordpress.com/"><img src="http://rising.globalvoicesonline.org/files/2009/10/Patrick-.jpg" alt="Patrick from Tamatave, Madagascar: Looking for the right place where to plant a tree" width="400" /></a>Patrick dari Tamatave, Madagaskar: Mencari tempat yang tepat untuk menanam sebuah pohon</div>
<p><em>Lyva</em>, anggota lainnya dari FOKO <a href="http://translate.google.com/translate?u=http%3A//lyva.wordpress.com/2009/10/15/changement-climatique-de-la-solution-depend-l%25E2%2580%2599avenir-de-l%25E2%2580%2599humanite/&amp;hl=en&amp;langpair=auto%7Cen&amp;tbb=1&amp;ie=utf-8">menulis</a> [fr] dari Antsirabe :</p>
<blockquote><p>Menurut kami semua orang harus mencemaskan masalah ini karena tidak seorangpun tahu musim apa yang kita rasakan. Contohnya, apakah sekarang musim semi atau musim panas? Temperatur lebih beragam karena tidak ada musim dingin. Pada musim semi temperatur turun sampai 3°C dan pada musim panas temperatur naik sampai 35°C atau lebih. (terjemahan dilakukan menggunakan mesin penerjemah)</p></blockquote>
<p><em>Ariniaina</em> <a href="http://ariniaina.wordpress.com/2009/10/15/climate-change-whose-fight-is-this/">memberitahukan</a> apa yang mencegah orang untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap kerusakan lingkungan:</p>
<blockquote><p>Saya rasa masalah utama di Madagaskar adalah orang-orang terlalu sibuk untuk mencari apa yang akan mereka makan untuk hari ini. Lantas kita menjadi egois dan hanya memikirkan diri kita sendiri. Kita lupa akan tetangga kita dan masa depan generasi kita.</p>
<p>Saya harap Aksi Narablog hari ini akan menyadarkan jutaan… milyaran orang… pemerintah… negara-negara miskin… negara-negara kaya… kemudian, kita bersama akan menyelamatkan Bumi. Yang saya bisa dan sudah saya lakukan sekarang adalah menanam pohon saya sendiri.</p></blockquote>
<p><em>Théophile Kouamouo</em> dari proyek <a href="http://rising.globalvoicesonline.org/projects/abidjan-blog-camps/">Kamp Blog Abidjan</a> di Pantai Gading <a href="http://translate.google.com/translate?u=http%3A//kouamouo.ivoire-blog.com/archive/2009/10/15/les-vieux-africains-temoins-du-changement-diplomatique.html&amp;hl=en&amp;langpair=auto%7Cen&amp;tbb=1&amp;ie=UTF-8">menulis tentang percakapan pribadi</a> antara dia dan seorang politisi Pantai Gading berumur 70 tahun:</p>
<blockquote><p>Berasal dari utara Pantai Gading, ia memberitahu saya tentang masa kecilnya dan berkata pada saya bahwa di depan matanya, dua sungai telah menjadi kering di desanya. Ia menyaksikan bagaimana sumur semakin mengering dan kemungkinan orang untuk menggali sumur lebih dalam demi sangatlah kecil. Apa yang bertanggungjawab atas apa yang petani lihat sebagai bencana atau kutukan? Padang yang tandus, perubahan iklim, tapi juga kebijakan agroindustri yang memerlukan sistem irigasi, semuanya cukup membahayakan dalam jangka panjang.</p>
<p>Politisi berbicara dengan yakin, atau bisa dibilang dengan penuh ketakutan akan masa depan, karena ia telah melihat bahaya dengan mata kepalanya sendiri. (terjemahan melalui mesin dari bahasa Perancis)</p></blockquote>
<p>“Afrika adalah satu dari sekian banyak tempat di dunia yang paling terancam oleh perubahan iklim,” Théophile memperingatkan.</p>
<p><em>Cartunelo</em> dari Kamp Blog Abidjan <a href="http://translate.google.com/translate?u=http%3A//cartunelo.ivoire-blog.com/archive/2009/10/15/blog-action-day-2009.html&amp;hl=en&amp;langpair=auto%7Cen&amp;tbb=1&amp;ie=utf-8">menulis</a> [fr]:</p>
<blockquote><p>Sebagai pengembang jejaring ada cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan planet kita dan menjadikan kita para pengembang jejaring ramah lingkungan di Abidjan:</p>
<p>1. Matikan komputer: Gunakan pilihan berjaga seminim mungkin dan hibernasi.<br />
2. Matikan piranti keras eksternal pada malam hari<br />
3. Gunakan lampu ramah lingkungan<br />
[..]</p></blockquote>
<p>Masalah perubahan iklim ini ditujukan secara spesifik oleh proyek Rising Voices lainnya. <a href="http://rising.globalvoicesonline.org/projects/nomad-green-mongolia/">Nomad Green</a> melatih penduduk Mongolia bagaimana cara menyebarkan kesadaran - baik di rumah atau di luar - mengenai krisis lingkungan di negara mereka. <a href="http://www.nomadgreen.org/">Baca blog mereka</a> untuk mempelajari lebih lanjut tentang aktivitas mereka untuk menghentikan eksploitasi terhadap lingkungan hidup di Mongolia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2446/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Somalia: Apakah Pemerintah Merekrut Pemuda Kenya Untuk Berperang?</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2421/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2421/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 19:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afrika Sub-Sahara]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Somalia]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2421</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah perkumpulan blog Somalia yang pertama kali di tahun 2009. Ya, sudah lebih dari setahun sejak saya meninggalkan dunia blog dan sekarang saya kembali, untuk selamanya. Ini merupakan pos pertama dan akan ada pos-pos lainnya tentang blogosfer Somalia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/abdurahman-warsame/">Abdurahman Warsame</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/15/somalia-is-government-recruiting-young-kenyans-for-war/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div style="text-align: justify;">
<p>Ini adalah rangkuman blog Somalia yang pertama kali di tahun 2009. Ya, sudah setahun lebih saya mengambil cuti panjang dari  aktivitas penulisan blog, namun sekarang saya kembali untuk selamanya. Ini merupakan pos pertama dan akan ada pos-pos lainnya tentang blogosfer Somalia.</p>
<p>Narablog <a href="http://newsomalia.blogspot.com/2009/09/somalia-i-realize-i-am-one-of-lucky.html">Royale Somalia</a> menerangkan profil seorang dokter wanita muda Somalia di Mogadishu yang lulus tahun lalu, ia menulis:</p>
<blockquote><p>Pada Desember 2008, 20 murid Somali mengatasi segala rintangan dan lulus dari sekolah medis di Mogadishu—kelompok pertama yang berhasil dalam kurun waktu hampir dua dekade di negara Tanduk Afrika yang gagal ini.</p>
<p>Dr. Hafsa Abdurrahman Mohamed, 26, adalah salah seorang yang menerima diploma dari Universitas Benadir yang terletak di ibu kota. Dalam tahap penyelesaian studinya, ia memutuskan bekerja untuk Ikatan Dokter Tanpa Perbatasan/Médecins Sans Frontières (MSF), mempraktikkan keahliannya demi memberikan perawatan medis gratis di Somalia.</p></blockquote>
<p><a href="http://arladii.wordpress.com/2009/10/05/changing-times/">The East African Philosopher </a>mengomentari kunjungan Presiden Somalia Sharif Ahmed ke AS dan perubahan kebijakan pemerintah AS dalam menangani Sharif:</p>
<blockquote><p>Pada Desember 2006 Sheikh Sharif Sheikh Ahmed, yang sekarang menjabat sebagai Presiden boneka Pemerintahan Federal Transisi Somalia, menjadi buron tentara Ethiopia, CIA, dan Prajurit Komando AS.</p></blockquote>
<p><a href="http://arladii.wordpress.com/2009/10/05/changing-times/">East African Philisophers</a> melanjutkan:</p>
<blockquote><p>Minggu ini Sheikh Sharif berada di Minneapolis, MN (dan merupakan rumah seorang anggota kongres wanita yang sinting) untuk menghadiri rapat dengan para anggota Kongres, Pemerintah, dan perwakilan masing-masing kota/walikota. Beberapa bulan lalu ia rapat dengan Sekretaris Clinton di Nairobi dalam perjalanan Clinton ke Afrika. Status Sheikh Sharif sebagai teroris dan kemudian berubah menjadi presiden hanya dalam dua tahun. Hal seperti ini, kawan-kawan, pastilah yang pertama kali terjadi. Bagi saya ini menjelaskan lebih dari apapun hal-hal tentang kebijakan asing AS yang buruk.</p></blockquote>
<p><a href="http://kenyasomali.blogspot.com/2009/10/who-is-recruiting-nep-youth-for.html">The Kenya Somali Blog</a> berkata pemerintahan Somalia sedang merekrut pemuda Somalia dari Kenya:</p>
<blockquote><p>Pemerintah Somalia yang didukung oleh PBB telah merekrut lebih dari 170 pemuda Kenya dan mantan tentara untuk membantu melawan para pemberontak di negara Tanduk Afrika yang gagal ini, menurut para pembaca lokal di daerah timur Kenya.</p>
<p>Mohamed Gabow, walikota Garissa, memberitahu Reuters pendaftaran etnis Kenya Somalia sedang dilaksanakan di sebuah rumah di desa, di pinggiran kota.</p>
<p>Perekrutan ini tidaklah rahasia. Mereka yang terlibat tidak takut. Mereka berkeliling ke seluruh desa untuk mengumumkan waktu pelatihan,” kata Gabow dalam suatu wawancara pada Kamis malam.</p></blockquote>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2421/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guinea: Kesaksian Seorang Tentara Tentang Pembantaian 28 September di Conakry</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2392/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2392/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 12:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afrika Sub-Sahara]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Guinea]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Perang & Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Protes]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2392</guid>
		<description><![CDATA[Wawancara di bawah adalah kesaksian dari seorang tentara Guinea yang terlibat dalam  penindasan demokrasi oposisi di Conakry, di Guinea, pada tanggal 28 September 2009. Wawancara telah direkam melalui telepon dan disiarkan oleh jurnalis Perancis Olivier Rogez dalam Radio France Internationale pada 1 Oktober 2009, dua hari setelah pembunuhan besar-besaran Conakry, dan diterbitkan di Perancis dalam situs RFI.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/claire-ulrich/">Claire Ulrich</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/11/guinea-a-soldiers-testimony-on-the-massacre-of-september-28-in-conakry/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.rfi.fr/communfr/img/logoRFIbasSite.gif" alt="" width="43" height="27" /></p>
<p style="text-align: justify;">Wawancara berikut adalah kesaksian dari seorang tentara Guinea yang terlibat dalam <a href="http://globalvoicesonline.org/2009/10/02/guinea-outrage-grief-after-brutal-massacre/">aksi penindasan demonstran oposisi di Conakry</a>, di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Guinea">Guinea</a>, pada tanggal 28 September 2009. Wawancara direkam melalui telepon dan disiarkan oleh jurnalis Perancis Olivier Rogez melalui Radio France Internationale (RFI) pada 1 Oktober 2009, dua hari setelah pembantaian Conakry terjadi, dan diterbitkan dalam Bahasa Prancis <a href="http://www.rfi.fr/actufr/articles/118/article_85209.asp">dalam situs RFI</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentara ini memberi kesaksian secara anonim, namun identitas dan pekerjaannya telah diverifikasi dan dijamin kebenarannya oleh koresponden dari jaringan RFI Afrika Barat. Sejak peristiwa tersebut berlangsung, skala penindasan dan pemerkosaan massal <a href="http://www.un.org/News/Press/docs/2009/sgsm12502.doc.htm">dikonfirmasi oleh berbagai sumber</a> dan kesaksianpun bermunculan. Bagaimanapun juga, kesaksian ini mengandung informasi tangan pertama yang mengisahkan situasi angkatan bersenjata  Guinea, kehadiran tentara-tentara asing dalam kesatuan-kesatuan militernya, dan juga memprakirakan munculnya kerusuhan dan juga kenyataan adanya perebutan kekuasaan di dalam angkatan bersenjata Guinea sendiri yang muncul ke permukaan  pada tanggal <a href="http://www.rfi.fr/actufr/articles/118/article_85447.asp">7 Oktober</a> [fr].</p>
<p style="text-align: justify;">Radio France Internationale sepakat untuk Global Voices menerjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan menerbitkan wawancara yang dilindungi hak cipta ini dalam situs GVO, dengan tujuan pendokumentasian hak asasi manusia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Olivier Rogez (Radio France Internationale - RFI): Pak, Anda adalah seorang tentara, yang tergabung dengan BATA, Batalyon </strong><strong>Pasukan Terjun Payung </strong><strong>Otonom [Guinea], dan Anda adalah salah satu tentara yang terlibat dalam penindasan demonstrasi pada 28 September.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tentara </strong>: Ya, saya ikut andil dalam penindasan berdarah sekitar 28 September di Stadium; memang!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>RFI : Saya sebelumnya ingin bertanya kepada Anda jika, menurut informasi yang beredar selama beberapa hari ini, Anda melihat dengan mata Anda sendiri peluru tajam ditembakkan ke arah warga sipil dan para perempuan diperkosa seperti yang digambarkan dalam berbagai kesaksian? Apakah kesatuan Anda dari BATA terlibat dalam tindakan tersebut?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya membenarkan bahwa telah terjadi pemerkosaan dan penembakan dengan menggunakan peluru tajam.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Pada pagi hari itu [28 September], ketika Anda dikirim untuk menghentikan demonstrasi oposisi di stadium, apa Anda menerima perintah terarah?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada mulanya, para <em>gendarmerie </em>(<em>catatan penerjemah: </em>setingkat polisi pamong praja) diturunkan kelapangan untuk menghentikan demonstran, namun karena para Satpol PP mulai bersitegang dengan para demonstran akhirnya kami diberi  untuk menertibkan para oposisi, yang oleh pemimpin kami disebut &#8220;pembangkang&#8221;. Lantas kami pergi ke sana. Saya salah satu anggota pasukan itu. Kami tidak bisa tidak mematuhi perintah, yang menyuruh kami untuk pergi dan menertibkan para demonstran, dan memerintahkan kami untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa hanya ada satu pihak yang berkuasa di Guinea. Begitu banyak kematian, sampai rasanya mustahil untuk dihitung. Saya merasa lemas, jujur saja, saya merasa lemas. Ada sekitar 160, 180 tewas… Saya bahkan tidak bisa mengatakan persisnya berapa banyak jenazah. Dan saya tahu ketika malam tiba, hari Senin [28 Sept.], mereka menyuruh kami untuk mengumpulkan mayat-mayat. Kami mengumpulkan 47, yang telah dikubur, tapi saya tidak bisa memberitahukan Anda di mana persisnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah Anda sendiri yang langsung turun tangan untuk menaruh mayat-mayat ke kamar-kamar jenazah?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang pegawai negeri yang bertugas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anda dipaksa untuk turun dan kumpulkan mayat-mayat?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kami tidak bisa berkata tidak. Siapapun yang menolak, maka dia akan mati.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Jika Anda menolak, Anda mati?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Benar demikian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadi, Anda dilengkapi dengan senjata dan amunisi?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kami memiliki senjata dan persediaan amunisi untuk kira-kira  satu minggu, kami dalam situasi siaga.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dalam seminggu, Anda dalam situasi siaga?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketika Anda diperintah untuk menertibkan dan memberi pelajaran pada oposan, apakah Anda diperintahkan untuk membunuh lawan para pemimpin politik?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak, tidak diperintah untuk membunuh lawan. Tapi mereka harus diberi pelajaran. Ketika saya bilang “diberi pelajaran”, dalam istilah militer, Anda paham apa maksudnya!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bisakah Anda menjelaskan lebih spesifik?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Maksudnya menghukum mereka, biasanya, dengan tidak membunuh mereka, tapi menunjukkan mereka bahwa ada yang berkuasa di negara ini. Itulah yang diperintahkan kepada kami.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Banyak kesaksian yang kami kumpulkan menyebutkan tentang pemerkosaan massal dan juga pemerkosaan yang dilakukan  oleh aparat beramai-ramai, pemaksaan pengambilan harga diri, seperti memperkosa wanita dengan ancaman senjata. Apakah Anda bisa mengidentifikasi tentara - atau asal unit mereka - yang ikut andil dalam pemaksaan serupa itu?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mereka orang-orang dari pasukan pengaman presiden, karena polisi pada saat itu terlambat menanggulangi. Bukan hanya senjata, ada batang kayu juga. Kami menggunakan segala macam. Kami bahkan menendang dengan kaki kami sendiri!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anda bilang Anda tidak bisa menolak untuk pergi dan menertibkan oposisi. Apa yang Anda rasakan saat ini [1 Okt.]?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak Senin, saya tidak bisa tidur. Saya tidak bisa tidur nyenyak. Saya hanya melihat gambaran mengerikan, mereka yang hidup, mereka yang dibunuh dengan peluru tajam dari jarak dekat… saat ini saya berada di level dimana… saya tidak bisa tidur. Saya mengalami mimpi buruk. Saya tidak bisa tidur.  (menghela napas).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Semua orang terbunuh?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perintahnya jelas, Pak: membunuh atau dibunuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Anda sendiri, apa Anda dipaksa untuk membunuh?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(hening) Sangat sulit bagi saya untuk menjawab pertanyaan ini. Seperti yang saya katakan. Pilihannya hanya membunuh atau dibunuh.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jadi perintah datang dari orang berkedudukan tertinggi?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jujur saja, sekarang tidak ada hirarki dalam kesatuan. Anda bisa menerima perintah dari siapapun. Semua orang mengatur. Tidak ada stupun hirarki dalam angkatan bersenjata Guinea. Sungguh kacau balau. (Angkatan bersenjata) kini tak ubahnya satuan gerilyawan. Kami sudah menjadi bagian angkatan bersenjata dalam waktu yang cukup lama, namun sekarang  jujur saja, yang ada sekarang hanyalah kekacauan. Dunia Internasional harus selamatkan kami, bila tidak, saya sangat khawatir akan keberlangsungan negara ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sudah banyak perbincangan mengenai kekacauan dalam angkatan bersenjata. Bisakah Anda ceritakan tentang kekacauan ini? Apakah BATA masih berfungsi dan sampai manakah keterlibatan Anda sekarang? Apakah ada satuan gerilya di dalam BATA?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, memang kesatuan ini termasuk di dalam BATA. Orang-orang  berdatangan. Bahkan ada yang datang dari Liberia, yang dilibatkan dalam angkatan bersenjata Guinea, di dalam BATA, tanpa latar belakang pendidikan, ataupun pelatihan militer sedikitpun. Mereka benar-benar pembunuh bayaran. Jujur saja, saya sendiri seorang tentara, tapi saya khawatir akan negara ini. Bukan dengan semangat semacam itu kita bisa taklukkan kekuasaan. Kita taklukkan kekuasaan untuk menjamin integritas negara kita, agar negara kita menjadi negara demokrat yang hebat. Tapi bukan ini yang sekarang sedang terjadi dalam angkatan bersenjata Guinea. Ini benar-benar memuakkan, kami takut, jujur saja. Bahkan kami, kesatuan militer, kami merasa takut. Sekarang, ada lebih dari 600 orang yang tergabung dalam angkatan bersenjata, orang-orang yang didatangkan dari hutan (gerilyawan), mereka yang berasal dari Liberia. Kami bahkan cemas akan ganjaran (yang akan kami terima).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sejak kapan Anda berada dalam kesatuan?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak 2002.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan sejak Anda bergabung dalam kesatuan, sejak Anda ambil bagian dalam BATA, apakah menurut Anda situasi kini semakin memburuk?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Situasi memang semakin memburuk dari hari ke hari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Apakah anggota-anggota baru juga dipersenjatai? Apakah Anda mendapat persenjataan baru? Apakah barak-barak kini banyak menerima persenjataan baru?<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setiap hari, persenjataan beredar di barak kami. Mereka yang baru direkrut dan bergabung pun memiliki senjata. Mereka diberi semuanya: granat, senjata tangan, amunisi. Tidak penting bila mereka baru saja bergabung (dalam kesatuan) atau sudah senior. Yang diutamakan adalah pelatihan prajurit dan juga  pelatihan cara berkelahi, itu saja. Ada juga sukarelawan muda yang direkrut, dan terus terang, mereka diajak bergabung supaya penguasa dapat mempertahankan posisi penguasa. Mereka tidak akan mau mengembalikan kekuasaan. Mereka seperti Presiden Conté. Sekarang kami dapat melihat, bahkan kami (para prajurit asli), wajah asli pemimpin ini. Kami (yang adalah anngota asli angkatan bersenjata), berubah menjadi kesatuan yang dimarjinalkan. Kami takut, kami tidak bisa angkat bicara. Sekarang ini, angkatan bersenjata berubah menjadi anarkis, sungguh anarkis, sungguh-sungguh anarkis! Saat ini, Kami tidak kenal siapa lawan, siapa kawan di dalam angkatan bersenjata ini. Sulit membedakan antara kapten dengan kopral. Mereka memukuli Jendral Toto, tokoh pasukan keamanan kepresidenan. Para kopral. Tidak ada lagi disiplin dalam angkatan bersenjata Guinea. Untuk angkatan bersenjata ini, bila tidak ada yang melakukan intervensi dari angkatan bersenjata asing, saya yakin Guinea akan tenggelam dalam waktu cepat ke dalam suasana anarkis, dan suasana anarkis ini akan mulai muncul dari barak kamp Alpha Yaya (barak milik Kapten Camara). Semua bumbu yang pertentangan ada di sana, dalam waktu dekat, di dalam barak kamp Alpha Yaya. Jujur saja, saya khawatir akan nasib negara ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hak cipta: Wawancara oleh Olivier Rogez, Radio France Internationale</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2392/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Israel: Doa dan Praktik Hari Pengampunan Dosa</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2340/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2340/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 17:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[Etnisitas]]></category>
		<category><![CDATA[Hong Kong (Cina)]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrani]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah dan Afrika Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2340</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini, hari suci Yom Kippur dirayakan oleh umat Yahudi di seluruh dunia pada tanggal 28 September. Mendekati hari paling suci dalam kalendar Yahudi, narablog Israel membagi pikiran, perasaaan, dan harapan mereka mengenai tahun baru melalui internet.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/maya-norton/">Maya Norton</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/04/israel-prayers-and-practices-for-day-of-atonement/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div>
<p>Tahun ini, hari suci Yom Kippur dirayakan oleh umat Yahudi di seluruh dunia pada tanggal 28 September. Mendekati hari paling suci dalam kalendar Yahudi, narablog Israel membagi pikiran, perasaaan, dan harapan mereka mengenai tahun baru melalui internet.</p>
<p>Pembaca non-Yahudi dapat mengenal Rosh HaShana yang adalah tahun baru umat Yahudi, dan hari suci Yom Kippur yang adalah hari pertobatan: puasa selama 10 hari setelah Rosh HaShana.</p>
<p><em>Rock of the Galilee</em> <a href="http://rockofgalilee.blogspot.com/2009/09/erev-yom-kippur.html">menulis</a> tentang perayaan spesial tahun ini yang dirayakan antara hari raya Rosh HaShana dan Yom Kippur.</p>
<blockquote><p>Minggu ini merupakan minggu yang bukan main sibuknya di antara rosh hashana dan yom kippur, saya melaksanakan tur selichot  (pengampunan dosa, <em>k</em><em>lik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Selichot">di sini</a></em><em> untuk lebih jelasnya</em>) sekali di Tsfat dengan para pria… lantas ke Yerusalem keesokan  sorenya dengan para wanita. Kami juga mendirikan sukkah<em> (kemah sementara  yang digunakan umat Yahudi selama festival Sukkot. Klik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sukkah">di sini</a> [en] untuk keterangan lebih lanjut)</em>, yang kami dapat dari teman kami…</p>
<p>Hari ini dimulai pada pukul 4:30 pagi. Tidak terlalu pagi karena kami mengganti jam kami malam sebelumnya, jadi terasa seperti pukul 5:30 pagi… Kemarin malam saya memutuskan ke nachal (sungai) untuk berendam lebih awal di mikvah (ritual mandi).</p></blockquote>
<p>Seorang Yahudi yang relijius, baik laki-laki maupun perempuan, menyucikan diri secara tradisional dengan melakukan <em>mikvah </em>selama hari raya.</p>
<p>Dalam blog <em>Ingathered</em>, Leah menulis bahwa ada dua motivasi untuk memohon pengampunan dosa dari G-D:takut akan hari pembalasan dan cinta yang agung. Ia <a href="http://ingathered.wordpress.com/2009/09/26/77/">menjelaskan</a> bahwa:</p>
<blockquote><p>Meskipun kedua tipe teshuva [permohonan untuk pengampunan dosa] ini diterima, pertama menyucikan dosa dan membersihkan papan skor, dan tahap kedua menempatkan pertobatan sebagai  keuntungan dengan mengubah dosa-dosa menjadi kebaikan.</p></blockquote>
<p>Di <em>Aliyah! Step by Step</em>, Yael <a href="http://olehgirl.com/?p=2359">merenungkan</a> aspek praktis dalam menyiapkan liburan:</p>
<blockquote><p>Setiap tahun saya terkejut menyaksikan mereka yang bersiap mental untuk menimbun barang. Seakan orang-orang mempersiapkan diri untuk hidup di bunker selama 6 minggu lamanya dan bukannya mengalami tutupnya pertokoan selama selama 24 jam. Seorang wanita di depan saya terus menyuruh anaknya yang terlihat enggan untuk mengumpulkan barang belanjaan, “Dudi, kembali ke sana dan ambil 4 buah yogurt lagi.”</p></blockquote>
<p>Mengenai Yom Kippur, <em>A Soldier’s Mother</em> <a href="http://israelisoldiersmother.blogspot.com/2009/09/yom-kippur-time-of-reflection.html">bertanya para pembaca</a> untuk mengenang serdadu yang melindungi negara, mengacu —seperti banyak yang dilakukan narablog Israel—tentang ancaman nuklir baru dari Iran, menyimak pidato Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada pertemuan Majelis Umum PBB minggu lalu.</p>
<blockquote><p>Putra-putri kita menjaga perbatasan negara kita, dilindungi oleh Tuhan yang telah menjanjikan kita tanah ini lagi dan lagi. Tuhan yang telah menyaksikan bahwa kit menjaga rumah selama lebih dari 2.000 tahun tanah yang selalu menjadi, dan akan selalu menjadi milik kita. Agungnya suatu perjanjian tersebut seakan mengejek Ahmadinejad dan Iran. Mereka bukanlah apa-apa, misil mereka hanya lelucon bila dibandingkan dengan Israel yang Perkasa.</p></blockquote>
<p>(Klik <a href="http://www.haaretz.com/hasen/spages/1024097.html">di sini</a> untuk teks lengkap pidato Ahmadinejad untuk PBB pada tanggal 24 September 2009.)</p>
<p>Dalam blog <em>South Jerusalem</em>, Gershom Gorenberg <a href="http://southjerusalem.com/2009/09/hiya-judge-on-dancing-yom-kippur/">memikirkan</a> ritual umat Yahudi yang terbentuk karena hubungannya dengan komunitas Diaspora yang pengaruh komunitas tersebut.</p>
<blockquote><p>Secara halus, dan tidak langsung, tampaknya, pengertian kita akan pertobatan suci terbentuk dan menjadi bagian dari kehangatan orang-orang yang kita kenal.</p></blockquote>
<p>Ia menulis ketika ia ke Bangkok selama Yom Kippur, ia dan sang istri sempat mengunjungi sinagog Yahudi Mizrahi —umat Yahudi dari komunitas Arab di Timur Tengah—dan kaget melihat perbedaan cara mereka berdoa, dibandingkan dengan umat Yahudi dari komunitas Eropa. Ia ingat:</p>
<blockquote><p>Kali pertama kami menghabiskan hari tobat dan puasa yang panjang bersama umat Yahudi Mizrahi. Kami sudah terbiasa dengan melodi Ashkenazim yang membuat kami menangis tersedu. Di Bangkok, dengan pandangan negatif dari masyarakat, umat Yahudi sangat hebat. <em>“Hatanu lefanekha, rahem aleinu”</em> – “Kami telah berdosadihadapanMu, kasihanilah kami,” mereka mengalunkan nada, seakan tidak ada yang bisa membuat mereka bahagia daripada bernyanyi.</p></blockquote>
<p>Jameel dalam <em>Muqata</em> menampilkan ritual <a href="http://muqata.blogspot.com/2009/09/unfinished-business-erev-yom-kippur.html">permohonan pengampunan dosa</a> dalam blognya kepada para pembacanya:</p>
<blockquote><p>Saya ingin memohon pengampunan dosa:<br />
- bila saya tidak menjawa surel kalian<br />
- bila saya lupa menambahkan mata rantai pada blog kalian/menambahkan kalian dalam blogroll saya<br />
- bila saya mengabaikan menulis pos yang telah diminta.<br />
- bila saya menulis fakta yang tidak akurat di blog sepanjang tahun ini.</p>
<p>Saya sudah mencoba dengan susah payah untuk memperbaharui pos berdasarkan fakta, melengkapi sumber dan mata rantai hiper dan mencoba untuk mengoreksi cerita maupun pos apapun yang tidak akurat.</p></blockquote>
<p>Dalam blog <em>eJewishPhilanthropy</em>, Gail Hyman <a href="http://ejewishphilanthropy.com/a-communicator%E2%80%99s-al-chet/">membagi</a> daftar yang berhubungan (kutipan):</p>
<blockquote><p>Saya bertanya-tanya berapa banyak pelanggaran komunikasi yang kita semua lakukan.<br />
- Kegagalan untuk mengumpulkan fakta yang benar.<br />
- Kegagalan untuk mendengarkan secara cermat karena itu adalah inti berkomunikasi.<br />
- Kegagalan untuk menerima pendapat dan sudut pandang oranglain.<br />
- Kegagalan untuk menyimak bahwa banyak – tidak hanya satu – perspektif yang valid dalam suatu subyek.<br />
- Kegagalan untuk berpendapat dalam topik masalah yang membutuhkan suara kalian.<br />
- Kegagalan untuk berkomunikasi lebih sering dengan mereka yang membutuhkan dan pantas mendapatkan perhatian kalian.</p></blockquote>
<p>Kembali ke <em>Muqata</em>, Jameel juga berbagi cara yang menarik yang ia dan komunitasnya lakukan dalam memperingati Yom Kippur:</p>
<blockquote><p>Perjanjian kami adalah untuk kembali berpartisipasi dalam “Biyachad” (Bersama) suatu komunitas layanan doa, dimana umat Yahudi sekuler dan religius bersatu dalam doa pada hari Yom Kippur. Penyelenggaraan dilaksanakan di sekolah setempat, bukan sinagog resmi — namun dalam tanah yang netral jadi tak seorangpun merasa “asing.”</p>
<p>Komunitas yang berdoa bersama, dengan perwakilan dari SEMUA sektor adalah sesuatu yang benar-benar spesial. Pada hari suci yang kuhsyuk ini, umat Yahudi menyingkirkan sejenak perbedaan, politik, dan percekcokan diantara mereka — dan memohon pengampunan dosa dari Tuhan.</p></blockquote>
<p>Dalam blog <em>Jerusalem Diaries</em> dan<em> Jewliciou</em>s, narablog Judy Lash Balint dan Rabbi Yonah menulis tentang ritual praktis <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kapparot">kapparot</a></em>. <em>Kapparot</em> memerlukan seekor ayam (atau obyek simbolis lainnya) diayunkan di atas kepala selama tiga kali. Para pelaksana yakin bahwa dosa dipindahkan ke obyek tersebut dan, melalui proses pengayunan, dilepaskan baik dari orang yang mengayunkan maupun obyek yang diayunkan.</p>
<p>Dalam posnya, “Mendekati Hari Besar,” Lash Balint <a href="http://jerusalemdiaries.blogspot.com/2009/09/approaching-big-day.html">mengajak kita</a> untuk menyimak tahapan dalam rangka persiapan hari suci, dimulai dengan kapparot:</p>
<blockquote><p>Di area parkir dekat dengan pasar Machane Yehuda di Yerusalen, lusinan ayam hidup diputar di atas kepala para pria, wanita, dan anak-anak sementara pengumuman berbunyi: “Ini adalah ganti saya, penawaran pribadi saya, penebusan dosa saya: Ayam ini akan bertemu ajalnya sementara saya terus melanjutkan hidup damai yang baik, panjang.” …Ayam ini disumbangkan untuk mereka yang memerlukan atau menebusnya dengan uang yang kemudian akan diberi pada orang miskin.</p></blockquote>
<p>Ia melanjutkan:</p>
<blockquote><p>Keesokan harinya di jalanan tersebut, pria berlari dengan handuk menuju mikvah terdekat (ritual mandi). Banyak yang sudah membangun sukkot(bilik-bilik)  mereka dalam persiapan mereka menyambut Sukkot, festival satu minggu yang mulai seminggu setelah Yom Kippur. Segala macam struktur Sukkot terlihat dari balkon, sudut jalan dan di depan kafe. Dekorasi terakhir dan selubung theschach akan ditambahkan tepat setelah akhir perayaan Yom Kippur.</p></blockquote>
<p>Lash Balint menambahkan bahwa surat kabar memprediksi sekitar 71% umat Yahudi Israel antara 18 dan 35 tahun akan berpuasa tahun ini pada hari Yom Kippur.</p>
<p>Dalam blog <em>Jewlicious</em>, Rabbi Yonah bertanya pada para pembaca obyek apa yang mereka gunakan untuk kapparot tahun ini. Dan berikut adalah <a href="http://www.jewlicious.com/2009/09/what-do-you-use-for-kapporoskaparot/">hasilnya</a>:</p>
<blockquote><p>- Uang (40%)<br />
- Ayam (25%)<br />
- Tidak memraktikkan Kaparo (25%)<br />
- Sayuran (10%)<br />
- Ikan (0%)</p></blockquote>
<p>Chaviva dari <em>Kvetching Editor</em> menguraikan pencariannya akan Tuhan di antara doa dan praktik. Dalam sebuah pos berjudul, “Ketika Saya Panggil, Akankah Tuhan Jawab?” ia <a href="http://www.kvetchingeditor.com/2009/09/when-i-call-will-you-answer.html">mengingat kembali perasaannya</a> terhadap agama dalam usahanya memperoleh jawaban waktu yang sama setahun yang lalu.</p>
<blockquote><p>Satu hal yang saya benci dari “agama” adalah kurangnya rima dan alasan. Hal-hal dilakukan dengan alasan “memang ini yang kami lakukan.” Kamu pergi ke gereja hari Minggu karena itu yang dilakukan umat Kristen yang baik. Kamu berdoa tiga kali sehari, karena itu yang dilakukan umat Yahudi yang baik…</p>
<p>Pertanyaan MENGAPA tampak kabur. Ini yang sangat menarik perhatian saya pada agama Yahudi…. Agama ini memberikan pencerahan dan hebatnya jumlah diskusi dan argumen umat Yahudi.</p></blockquote>
<p>Dalam catatan jauh yang lebih duniawi, Dion Nissenbaum dalam <em>Checkpoint Jerusalem</em> menyediakan pembacanya dengan ringkasan yang berkenaan dengan rabi tentang harus atau tidak umat Yahudi menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Crocs">Crocs</a> pada hari Yom Kippur. Setelah menyimak berbagai macam pendapat, <a href="http://blogs.mcclatchydc.com/jerusalem/2009/09/ugly-crocs-too-comfy-for-jewish-holiday.html">konklusinya</a> terlihat:</p>
<blockquote><p>Seorang rabi yang ultra-Ortodoks telah memutuskan bakiak plastik jelek itu tidak mewakilkan tingkat penderitaan yang pantas untuk hari suci pengampunan dosa umat Yahudi.</p>
<p>Umat Yahudi dilarang menggunakan kulit pada hari ini, membuat merk Crocs, yang dibuat dari plastik, menjadi alternatif populer.</p></blockquote>
<p>Steve dalam <em>Israel Seen</em> <a href="http://israelseen.com/2009/09/27/thoughts-for-yom-kippur/">meninggalkan kita</a> dengan berkatnya:</p>
<blockquote><p>Terberkatilah kalian umat Yahudi dan Non Yahudi dalam perayaan hidup yang mengetahui dengan benar bahwa banyak orang di seluruh dunia yang masih menderita karena ditindas, kemiskinan dan kurangnya kesempatan yang tersedia. Sampai kita semua bebas nanti pasti ada bagian dari diri kita yang terluka karena penderitaan.</p></blockquote>
<p>Terakhir, narablog Yahudi <em>Ima On (and Off) the Bima</em>, menulis jurnal berjudul, “I Hope You Don’t Have an Easy Fast,”-&#8221;Saya Harap Puasa Kamu Tidak Mudah&#8221; meninggalkan kita dengan <a href="http://imabima.blogspot.com/2009/09/i-hope-you-dont-have-easy-fast.html">harapan yang bersemangat</a>:</p>
<blockquote><p>Saya tidak ingin puasa saya dimudahkan. Saya ingin puasa saya mempunyai tujuan. Saya ingin puasa saya menjadi penuh makna. Saya ingin puasa saya mengingatkan saya bahwa ada orang-orang yang kelaparan. Saya ingin puasa saya mengingatkan saya bahwa sisi spiritual saya masih harus diperdalam lagi. Saya ingin merasakan ringannya perasaan saya saat puasa berakhir ketika saya berdiri dengan kaki saya selama hampir 12 jam memimpin pelayanan dan saya ingin momen tersebut mengangkat saya dan membantu saya merasakan hubungan nyata dengan Tuhan.</p>
<p>Jadi tahun ini saya tidak mengucapkan siapapun puasa yang mudah. Semoga puasa kalian sarat akan apapun yang kalian perlukan. Semoga puasa kalian penuh dan bertujuan dan sarat makna.</p></blockquote>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2340/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Republik Dominika: Konstitusi Melarang Aborsi Apapun Alasannya</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2295/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2295/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 16:44:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Conversations for a Better World]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Dominika]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[KATEGORI]]></category>
		<category><![CDATA[KHUSUS]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2295</guid>
		<description><![CDATA[Setelah perdebatan  sengit, yang melibatkan dokter, sosiolog, dewan perwakilan Gereja Katolik, organisasi kesehatan internasional, dan politikus, pembuat Undang-Undang dari Republik Dominika meratifikasi sebuah pasal dalam Undang-Undang Konstitusional, kini UU melarang wanita mengakhiri masa kehamilannya (aborsi) apapun alasannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/rocio-diaz/">Rocio Diaz</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/01/dominican-republic-constitution-bans-abortion-in-all-cases/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>Setelah perdebatan  sengit, yang melibatkan dokter, sosiolog, dewan perwakilan Gereja Katolik, organisasi kesehatan internasional, dan politikus, pembuat Undang-Undang dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dominican_Republic">Republik Dominika</a> meratifikasi sebuah pasal dalam Undang-Undang Konstitusional, kini UU <a href="http://ourlatinamerica.blogspot.com/2009/04/abortion-banned-in-dominican-republic.html">melarang wanita mengakhiri masa kehamilannya (aborsi) apapun alasannya</a>.</p>
<p>Keputusan ini, menurut beberapa orang merupakan pengaruh dari Gereja Katolik dan masa pemilihan Kongres yang akan berlangsung dalam waktu dekat berperan besar dalam menempatkan Republik Dominika masuk ke dalam kelompok negara-negara kecil yang secara hukum melarang aborsi, termasuk kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan terutama kehamilan yang mengancam nasib janin dan ibu. Para wanita yang menjadi korban kejahatan inses dan pemerkosaan juga dilarang melakukan aborsi.</p>
<div style="width: 410px; text-align: center;"><a href="http://duarte101.com/2009/09/14/aborto-en-la-catedral/"></a></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/siaborto.jpg" alt="Abortion opposition banner outside the Cathedral in Santo Domingo by Duarte 101 and used with permission." width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Panji menolak aborsi di luar gereja Katedral di Santo Domingo oleh Duarte 101 dan digunakan dengan izin.</p></div>
<p>Pasal ini dipertanyakan ini dikenal dengan nama Pasal 30, menyatakan: “hak untuk hidup seseorang tidak dapat diganggu gugat sejak masa seseorang dikandung hingga meninggal. Hukuman mati tidak dapat diberikan, diputuskan, atau dijatuhkan dalam kasus apapun.”</p>
<p>Sejak rancangan pasal tersebut disetujui pada bulan April, <a href="http://dominicanoshoy.com/articulos/articulo/hombres-y-mujeres-realizan-marcha-contra-articulo-30/">aksi protes terus berdatangan [es]</a>. Sosiolog Rosario Espinal <a href="http://hoy.com.do/opiniones/2009/9/22/294726/No-gano-la-vida-contra-el-aborto">menulis bahwa sekarang hak wanita akan kesehatan dan hidup secara layak dirampas [es]</a>, dan menambahkan bahwa dokter yang mengoperasikan aborsi secara ilegal akan dikenai denda uang dalam jumlah besar karena risiko dari aborsi yang terlalu tinggi.</p>
<p>Banyak yang yakin bahwa keputusan ini muncul akibat meningkatnya jumlah aborsi gelap, begitu juga angka kematian ibu. Namun, proses pengesahan Pasal ini juga menjadi topik pembicaraan banyak narablog.</p>
<p>Luis José López <em>Ahí e&#39; que Prende [es]</em> <a href="http://ahiequeprende.com/2009/09/14/cuando-hasta-amnistia-internacional-habla/">menggarisbawahi Pasal 30 adalah pasal kontroversial yang paling diperdebatkan dalam Perubahan Undang-Undang Konstitusional</a>, dan menggarisbawahi bahwa organisasi HAM  <a href="http://www.clavedigital.com/App_Pages/Noticias/Noticias.aspx?id_Articulo=25902">Amnesty International telah menyatakan ketidaksetujuan mereka atas keputusan ini [es]</a>. Menurut López, makna hidup seseorang bisa diperdebatkan secara dalam dan tulus dengan memandang seluruh aspek, dan hal ini yang tidak terjadi di Republik Dominika:</p>
<blockquote><p>El tema del aborto es un tabú en RD demasiado influenciado por las iglesias y las religiones. Mencionar la palabra es inclusive mal visto por muchos. Quienes se atreven a cuestionar el status quo, quienes se atreven a decir: “detengámonos a pensar” son inmediatamente censurados y condenados por el debate público.</p></blockquote>
<div class="translation">Aborsi adalah hal tabu di Republik Dominika, terlalu banyak pengaruh dari gereja dan agama. Bahkan menyebut katanya saja dianggap tidak senonoh oleh banyak orang. Bagi mereka yang berani mempertanyakan status quo aborsi, bagi mereka yang berani berkata “berhenti sebentar dan marilah berpikir” langsung disensor dan dicecar dalam debat terbuka.</div>
<p>Nyaris <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dominican_Republic#Religions">89% dari jumlah populasi</a> merupakan penganut agama Katolik Roma, Gereja mempunyai pengaruh kuat di segala aspek dalam masyarakat. Meskipun kenyataan keyakinan agama yang terlalu kuat ini, beberapa narablog seperti José Rafael Sosa, yang juga penganut Katolik Roma, <a href="http://josersosa.blogspot.com/2009/09/una-margarita-y-el-articulo-30.html">tidak setuju keputusan pribadi semacam ini diatur oleh Konstitusi</a>:</p>
<blockquote><p>Respeto mi Iglesia pero ello no me impide analizar el dificil tema con mi optica. El espacio legal para enfrentar lo que se llama “Aborto Criminal”, no es la Constitución. Nadie en su sano juicio, puede apoyar que se aborte una criatura ya formada, genéticamente hablando, siempre que el embarazo sea producto de una decisión de la madre, no de una violación o que intervengan otras circunstancias clínicas. En primer lugar, el tema debió haber sido decididopor quienes traen hijos al mundo, no por puros hombres buscando votos de fe. En segundo lugar, no se buscaba consagrar constitucionalmente el derecho caprichoso a abortar. El aborto es una realidad social que no se gobierna con la dinámica de aprobación de leyes o artículos constitucionales. El aborto es una realidad social que ahora provocará un aumento de la mortalidad de las mujeres que tambien tienen una vida que ser preservada. Los culpables acaban de votar publicamente por esa posibilidad. Y eso es un crimen.</p></blockquote>
<div class="translation">Saya menghormati Gereja saya, namun ini tidak menghalangi saya dalam menganalisa topik yang termasuk sulit menurut sudut pandang saya. Alat hukum yang harus menghadapi kasus “Aborsi Krimnal” bukanlah Konstitusi. Tidak satupun dalam penilaian waras mereka, mendukung pembunuhan terhadap janin, yang sedang berkembang, secara genetis, bila kehamilan merupakan keputusan si ibu, dan bukannya akibat pemerkosaan atau akibat situasi klinis tertentu. Pertama, masalah ini seharusnya diurus oleh mereka yang mempunyai anak, dan tidak oleh para pria yang mencari suara dari pendukung setia mereka. Kedua, tidak satupun yang memancing Konstitusi untuk melegalkan hak aborsi. Aborsi adalah kenyataan sosial yang tidak diatur oleh dinamika persetujuan pasal atau hukum Konstitusional. Aborsi adalah kenyataan sosial yang sekarang akan mengarah pada meningkatnya angka kematian wanita yang ingin memiliki hidup terbebas dari rasa malu. Partai  yang bersalah melihat kemungkinan ini. Dan ini adalah suatu bentuk kejahatan.</div>
<p>Pada akhirnya, beberapa narablog merasa keputusan yang dibuat berdasarkan tujuan politik oleh para pembuat undang-undang. Dalam hal ini, María Isabel Soldevila yakin pihak Kongres “<a href="http://mariasoldevila.blogspot.com/2009/09/senales-de-alerta-ciudadana.html">memalingkan wajah mereka dari masyarakat. [es]</a>”  María de Jesús, seorang pembaca <em><a href="http://www.diariolibre.com/noticias_det.php?id=216156&amp;page=2">Diario Libre [es]</a></em> meringkas rasa jijiknya:</p>
<blockquote><p>Sarta de hipocritas y a los que se creen que se votó por la vida, cuando una mujer tiene que abortar porque su vida esta en peligro y no lo hace SE MUEREN LA MUJER Y EL FETO! Balsa de ignorantes! La muerte va a tener un dos por uno en Republica Dominicana. Que vergüenza ser dominicana de ahora en adelante.</p></blockquote>
<div class="translation">Sederet kemunafikan, dan mereka yang mengira mereka pro kehidupan, ketika seorang wanita membutuhkan aborsi karena hidup mereka dalam bahaya dan mereka tidak mendapatkannya, akhirnya WANITA DAN JANIN TERSEBUT MENINGGAL. Sungguh sikap masa bodoh! Sekarang angka kematian akan menjadi 2 bukannya 1 di Republik Dominika. Mulai saat ini menjadi warga negara Republik Dominika adalah sesuatu yang sangat memalukan.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2295/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
