<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Global Voices dalam bahasa Indonesia &#187; Juliana</title>
	<atom:link href="http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.globalvoicesonline.org</link>
	<description>Dunia berbicara. Apakah kamu mendengarkan?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 21:59:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Profil penulis: Sara Moreira</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/08/1940/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/08/1940/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 17:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Kontributor GV]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1940</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehDavid Sasaki  &#183; Diterjemahkan oleh Juliana &#183;  Lihat pos asli 

Minggu lalu, saya berhasil menemui seorang penulis Global Voices, Sara Moreira di International School for Digital Transformation di Porto, Portugal. Sara mengikuti program di sekolah ini setelah mengunjungi Timor Timur, negara tempat Sara bertugas sebagai seorang narablog dan penulis Global Voices

Sara mengajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/david-sasaki/">David Sasaki</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/07/26/featured-author-sara-moreira/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div class="entry" style="text-align: justify;">
<p>Minggu lalu, saya berhasil menemui seorang penulis Global Voices, <a href="http://saritamoreira.blogspot.com/">Sara Moreira</a> di <em><a href="http://digitaltransformationschool.org/2009/">International School for Digital Transformation</a></em> di Porto, Portugal. Sara mengikuti program di sekolah ini setelah mengunjungi Timor Timur, negara tempat Sara<a href="http://globalvoicesonline.org/author/sara-moreira/"> bertugas sebagai seorang narablog</a> dan penulis Global Voices</p>
<p><img src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/07/grande-contraste.jpg" border="0" alt="grande contraste.jpg" width="320" height="250" /></p>
<p><em>Sara mengajar komputer pada para wanita muda di Universitas Nasional, Timor Leste</em></p>
<p>Sara bekerja sebagai seorang pengajar pada Universitas Nasional, Timor Leste dan <a href="http://liz-henry.blogspot.com/2008/12/winner-for-hp-magic-giveaway.html" target="_blank">mendapat bantuan perangkat komputer</a> dari Hewlett-Packard untuk membantu memperkenalkan tentang ilmu komputer dan mendesain situs web.</p>
<p>Jangan lewatkan <a href="http://globalvoicesonline.org/2009/02/02/one-only-isp-and-one-big-digital-gap-in-east-timor/">tiga</a><a href="http://globalvoicesonline.org/2009/02/15/east-timor-suai-media-space-challenging-the-digital-gap/" target="_blank"> seri </a><a href="http://globalvoicesonline.org/2009/05/09/east-timor-from-sighs-to-steps-forward-with-the-use-of-the-internet/" target="_blank">tulisan</a> Sara tentang perayaan 9 tahun akses internet di Timor Leste.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/08/1940/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paraguay: CIP, ajang tampil sineas nasional</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/08/1938/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/08/1938/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 17:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Paraguay]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1938</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehJuliana Rincón Parra  &#183; Diterjemahkan oleh Juliana &#183;  Lihat pos asli 
Mereka menyebutnya sebagai saluran video alternatif, sehingga video yang ditayangkan  tidak harus bersaing dengan acara video ulang tahun keluarga, kegiatan binatang peliharaan dan menyanyi secara lip-sync. Dua kawula  muda Paraguay mencoba cara lain dan menciptakan Cip, sebuah situs web yang didedikasikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/juliana-rincon-parra/">Juliana Rincón Parra</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/07/26/uruguay-cip-showcasing-national-films-and-shorts/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Mereka menyebutnya sebagai saluran video alternatif, sehingga video yang ditayangkan  tidak harus bersaing dengan acara video ulang tahun keluarga, kegiatan binatang peliharaan dan menyanyi secara lip-sync. Dua kawula  muda Paraguay mencoba cara lain dan menciptakan <a href="http://www.cip.com.uy/">Cip</a>, sebuah situs web yang didedikasikan untuk menampilkan karya para sutradara film indie sehingga bisa dinikmati oleh kalangan yang lebih luas. Situs ini memakai cara yang sama dengan pemutaran film di bioskop, dengan premier, beberapa studio tempat memutar film, musim pemutaran, tapi dengan jangkauan yang lebih luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih pada <a href="http://twitter.com/damianemanuel1/status/2613728629">@damianemanuel1</a> karena lewat tautan twitternya kami menemukan situs video ini.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><span class="status-body"><span class="entry-content">Cine virtual desde Uruguay para combatir la chatarra de YouTube <a rel="nofollow" href="http://bit.ly/V39pT" target="_blank">http://bit.ly/V39pT</a></span></span></p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Sebuah bioskop virtual yang dibentuk kaum muda Uruguay yang menjadi alternatif You Tube.</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="text-align: justify;"><a href="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/07/cip2.jpg"><img class="size-medium wp-image-87610" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/07/cip2-300x294.jpg" alt="Uruguayan documentary on http://www.cip.com.uy/" width="300" height="294" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Anda dapat saksikan di http://www.cip.com.uy/</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blogcip.blogspot.com/2009/06/on-line.html">Menurut pengagasnya</a>, Andres Nicolon dan Jose Luis Elizalde, situs web ini menjawab kebutuhan para sineas yang ingin agar karya mereka bisa dikenal dengan cepat.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>¿Dónde puedo exhibir seriamente mis obras en un medio tan masivo, económico y accesible como Internet? ¿Cómo puede ser reconocida mi labor (actriz, actor, guionista, director, camarógrafo, productor, músico, etc.) en cine? ¿No tengo alternativa y debo publicar mi trabajo junto con los top 10 de mejores bloopers de gente montando a caballo? ¿Siempre los más conocidos son los que ocupan el lugar más importante?</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">
<p>&#8220;Wahana apakah yang dapat menandingi Internet yang dapat saya gunakan untuk menampilkan karya Saya secara besar-besaran, ekonomis, dan mudah diakses? Bagaimana caranya agar karya Saya (sebagai aktris, aktor, penulis, sutradara, kameramen, produser, musisi dan lain sebagainya) bisa dikenal dan ditonton banyak orang? Apakah saya tidak punya pilihan lain selain mempublikasikan film saya bersama dengan film latihan menunggang kuda atau film-film lain yang tidak jelas? Atau orang-orang yang sudah terkenal yang selalu mendapatkan tempat khusus?</p>
<p><a href="http://www.cip.com.uy/">Cip</a> tidak hanya menyediakan tempat untuk mempertunjukkan film dalam situs mereka, tapi juga memberikan jasa lainnya. Mereka juga membantu para pembuat film untuk proses paska produksi dan editing, efek khusus dan juga presentasi. Mereka juga bisa membuat materi promosi untuk film seperti poster, trailer dan iklan secara umum atau sistem promosi film yang lebih spesifik seperti pemutaran film di berbagai tempat.</p>
<p>Saat ini sudah ada 7 film dalam situs mereka, 4 film Spanyol, satu hasil karya kolaboratif dan 2 film pendek karya pembuat film Paraguay, satu film fiksi dan satu film dokumenter. Semua film bisa diunduh dalam format ramah iPod. Sayangnya, situs ini tidak mengizinkan pengunjung untuk berbagi film dengan situs lain, tapi Anda bisa melihat filmnya pada situs <a href="http://www.cip.com.uy/">http://www.cip.com.sy.</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/08/1938/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maladewa: Jurnalis, profesi penuh risiko</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1868/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1868/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 09:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Jender]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Maladewa]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1868</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehSaffah Faroog  &#183; Diterjemahkan oleh Juliana &#183;  Lihat pos asli 
Setidaknya tiga jurnalis di Kepulauan Maladewa telah menjadi korban kekerasan fisik atau verbal dan intimidasi psikologis dalam rentang waktu 10 hari terakhir.
Kasus pertama terjadi pada Ahmed Zahir (Hiriga), Redaktur Eksekutif  Harian Haveeru dan Ketua Asosiasi Jurnalis Maladewa, yang diserang oleh seorang tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/faroog/">Saffah Faroog</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/07/26/maldives-journalists-at-risk/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Setidaknya tiga jurnalis di Kepulauan Maladewa telah menjadi korban kekerasan fisik atau verbal dan intimidasi psikologis dalam rentang waktu 10 hari terakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus pertama terjadi pada Ahmed Zahir (Hiriga), Redaktur Eksekutif  Harian Haveeru dan Ketua Asosiasi Jurnalis Maladewa, yang diserang oleh seorang tak dikenal di luar gedung parlemen, ketika dia sedang meliput protes di tempat tersebut. Yang menarik, protes tersebut dipicu oleh pertikaian antara anggota Partai Demokrasi Maldivian, yang merupakan partai berkuasa dan Partai Dhivehi Tayyithunge (Dhivehi Rayyithungen Party - DRP)</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus kedua melibatkan sebuah artikel tulisan Maryam Omidi, editor Minivan News, sebuah koran online berbahasa Inggris. Dalam artikelnya, Omidi menuliskan tentang larangan dari Amnesti Internasional pada <a href="http://www.amnesty.org/en/for-media/press-releases/maldives-over-one-hundred-people-risk-being-flogged-20090721" target="_blank">hukuman cambuk di Maladewa </a>dan menggarisbawahi bahwa wanita kerap menjadi korban hukuman cambuk karena perselingkuhan, sementara pria bisa dengan mudah menghindar karena kurangnya bukti. Meskipun sang penulis tidak mengekspresikan opini pribadi dalam masalah ini, beberapa kelompok di Maladewa menganggap artikel tersebut mengandung muatan anti Islam dan mengorganisir protes terhadap Minivan News. Para demonstran juga meminta agar Omidi, yang merupakan pendatang di Maldewa, untuk dideportasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Maldives Dissent, </em>sebuah blog yang mengkritisi pemerintah mengangkat mengenai masalah ini dan memberi contoh pada beberapa kasus hukuman cambuk adalah <a href="http://maldivesdissent.blogspot.com/2009/07/religious-right-calls-violence-against.html" target="_blank">korban kekerasan seksual pada anak</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Hukuman cambuk di depan umum yang mengundang kontroversi terjadi pada seorang gadis berumur 18 tahun. Ada beberapa kejanggalan dalam kasus ini, hanya saja tidak ada yang peduli. Baru kemudian terungkap bahwa gadis tersebut, yang mengaku telah melakukan hubungan seks di luar nikah dengan dua orang pria dewasa, diputus bersalah pada saat umurnya belum  18 tahun. Dan hal tersebut akan membawa dampak yang cukup berat bagi negara. Bukan saja negara gagal melindungi seorang gadis di bawah umur dari kekerasan seksual, tapi malah menambah derita kekerasan fisik. Lebih menyedihkan lagi, ini bukanlah kasus pertama. Pada tahun 2006, setidaknya ada 22 gadis yang berusia di bawah 18 tahun yang harus menjalani hukuman cambuk di depan umum, dengan kasus perzinahan atau mempunyai anak tanpa ikatan pernikahan</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Hukum kekerasan seksual pada anak di Maldewa baru bisa diterapkan jika ada pengakuan dari pelaku dan didukung setidaknya 4 saksi mata. Artinya, jika korban melaporkan tindakan kekerasan seksual tapi pelaku menyangkal, maka justru korban yang bisa dinyatakan bersalah karena melakukan hubungan seksual diluar nikah. Jika korban masih berusia di bawah 18 tahun, maka pelaksanaan hukuman bisa menunggu sampai cukup umur. Dengan memberlakukan pola hukum seperti ini, setidaknya Maladewa melanggar empat Konvensi PBB tentang hak asasi manusia yang telah diratifikasi : konvensi hak anak, konvensi hak-hak sipil dan kehidupan berpolitik, konvensi anti penyiksaan terhadap manusia dan konvensi anti diskriminasi terhadap wanita.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kasus ketiga adalah penyerangan terhadap <em>Ibrahim Rasheed</em>, seorang jurnalis pada stasiun televisi pemerintah, Television Maldives (TVM), yang menerima perlakuan kasar ketika sedang meliput kumpulan orang yang berada di luar keduaman mantan presiden, Maumoon Abdul Gayoom. Kerumunan orang tersebut hendak melihat mantan presiden yang akan dibawa polisi dengan tuduhan korupsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam blognya, South Asian Free Media Association (SAFMA) <a href="http://safma-maldives.blogspot.com/2009/07/safma-maldives-media-statement.html" target="_blank">mengecam tindakan penyerangan tersebut:</a></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>SAFMA mengekspresikan kepedulian pada berbagai kejadian penyerangan pada jurnalis dan menghimbau agar semua pihak menghormati kebebasan berpendapat dan juga kebebasan media yang tercantum pada undang-undang di Maladewa.</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>SAFMA-Maladewa juga berpedapat bahwa tidaklah wajar jika semua media mempunyai opini yang sama terhadap satu masalah dan percaya bahwa masyarakat harus bisa mendapatkan informasi yang seluas-luasnya dan dari berbagai sudut pandang yang berbeda dan menghimbau kepada pemerintah, partai politik dan masyarakat pada umumnya untuk menghormati jurnalis yang sedang melakukan tugasnya mengumpukan berita.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sampai beberapa tahun yang lalu, Maladewa dikenal sebagai negara yang represif, dengan <a href="http://globalvoicesonline.org/2007/02/07/press-freedom-watchdogs-slam-maldives/" target="_self">pembatasan kebebasan berekspresi oleh pemerintah</a> dan jurnalis yang melakukan kritik terhadap pemerintah kerap kali mendapatkan ancaman. Dengan diberlakukannya pemerintah yang demokratis sejah November 2008, pemerintah tidak lagi menghalangi kebebasan pers. Biarpun begitu, dengan adanya beberapa kasus intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh beberapa kelompok dalam masyarakat masih mengindikasikan bahwa profesi jurnalis masih penuh resiko, terutama dalam dalam situasi politik Maladewa yang sedang bergolak seperti sekarang ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1868/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Arab: Selamat Jalan Michael Jackson</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1772/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1772/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 17:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Bahrain]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Kuwait]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1772</guid>
		<description><![CDATA[Para bloger dari dunia Arab memusatkan perhatian pada upacara pemakaman Michael Jackson. Inilah beberapa di antaranya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/amira-al-hussaini/">Amira Al Hussaini</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/07/07/arab-world-good-bye-michael-jackson/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Perhatian para bloger dari berbagai negara di dunia Arab tersedot pada upacara pemakaman Raja Pop, Michael Jackson yang ditayangkan dalam layar lebar langsung dari Staples Center di Los Angeles. Berikut ini cuplikan reaksi dari beberapa bloger dari Saudi Arabia, Kuwait dan Bahrain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Saudi Arabia:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kematian Jackson yang tiba-tiba, ternyata memancing emosi di Saudi.<em><a href="http://sarahjassi82.jeeran.com/archive/2009/7/902964.html">Sarah Mattar</a> </em>menuliskan</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<div class="arabic">الموت العلني يخيفني، يجعلني أتواجه مع كل الحقائق التي لا أحب أن أتأكد من واقعيتها، حينما استيقظت على خبر وفاة المطرب العالمي ( مايكل جاكسون ) فعلت كما فعل معظم الناس في العالم، حرّكت الرموت كنترول على معظم الفضائيات، أبحث عن صورة أخيرة لهُ، عن حقيقة لا افهمها، عن قصة تعيد لي حياته التي تلاشت في غضون دقيقة، لكن لا شيء يبّشر بالخير، لا شيء يدفعني إلا لقضم أصابع التعب والألم، لقد شعرت بالضيق لأجله، ولأجل كل الذين يموتون بالعلن أمامنا، ونتحضر نحن لكل تفاصيل موتهم الذي يأتي مفاجئاً لنا. هم يرحلون دون أن يشعروا بأنهم خلفوا في داخلنا فراغاً كبيراً من الألم لأجلهم، حينما يرحل الأموات، فهم لا يتمسكون بنا، نحن فقط من نمد أصابعنا العشر نلاحق ضبابية وجودهم من جديد في حياتنا!!</div>
<div class="arabic">Kematian yang mendadak membuat saya takut. Semua itu memaksa saya untuk menghadapi semua realita yang ada. Ketika mendengar kabar meninggalnya Michael Jackson, saya melakukan apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang di seluruh dunia. Saya menekan-nekan remote control, mencari di berbagai stasiun televisi, mencari liputan terakhir tentangnya dan mencari tahu hal-hal yang tidak saya mengerti. Saya mencari berita tentang 30 menit terakhir kehidulannya. Tapi di sana saya tidak bisa menemukan sesuatu, kecuali rasa stres dan kekecewaan, yang membuat saya gigit jari. Saya merasa kecewa padanya dan pada semua orang yang kematiannya diekspos di depan publik, sehingga kita mengetahui secara detil berita seputar kematiannya, dan terkadang membuat kita terkejut. Mereka meninggalkan kita tanpa merasakan betapa semua itu meninggalkan bekas yang mendalam pada orang banyak. Ketika mereka meninggalkan kita untuk selama-lamanya, mereka tidak peduli dengan kami yang mengharapkan agar mereka tetap berada di tengah-tengah kita.</div>
</blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;"><strong>Kuwait:</strong></div>
<p style="text-align: justify;">Dari Kuwait, <a href="http://loft965.com/2009/07/07/beyonce-sings-for-michael-jackson/"><em>Loft965</em></a> menuliskan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Siapa yang bisa menduga bahwa Beyoncé dan saya menyukai lagu MJ yang sama. Kepergiannya menyatukan banyak orang. Hal inilah yang menyentuh hati. Bagian ketika Beyoncé menyebutkan nama MJ berkali-kali di tengah lagunya, dengan terisak.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Masih di Kuwaitt, <a href="http://mazeofthoughts.wordpress.com/2009/07/07/stars-to-accompany-the-king/"><em>Maze of Thoughts</em></a> menambahkan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>7.500 fan mendapatkan kesempatan untuk menghadiri pemakaman MJ. Sekitar 1,6 juta pengemar dari seluruh penjuru dunia berusaha membeli tiket agar bisa hadir. Saat itu menjadi saat yang menyedihkan bagi fan MJ. Sang Raja akan selalu hidup dalam hati jutaan orang.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-style: normal;">Dan </span><a href="http://www.4thringroad.com/?p=5063">4thringroad</a></em> melaporkan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Saya tahu ada banyak orang yang sudah jenuh dnegan berita Michael Jackson, saya tidak tahu bagaimana pendapat Anda. Biarpun begitu setiap pagi saya menyempatkan untuk membaca berita, yang menurut saya aneh, tentang MJ yang dikuburkan tanpa otak karena akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang penyebab kematiannya.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bahrain:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dari Bahrain, <em><a href="http://suad.me/blog/2009/07/04/%D9%84%D9%8A%D8%B3-%D8%AF%D9%81%D8%A7%D8%B9%D8%A7%D9%8B-%D8%B9%D9%86-%D9%85%D8%A7%D9%8A%D9%83%D9%84-%D8%AC%D8%A7%D9%83%D8%B3%D9%88%D9%86-%D9%88%D9%84%D9%83%D9%86/">Suad</a></em> menuliskan soal kehidupan pribadi Jackson:</p>
<div class="arabic" style="text-align: justify;">كشأن جميع المشاهير انقسم الناس في رأيهم حول شخصية مايكل جاكسون فمنهم من رأى انه ضحية المجتمع الامريكي والشهرة والاضواء التي قد تكون وبالا على الانسان ومنهم من رأى انه كان ضحية نفسه وضحية ضياعه وتنكره للونه وآدميته</div>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Seperti selebriti pada umumnya, ada beberapa perbedaan pendapat soal kehidupan pribadi Michael Jackson. Beberapa dari mereka melihatnya sebagi korban dari khidupan masyarakat Amerika, di mana ketenaran telah menempatkannya dalam sorotan publik. Sedangkan beberapa pihak mengatakan bahwa dia telah terjerumus dalam lubang yang telah digalinya sendiri, karena telah kehilangan identitas dan kemanusiaannya.</div>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Dan tanggapan terakhir dari  <em><a href="http://hypnoticverses.blogspot.com/2009/06/phew-where-to-start.html">Um Naief</a>, </em>seorang bloger asal Amerika yang menikah dengan pria Bahrain dan menulis blognya dalam Hypnotic Verses. Dia menggambarkan betapa sulitnya menghadapi kenyataan meninggalnya Jackson:</div>
<blockquote style="text-align: justify;">
<div class="translation">Wow..sangat mengejutkan ketika mendengar berita kematian Michael Jackson. Saya tahu bahwa dia telah kecanduan obat-obatan sejak beberapa tahun lalu, tapi tidak bisa membayangkan bahwa akibatnya akan seburuk ini. Sepertinya banyak sekali obat yang dibiarkan masuk ke dalam rumahnya, sehingga tinggal menunggu waktu bagi dunia untuk mengetahui apa saja yang disimpan dalam lemari obatnya.</div>
</blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Sangat menyedihkan karena dia meninggal seperti Elvis, dan pernah menikah dengan puterinya.</p>
<p>Saya tidak terlalu tertarik mengikuti berita tersebut pada awalnya. Memerlukan beberapa hari untuk ikut serta di dalamnya dan setelah menyaksikan berbagai berita dan membaca banyak berita di internet, saya merasa sangat sedih, tapi seperti kebanyakan orang, menyadari bahwa dia sekarang sudah terbebas dari belenggu.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1772/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cina menutup Flickr, Twitter dan Bing</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1337/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1337/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 10:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Cina]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[GV Advocacy]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[KATEGORI]]></category>
		<category><![CDATA[SITUS]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1337</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melewati peringatan 20 tahun tragedi berdarah Tiananmen yang jatuh pada 4 Juni, para penulis dunia maya melaporkan bahwa akses ke sejumlah situs jejaring sosial seperti Twitter, Flickr, Bing, Youtube, Blogspot dan lainnya, kembali ditutup oleh pemerintah Cina.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://advocacy.globalvoicesonline.org/author/oiwan-lam/">Oiwan Lam</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://advocacy.globalvoicesonline.org/2009/06/03/twitter-flickr-bing-etc-blocked-in-china/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Setelah melewati peringatan 20 tahun tragedi berdarah Tiananmen yang jatuh pada 4 Juni, para penulis dunia maya melaporkan bahwa akses ke sejumlah situs jejaring sosial seperti Twitter, Flickr, Bing, Youtube, Blogspot dan lainnya, kembali ditutup oleh pemerintah Cina.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://www.herdict.org/web/">Herdict</a>, sebuah website yang mendata penyensoran website, mengatakan bahwa ada<a href="https://www.herdict.org/web/explore/detail/id/CN/2633" target="_blank"> laporan dari seluruh Cina</a> bahwa Twitter telah diblokir sejah 2 Juni 2009. Blogspot telah ditutup aksesnya sejak pertengahan Mei, begitu pula<a href="https://www.herdict.org/web/explore/detail/id/CN/2071" target="_blank"> Youtube yang sering tidak bisa diakses</a>. <a href="https://www.herdict.org/web/explore/detail/id/CN/6388" target="_blank">Windows Live</a>, <a href="https://www.herdict.org/web/explore/detail/id/CN/6387" target="_blank">Bing </a>dan <a href="https://www.herdict.org/web/explore/detail/id/CN/2381" target="_blank">Flickr</a> juga masuk daftar situs yang diblokir sehari sebelum  tanggal 4 Juni.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://www.herdict.org/web/explore/detail/id/CN/6391" target="_blank">Hotmail</a> pernah diblokir, tapi segera pulih beberapa jam kemudian. Twitter akhirnya bisa diakses melalui jalur https setelah protes yang dilancarkan oleh parat netizen. Biarpun begitu, beberapa fitur Twitters seperti twitterfox masih bisa diakses.<br />
<img src="http://advocacy.globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/06/crab-and-twitter.jpg" alt="crab and twitter" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dan sejak saat itu <a href="http://search.twitter.com/search?lang=en&amp;q=%23fuckgfw" target="_blank">#f**kGFW </a>menjadi tag paling dicari di Twitter. Para netizen menggunakan tag  untuk melampiaskan kemarahan, saling bertukar informasi seputar GFW dan memberikan update terbaru seputar penutupan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang bloger berinisial tsw mengatakan bahwa <a href="http://tswtsw.blogspot.com/2009/06/gfw-day.html" target="_blank">tanggal 2 Juni yang merupakan hari GFW</a> (Great Firewall), seluruh warga net Cina menghadapi konfrontasi langsung terhadap niat pemerintah untuk mengkontrol pemerintah. mereka saling bertukar informasi bagaimana caranya agar bisa mengatasi GFW</p>
<p style="text-align: justify;">Wodingdong<a href="http://hi.baidu.com/wodingdong/blog/item/c9c812000451528fe850cdf8.html" target="_blank"> merekomendasikan</a> penggunaan Virtual Private Network, Tor, Hotspot Shield launch dan OpenVPN GUI. Kenengba menyarankan koneksi <a href="http://www.kenengba.com/post/1136.html" target="_blank">melalui jalur lain</a> agar bisa mengakses Twitter.</p>
<p style="text-align: justify;">Penutupan Twitter memang telah dianstisipasi oleh para warga net Cina sejak pemerintah menutup blogspot pada pertengahan Mei. Sekarang yang menjadi perhatian warga net adalah bagaimana caranya agar situs-situs tersebut bisa diakses kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">(<a href="http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/asia/article6414510.ece" target="_blank">Kartun</a> merupakan kreasi <a href="http://www.circleid.com/posts/20090602_china_blocks_twitter_flickr_bing_hotmail_windows_live" target="_blank">Rebecca MacKinnon</a> menggunakan <a href="http://twitter.com/junde" target="_blank">fasilitas junde </a>pada twitter)</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel terkait</p>
<p style="text-align: justify;">Rebecca MacKinnon-<a href="http://www.circleid.com/posts/20090602_china_blocks_twitter_flickr_bing_hotmail_windows_live" target="_blank">China Blocks Twitter, Flickr, Bing, Hotmail, Window Live etc. Ahead of Tiananmen 20th Anniverisary.</a></p>
<p style="text-align: justify;">Danwei - <a href="http://www.danwei.org/net_nanny_follies/twitter_domain_blocked_in_chin.php" target="_blank">Twitter and other sites blocked in China as of today</a></p>
<p style="text-align: justify;">Guardian -<a href="http://news.yahoo.com/s/nm/20090602/wl_nm/us_china_internet" target="_blank"> China blocks Twitter, Flickr and Hotmail ahead of Tiananmen anniversary</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditulis oleh  <a href="http://advocacy.globalvoicesonline.org/author/oiwan-lam/" target="_blank">Oiwan Lam</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1337/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Israel:Para Bloger Kembali Memperjuangkan Hak Pekerja</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1340/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1340/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 21:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrani]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[KATEGORI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah dan Afrika Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1340</guid>
		<description><![CDATA[ &#183; Diterjemahkan oleh Juliana &#183;  Lihat pos asli 
Salah satu isu yang sedang menjadi perhatian para bloger di Israel adalah hak-hak para pekerja. Dalam beberapa tahun terakhir ini beberapa serikat pekerja dari sektor yang tdiak terlalu mendapat perhatian dari pemerintah seperti pelayan kafe, petugas keamanan dan jurnalis, telah membuat blog sebagai bagian dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em> &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/24/israel-bloggers-back-the-struggle-for-workers-rights/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Salah satu isu yang sedang menjadi perhatian para bloger di Israel adalah hak-hak para pekerja. Dalam beberapa tahun terakhir ini beberapa serikat pekerja dari sektor yang tdiak terlalu mendapat perhatian dari pemerintah seperti pelayan kafe, petugas keamanan dan jurnalis, telah membuat blog sebagai bagian dari perjuangan mereka dan menciptakan diskusi untuk membicarakan hak-hak mereka dalam blogsfer. Isu yang sedang memanas belum lama ini adalah mendukung staf akademik dari Open University yang telah melakukan demonstrasi selama 5 minggu dan memboikot toko AMPM (<em>catatan penerjemah</em>: sebuah toko swalayan kecil seperti Alfa, versi Tel Aviv) karena mereka telah mengabaikan hak-hak mereka sebagai pegawai dan pengajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Open University adalah universitas terbesar di Israel, dengan jumlah 42.000 mahasiswa yang tersebar secara internasional dan memiliki 1300 staf akademisi. Setelah media tradisionala mengabaikab protes yang telah mereka lakukan selama 3 minggu, sekitar 30 bloger Israel mengambil alih penyebaran berita soal   perjuangan mereka dan menyebarkan diskusi yang kemudian berlangsung hangat dalam lingkungan para bloger Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">Keren Fite, PhD sastra Inggris menyuarakan pendapatnya dalam blog <a href="http://www.notes.co.il/keren/55596.asp" target="_blank">miliknya</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Selama 13 tahun saya telah terbiasa hidup tanpa pilihan. bahwa Open University memiliki posisi ekonomi yang khusus dan hanya akan memakai tenaga saya sebagai pengajar jika ada cukup murid yang mendaftar dalam program studi yang saya ajar. Dan mereka akan mengabarkan tentang kepastian program berjalan hanya satu minggu sebelum semester baru dimulai dan sebelum itu saya tetap tidak mendapat kepastian apakah saya akan mendapatkan gaji untuk bulan mendatang. Dengan pertimbangan yang sama, saya bisa saja dipecat dan (atau) dipecat pada setiap akhir semester. Dan universitas tidak pernah mau peduli terhadap pertimbangan saya: mereka tidak pernah mau peduli jika saya sakit atau ada keperluan mendesak, dan ketika hamil, kontrak saya untuk semester mendatang tidak diperpanjang.<br />
Dan sekarang ini, ketika saya mengajukan protes, mereka juga tidak menghormati hak saya untuk protes, untuk mengatakan tidak pada kondisi yang sangat tidak menghargai pegawai. Sejak pretama kali mengajukan protes, saya menemrima beberapa email dengan nada mengancam. Pada intinya mereka hanya ingin tahu apakah saya benar-benar serius melakukan protes, untuk kemudian memberik tidak akan membayarkan penghasilan saya di bulan depan jika memang benar saya ikut dalam protes tersebut. Dengan kata lain, mereka tahu bahwa universitas adalah mata pencaharian utama saya dan mereka akan menunggu sampai saya kehabisan uang dan akhirnya menghentikan protes saya. Dan kemudian, mereka akan mengembar-gemborkan tentang perlakukan pegawai yang lebih baik dan dan hak untuk penghidupan yang lebih baik.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Labyrinth, seorang mahasiswi Open University menuliskan uneg-uneg dalam <a href="http://israblog.nana10.co.il/blogread.asp?blog=404736&amp;blogcode=10772067" target="_blank">blognya</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Bisa saja wisuda saya ditunda, nilai dan kelulusan tiba-tiba jatuh atau sebulan dari sekarang saya hampir tidak bisa bernafas karena banyaknya tugas yang harus dikerjakan. Tapi mungkin juga para dosen memberikan waktu untuk bernafas sedikit antara waktu kuliah dan ujian. Hal ini akan terjadi jika mereka mendapatkan gaji yang sedikit lebih baik. Saya juga bisa merekomendasikan dosen-dosen kepada teman-teman agar mengikuti kelas mereka, agar para dosen tersebut bisa mendapatkan pekerjaan tetap di semester mendatang. Dan juga mengajukan kemungkinan untuk membangun serikat pengajar yang kuat, terutama bergabung dengan universitas swasta lain yang mengalami nasib yang sama. Dan jika pada satu saat saya berada dalam posisi mereka (ya, saya serius mempertimbangkan untuk menjadi dosen) saya akan mendapatkan hasil dari protes ini dan mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan hasil kerja saya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dan Tomer Reznik menambahkan dalam <a href="http://israelikemalist.wordpress.com/2009/05/01/open-u/" target="_blank">blognya</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Awalnya saya tidak yakin bisa menulis sesuatu yang menarik tentang perjuangan pegawai yang terpinggirkan, dan tiba-tiba saja timbul pikiran bahwa staf akademisi Open University  berjuang untuk nilai-nilai yang luhur. Pihak universitas harus berhenti memperlakukan staf akademisnya sebagai buruh kontrak.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Limor64, salah seorang staf Open University yang sudah bekerja selama 11 tahun, menambahkan dalam <a href="http://cafe.themarker.com/view.php?t=1044845about:blank" target="_blank">blognya</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kita tidak mau menjadi tameng bagi universitas lagi. Open University adalah universitas yang sukses, tapi tidak pernah memperhatikan para pegawainya. Padahal kesuksesan itu tidak terlepas dari peran para dosen. Kami sudah 5 minggu tidak menerima bayaran, dan tidak ada kepastian soal semester depan, tapi kami tetap mengharapkan tempat ini menjadi tempat bekerja yang bisa diandalkan. Serikat pegawai menjadi sesuatu yang penting karena baik pemerintah dan atasan membuat pegawai harus bekerja lebih keras sejak krisis ekonomi.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Melengkapi perjuangan para bloger ini, beberapa dukungan dibuat melalui Facebook dan Roy Chicky Arad, seorang jurnalis dan penulis blog yang aktif dalam gerakan perlawanan melalui seni membuat acara pembacaan puisi dengan judul The Closed University pada tanggal 12 Mei di halaman rumah rektor Open University.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam beberapa hari terakhir ada protes baru yang muncul di kalangan bloger. Protes ini berkaitan dengan usul melakukan boikot terhadap toko AM/PM karena perlakuan yang tidak adil pada karyawannya, yang kebanyakan adalah etnis Yahudi Ethiopia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sharon-Gefe, yang menjadi pelopor boikot ini menuliskan dalam <a href="http://zilzul.com/coldfusion/?p=5061" target="_blank">blognya</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Saya tidak terlalu peduli dengan harga yang cukup tinggi di toko ini, terlebih sejak krisis ekonomi, karena toko ini adalah toko favorit saya. Tapi saya tidak bisa menutup mata terhadap ketidakadilan terhadap para pegawai. Bayangkan, jika seorang kasir terlambat, maka dia harus membayar denda sebanyak 150 NIS. Jika dia tidak bisa bekerja sesuai shift, denda 450 NIS, jumlah yang bahkan 2 kali lipat yang dia dapatkan jika bekerja. Cukup sudah. Lebih baik saya membeli barang-barang di tempat lain, sehingga semua orang akan merasa lebih baik dan merasa berempati terhadap pekerja AMPM.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1340/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iran:Facebook Kembali Bisa Diakses</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1261/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1261/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 16:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[GV Advocacy]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[SITUS]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah dan Afrika Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Semerta]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1261</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehHamid Tehrani  &#183; Diterjemahkan oleh Juliana &#183;  Lihat pos asli 
Situs berita dan blog di Iran melaporkan bahwa Facebook tidak lagi ditutup aksesnya di Iran. Senoghteh mengatakan [fa] bahwa protes secara nasional dna internasional memaksa pemerintah Iran untuk kembali membuka akses Facebook.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://advocacy.globalvoicesonline.org/author/farid/">Hamid Tehrani</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://advocacy.globalvoicesonline.org/2009/05/26/iran-facebook-is-accessible-again/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>Situs berita dan blog di Iran melaporkan bahwa Facebook tidak lagi ditutup aksesnya di Iran. Senoghteh <a href="http://senoghteh.wordpress.com/2009/05/26/facebook/" target="_blank">mengatakan</a> [fa] bahwa protes secara nasional dna internasional memaksa pemerintah Iran untuk kembali membuka akses Facebook.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1261/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setahun Setelah Topan Nargis di Myanmar</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1258/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1258/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 14:29:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar (Burma)]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Setahun yang lalu, sebuah topan mematikan telah menghantam Myanmar, khususnya di selatan Irrawaddy. Sampai saat ini masih banyak korban yang masih dalam kondisi yang memprihatinkan dan pemulihan paska bencana juga tidak berjalan dengan baik. Kontribusi masih diharapkan untuk membantu mereka]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/mong/">Mong Palatino</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/17/cyclone-nargis-in-myanmar-a-year-after/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Sebuah angin topan <a href="http://globalvoicesonline.org/specialcoverage/myanmar-cyclone-2008/">mematikan </a>telah menghantam Myanmar Selatan, tepatnya di daerah delta Irrawaddy pada bulan Mei 2008 dan telah membawa dampak yang besar bagi 2 juta penduduknya. Diperkirakan 138.000 orang tewas dan 200.00 orang hilang setelah topan dahsyat menyerang negara ini. Kini, setahun setelah tragedi tersebut berlalu, para penduduk yang selamat masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan pembangunan kembali yang berjalan lambat. Kontribusi dan bantuan tetap <a href="http://globalvoicesonline.org/2008/09/29/myanmar-aid-still-needed/">dibutuhkan </a>untuk menolong para <a href="http://www.globalvoicesonline.org/2008/05/11/myanmar-survivors-of-cyclone-nargis/">korban yang selamat</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak di antara korban  selamat yang menderita<a href="http://www.mizzima.com/nargis-impact/one-year-after-nargis/2068-trauma-and-anxiety-hampers-cyclone-recovery.html"> stres trauma psikis</a> berat tapi hanya 11% yang menerima bantuan medis yang memadai. Lebih dari 40% korban tanpa tempat tinggal adalah anak-anak, dan banyak dari mereka sangat <a href="http://www.abitsu.org/?p=4538">rentan terjangkit malaria</a> dan radang paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa korban yang selamat terpaksa <a href="http://www.irrawaddy.org/article.php?art_id=15585">menangkapi tikus-tikus sawah</a>. Dan <a href="http://www.abitsu.org/?p=4482">pelacuran</a> meningkat di daerah sekitar Delta dikarenakan kesulitan ekonomi para warganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dari setengah korban selamat masih sangat<a href="http://www.irrawaddy.org/article.php?art_id=15586"> bergantung pada bantuan yang diberikan oleh lembaga donor</a>. Kekurangan sandang-pangan merupakan masalah besar yang menghantui para penduduk di sekitar Delta:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Berdasarkan laporan United Nations World Food Program, 51% rumah tangga masih menggantungkan hidupnya dari bantuan kemanusiaan dan hanya 25% yang sudah bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Dan sektiar 83% yang mengatakan bahwa mereka harus meminjam uang hanya untuk membeli beras.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah Myanmar mencoba <a href="http://rspas.anu.edu.au/rmap/newmandala/2009/05/05/nargis-coverage-inside-burma/">menutup-nutupi</a> apa yang sebenarnya terjadi setahun setelah topan Nargis. Divisi Pengawasan Pers Myanmar melakukan sensor terhadap semua aritikel yang berhubungan dengan situasi di Myanmar setahun paska bencana.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Friends of Burma Group</em> menginginkan agar pemerintah lebih <a href="http://www.prachatai.com/english/node/1189">transparan</a> terhadap bantuan di daerah Delta. Mereka juga meminta pembebasan para <a href="http://www.abitsu.org/?p=4502">tahanan politik</a> yang ditahan setahun lalu karena mengorganisir bantuan kemanusiaan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kami menginginkan agar pemerintah Myanmar lebih terbuka terhadap bantuan untuk pemulihan di daerah yang terkena bencana dengan mengelolanya secara transparan dan menghormati hak asasi manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami juga menuntut pembebasan 21 tahanan politik yang telah ditahan karena melakukan misi kemanusiaan menolong korban bencana.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Biarpun banyak organisasi internasional yang mencoba untuk menggalang dana untuk Myanmar, bantuan itu tetap saja <a href="http://rspas.anu.edu.au/rmap/newmandala/2009/05/03/debt-and-aid-one-year-after-nargis/">belum cukup</a>. PBB memperkirakan Myanmar memerlukan bantuan sekitar US$ 691 juta untuk pembangunan kembali wilayah yang terkena bencana.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa pengamat mengatakan bahwa bantuan yang diberikan pada Myanmar <a href="http://www.abitsu.org/?p=4493">sangat kecil</a> jika dibandingkan bantuan yang diberikan pada bencana tsunami tahun 2004. Myanmar menerima US$ 300 juta, atau hanya 2,5% jika dibandingkan dengan bantuan untuk bencana tsunami.</p>
<p style="text-align: justify;">Para relawan mengeluhkan <a href="http://rspas.anu.edu.au/rmap/newmandala/2009/05/03/aid-and-politics-after-cyclone-nargis/">kesulitan</a> mereka ketika mendistribusikan bantuan dalam wilayah bencana:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Banyak kesulitan yang dihadapi dalam penyaluran bantuan : logistik, kesulitan dan bahaya yang harus dihadapi ketika harus memberikan bantuan untuk sebuah desa yang hanya bisa dicapai dengan kapal kecil, navigasi, ombak dan cuaca di sekitar Delta. Belum lagi halangan untuk mendapatkan visa, larangan bepergian dan barang-barang yang dicuri oleh petugas pemerintah.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Edward Hew, petugas operasional pemberi bantuan dari MERCY Malaysia menulis tentang keadaan <a href="http://www.reliefweb.int/rw/rwb.nsf/db900sid/MUMA-7S37ML?OpenDocument&amp;RSS20&amp;RSS20=FS">proyek pembangunan kembali</a> yang terjadi di Myanmar saat ini.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Setahun yang lalu, kami melihat begitu banyak proyek bantuan yang berjalan, beberapa di antaranya memang masih berjalan. Tapi banyak juga yang tidak jelas kabar beritanya. Ada banyak hal yang harus dilakukan. Beberapa di antaranya menggunakan kasus tsunami tahun 2004 untuk menangani bencana ini.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setelah setahun berlalu dan seharusnya hampir semua proyek fokus pada proses pembangunan kembali, tapi kebanyakan justru masih harus didukung. Saya telah melihat banyak tempat penampungan yang tidak kuat menahan badai susulan. Sebagai contoh, banyak jamban darurat yang dibangun menggunakan kain terpal, bukan menggunakan material lokal seperti bambu yang akan lebih kokoh dan lebih mudah untuk merawatnya.2</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk berita lebih lanjut tentang apa yang terjadi setahun setelah topan nargis, klik website-website berikut ini, yang mempunyai halaman khusus tentang situasi yang daerah Delta : <a href="http://www.irrawaddy.org/nargis_anniversary.php?art_id=15543">The Irrawaddy</a> , <a title="Nargis Impact" href="http://www.mizzima.com/nargis-impact.html" target="_blank">Mizzima</a> dan <a title="A Diary of The Cyclone Nargis" href="http://democracyforburma.wordpress.com/2009/05/03/a-diary-of-the-cyclone-nargis-2008-090502-draft/" target="_blank">A Diary of the Cyclone Nargis</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Simak juga cerita Daw San Yee, salah seorang korban selamat, pada video YouTube berikut:</p>
<p><object width="480" height="295"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mKdpegtxvAw&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;rel=0"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/mKdpegtxvAw&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="295"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1258/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengadilan Paris memerintahkan penyelidikan tiga pemimpin Afrika</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/1112/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/1112/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 14:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Juliana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gabon]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perancis]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Demokratik Kongo]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1112</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy, dianggap telah gagal memenuhi janjinya untuk menyelesaikan masalah yang diwarisi dari pemerintah sebelumnya ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/jennifer/">Jennifer Brea</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/jharsianti/'>Juliana</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/11/paris-court-investigates-three-african-leaders/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><blockquote style="text-align: justify;"><p>Di negara Afrika, Anda tidak bisa mempercayai omongan seorang presiden. Dalam bahasa populer, mereka adalah pembohong besar. Dan tentunya Anda tidak bisa memegang omongan seorang pembohong. Sebab semuanya akan hilang ditiup angin.&#8221; (Denis Zado, bloger asal Pantai Gading)</p></blockquote>
<div id="attachment_73717" class="wp-caption alignright" style="width: 215px; text-align: justify;">
<p class="wp-caption-text"><img class="size-medium wp-image-73717" title="president_obiang" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/05/president_obiang-205x300.jpg" alt="Teodoro Obiang" width="205" height="300" /></p>
<p class="wp-caption-text">Teodoro Obiang mantan presiden Guinea Ekuatorial nan kaya akan minyak selama tigapuluh tahun. Apartemen mewah dan koleksi mobilnya dituduh berasal dari uang rakyat.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Awal minggu ini, hakim kota Paris memerintahkan penyelidikan terhadap tuduhan korupsi dan penyalahgunaan dana pemerintah pada tiga pemimpin negara Afrika yaitu : <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Denis_Sassou_Nguesso">Denis Sassou-Nguesso</a> dari Kongo, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Omar_Bongo">Omar Bongo</a> dari Gabon dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Teodoro_Obiang_Nguema_Mbasogo">Teodoro Obiang</a> dari Equatorial Guinea.</p>
<p style="text-align: justify;">Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy, dianggap telah gagal memenuhi janjinya untuk menyelesaikan masalah yang diwarisi dari pemerintah sebelumnya ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akhirnya!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keputusan pengadilan Perancis ini disambut baik dan mengejutkan banyak pihak, dianggap sebagai salah satu perubahan kebijakan pemerintah Perancis terhadap negara-negara Afrika.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://realisance.afrikblog.com/archives/2009/05/06/13636483.html">Musengeshi Kata</a>, seorang bloger asal Republik Kongo (DRC), menulis dalam Forum Realisance:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Enfin pourrait-on dire, l&#39;occident, apres des decennies de surdite, en vient lentement a combattre ce fleau criminel economique qui gangrene autant le developpement de l&#39;Afrique qu&#39;il engraisse l&#39;illegalite fiscale en Europe et de par le monde. Une contradiction flogrante a la justice, au bon sens, a l &#8216;Etat de Droit&#8230;et particulierement a la maitrise de la crise economique actuelle qui exige de se defaire rapidement de ces contradictions nocives et injuste pour tout le monde.&#8221;</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, setelah sekian lama terdiam dalam ketidakpedulian negara Barat perlahan-lahan bangkit melawan kejahatan ekonomi yang telah menggerogoti pembangunan di Eropa dan dan telah menggemukkan pundi-pundi uang para pejabat korup yang tinggal di Eropa dan seluruh penjuru dunia. Sebuah keadaan yang sangat kontradiktif dan cukup menyedihkan jika dibandingkan dengan kampanye tentang keadilan, akal sehat, dasar-dasar hukum, dan terlebih dalam keadaan mengatasi krisis ekonomi sekarang ini. Benar-benar diperlukan sebuah tindakan yang bisa menghilangkan segala kontradiksi, dualisme dan ketidakadilan ini.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Artikel AFP (Kantor Berita Perancis) yang memuat berita tentang keputusan hakim ini <a href="http://www.congopage.com/article6177.html">dimuat ulang di situs web Kongo-Brazzaviller</a>, dan langsung mendapat 140 komentar tidak lama setelah pos dimuat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107584">Ngoma</a>, salah seorang pembaca web portal tersebut bahkan <a href="http://maps.google.com/maps/ms%20?om=1&amp;ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=107820089952552381537.000001134f17cb5d89e6d&amp;t=h&amp;ll=48.915731,2.225418&amp;spn=0.182752,0.365295&amp;z=11">mempos tautan Google Map</a> yang mencantumkan alamat lokasi apartemen yang dimiliki oleh Bongo, Sassou dan N&#39;Guesso</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107539">Boukaka</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Esperant que cetter fois ci, Sarkozy ne fera pas Obstacle a la justice..Sarkozy avait promis la rupture avec des Assasins alors nous attendons ce moment la avec impatience.&#8221;</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Kita berharap, saat ini Sarkozy tidak menjadi penghalang bagi keadilan. Sarkozy telah berjanji akan menindak para pembunuh tersebut dan kami menunggu janjinya dengan tidak sabar.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107542">Dolisie</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Bravo au juge desset qui a su mettre l&#39;interet des peuples avant les mic-macs economiques&#8230;la France doit se laver de son passe de chien de garde pour dictateru, d&#39;argentier de conflicts ethniques et de coups d&#39;etat ; la France que nous respecterons, est celle qui rendra aux peuples africains ses biens qui sont les leurs!&#8221;</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Bravo untuk Hakim Desset yang telah meletakkan kepentingan rakyat di atas  omong-kosong ekonomi. Peracis harus membersihkan dirinya dari kesalahan masa lalu sebagai pelindung para diktator, membersihkan diri dari konflik etnik dan pemberontakan. Perancis yang akan kami hormati, adalah Perancis yang  memberikan rakyat Afrika apa yang menjadi hak mereka.</p>
</div>
<p><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107562">Le Representant Du Peuple:</a></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Je demande a Mr.SARKOZY de laisser les mains libre a la justice de son pays pour que verite soit faite. Le sang de nos freres noir a coule pour avoir denonce le vole a grande echelle par ces presidents impis dont le gout de la luxure est son gene. La France, le monde (le pauvres du monde qui considere votre pays comme un pays ded droits et des libertes vous regarde) le chefs d&#39;etats africains ont enrichis la plupart des etats d&#39;europe par leurs avoirs place dans les banques europennes, les africains le savent. Aux juges, nous savons que vous subirez la pression de nos voleurs d&#39;etats par des cadeux allant audela de votre revenu mensuel habituel. Honnorez votre profession.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Saya meminta Tuan Sarkozy untuk memberikan keleluasan pada pihak yang berwenang di negaranya sehingga kebenaran bisa terkuak. Saudara kami sesama penduduk kulit hitam telah menumpahkan darah karena telah melaporkan para presiden yang tidak berperasaan dan menikmati kekayaan dari uang rakyat, yang mereka biarkan hidup miskin. Perancis, dunia (sebagian penduduk dunia yang malang ini menganggap bahwa negara Anda adalah negara yang berdasarkan hukum dan kebebasan) sedang mengawasi Anda. Para pemimpin negara Afrika telah membuat negara-negara Eropa kaya raya dengan menyimpan uang mereka di bank-bank yang terdapat di negara-negara Eropa. Rakyat Afrika tahu itu. Bagi para hakim, kami tahu bahwa Anda akan mendapat banyak tantangan dari para pencuri tersebut. Mereka akan menawarkan Anda sesuatu yang bahkan berharga lebih daripada gaji Anda sebulan. Hormati profesi Anda.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107591">Congolese révolté</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Alors la je dois reconnaitre que cette juge a de sacrees couilles non je dirais trompes car vu d&#39;un congolais comme moi plus habitue a assister impuissament aux practiques criminilles de nos dirigeants on fini para croire et accepter par la force des choses que le droit a l&#39;impunite est abolu et inviolable pour ces derniers. en meme temps que cette decision a reveille un certains espoir.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Dan saya harus mengakui, bahwa hakim ini mempunyai sebuah keberanian atau setidaknya sebuah sebuah delusi, dilihat dari sudut pandang rakyat Kongo seperti saya yang secara tidak berdaya melihat kejahatan yang dilakukan oleh para pemimpin kami. Pada akhirnya kami dipaksa untuk mengakui ini di bawah ancaman kekerasan yang dilakukan oleh para pemimpin, yang mempunyai kekuasaan tiada batas. Pada saat yang bersamaan, keputusan ini membangkitkan sedikit harapan.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107600">Dolisie</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Dennis,<br />
Quand on fait des conneries, on les paye tot ou tard; meme lorsque l&#39;on se croit au dessus des lois. Mamere disait a ce propos : &#8220;Le president premier des citoyens ne peut etre un citoyen au dessus des lois&#8221;<br />
Dolisie</p></blockquote>
<div class="translation">Denis,<br />
Pada saat Anda berbuat kesalahan, ada saatnya Anda akan membayar harganya, biarpun Anda percaya Anda berada di atas hukum. Ibu saya pernah berkata,&#8221;Presiden, memang pemimpin rakyat, tapi dia tidak akan bisa menjadi warga yang berada di atas hukum&#8221;&#8230;<br />
Dolsie</div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tapi, benarkan tindakan itu?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Hanya saja, tidak semua setuju dengan warga Afrika yang menjalani penyelidikan hukum di Perancis. Kejadian ini memancing pula rasa nasinonalisme. Beberapa menekankan bahwa telah terjadi sesuatu yang pemerintah Perancis bertindak hipokrit dengan menuntut para pemimpin Afrika, padahal dua belah pihak sama-sama bersalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih pada congopage, <a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107538">UN CONGOLAIS DE SANG</a> menuliskan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>crois tu que un francais peut tre juge au congo, alor pourquoi laisserons nous un congolais president de son etat etre juge par la france&#8230;un francais qui tue un congolais au congo ne seras jamais juge au congo, un francais fait des degats a congo la france va le protege&#8230;</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Apakah anda percaya warga Perancis bisa diadili di Kongo? Jadi, mengapa membiarkan seorang Kongo, presiden suatu negara, diadili di Perancis. Uang yang dicuri berasal dari Kongo, bukan Perancis. Seorang warga Perancis yang membunuh orang Kongo tidak akan pernah diadili di Kongo. Pemerintah Perancis akan melindungi warganya yang terlibat masalah di Kongo&#8230;</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107538">Altesse </a>memberi tanggapan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Si la justice Congolaise functionnait parfaitement OUI BIEN SUR un francais qui commet des delits au Congo peu (doit)-etre juge au Congo, rien ne l&#39;interdit a ce que je sache. Mais comme il n&#39;ya pas de justice ou plutot elle s&#39;achete facilement, on peut se poser la question.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Jika hukum di negara Kongo diberlakukan dengan sempurna tentu saja seorang warga negara Perancis yang melanggar hukum negara Kongo bisa diadili di Kongo. Saya yakin tidak ada yang menghalangi hal itu. Masalahnya adalah di sini tidak ada keadilan dan kalau pun ada bisa dibeli. Kita tentunya bisa bertanya pada diri sendiri apa jadinya semua itu.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107621">Dada Maloba</a> mengomentari pada congopage, tentang pandangan skeptisnya mengenai kemungkinan berubahnya motif pemerintah Perancis.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Croyez-vous vraiment que c&#39;est la France qui va faire sauter sassou?&#8230;Ils veulent continuer leur colonisation. La france peut dire ceci cela, c&#39;est leur politque. Pour moi c&#39;est les resultats qui va compter. Nous tous Africans noire dans n&#39;importe quel pays. Rentrez dans le mouvement BLACK PANTHERS, BLACK POWER. De la nous allons voir les resultats nous cherchons. Faire sauter Denis Sassou Nguesso le traitre.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Apakah Anda benar-benar percaya bahwa Perancis akan benar-benar menghukum Sassou? Mereka hanya ingin melanjutkan penjajahan mereka. Perancis bisa saja berkata apa pun, itu adalah politik yang mereka jalankan. Bagi saya, kita tinggal menunggu hasilnya. Seluruh rakyat Afrika, tidak peduli apa pun negaranya, mari bergabung dalam BLACK PANTHERS, Gerakan kekuatan hitam. Dan kita lihat apa hasilnya minggu depan. Mari kita gulingkan Denis Sasou Nguesso, sang pengkhianat.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.blogdeniszodo.com/article-31241234-6.html#anchorComment">Denis Zodo</a>, seorang bloger asal Pantai Gading mempertanyakan satu hal &#8220;Mengapa para presiden tersebut?&#8221; (dan bukan orang-orang dari daftar panjang para diktator Afrika yang  menikmati hidup nyaman di Paris). Zodo benar-benar ingin tahu ada apa di belakang tindakan hukum ini. Apakah ini benar-benar keinginan rakyat Perancis atau hanya tuntutan dari Lembaga Transparansi Internasional?</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Si ce sont des Africains, ils doivent revoir leurs copies. Nous ne sommers par pour la gabegie au sommet de L&#39;Etat. Mais, ce n&#39;est pas cette solution qui va arranger les choses dans nos pays africains. Il faut nous-memes militer pour le changement au niveau de nos gouvernants, masi egalement au niveau des mentalites. C&#39;est seulement le changement dont il est question la qui bouleversera la donne.</p>
<p>Si c&#39;est Transparency international qui s&#39;est auto-saisie dans cette affaire, il lui faut laisser pour une fois, les Africains retirer la gangrene de leur corps. Pourquoi c&#39;est a eux de toujours prendre ce genre d&#39;initiative a notre place? C&#39;est pourtant l&#39;Occident qui favorise une telle attitude de predateurs chez nos gouvernants africains.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Jika ini adalah inisiatif dari rakyat Afrika, mereka harus benar-benar memikirkannya. Kita memang berhasil membersihkan para pemimpin negara ini. Tapi ini bukanlah solusi yang akan membereskan semua masalah di Afrika. Kita harus tetap berkampanye bukan saja untuk perubahan di seluruh tingkat pemerintahan, tapi juga untuk mentalitas kita. Hanya dengan hal inilah kita benar-benar akan membuat perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ini adalah inisiatif dari Lembaga Transparansi Internasional, mereka sebaiknya membiarkan rakyat Afrika mengatasi masalah mereka sendiri. Mengapa mereka selalu terlihat berbaik hati, melakukan sesuatu untuk negara kami? Padahal segala sesuatu yang dilakukan oleh para pemimpin Afrika dulunya berdasarkan dukungan negara-negara barat.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Dalam sebuah blog <a href="http://www.upg-gabon.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=485:ouverture-dune-enquete-pour-detournement-de-fond-contre-omar-bongo-sassou-nguesso-et-obiang-nguema&amp;catid=34:politique&amp;Itemid=40">UPG-Gabon</a>, sebuah partai oposisi Gabon, beberapa pembaca juga meninggalkan komentar kritis tentang pengadilan ini</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Que gagne un patriote Gabonais de voir son Chef d&#39;Etat sali dans la presse entrangere par le simple bon vouloir des etranger?&#8230; C&#39;est tout le Gabon qui est humilie au dela de toutes autres considerations.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Apa yang didapat oleh para pahlawan Gabon jika melihat kepala negara mereka diekspos oleh pers asing dan juga demi keuntungan mereka. Seluruh rakyat Gabon harusnya merasa dipermalukan dengan keadaan ini.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Nze mba, juga anggota <a href="http://www.upg-gabon.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=485:ouverture-dune-enquete-pour-detournement-de-fond-contre-omar-bongo-sassou-nguesso-et-obiang-nguema&amp;catid=34:politique&amp;Itemid=40">UPG-Gabon</a> memberikan jawaban:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>je tombe des nues, en constatant que chez nous le vol est devenu une institution qu&#39;on ne peut meme plus le combatrre. Les puissants sont tellement assis sur des fortunes et, sur la justice que tout recours et toute poursuite au pays est quasiment impossible.<br />
Peut on et doit on se rejouir que ce soit la justice d&#39;un pays etranger qui s&#39;en occupe? Assurement oui car ce n&#39;est pas au Gabon ni au Congo que l&#39;on verra la justice porter atteinte a nos presidents, de peur de se retrouver mort, ou sans emploi le lendemain.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Saya memang merana menyaksikan bagaimana para pencuri sudah menjadi sesuatu yang biasa di negara kami dan bahkan kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Para pemegang kekuasaan sudah begitu banyak memiliki kekayaan dan juga kekuasaan di atas hukum. Jadinya melakukan tindakan hukum atas mereka adalah sesuatu yang mustahil.</p>
<p>Apakah untuk kita harus bersorak ketika negara lain ikut campur mengatasi masalah hukum kita? Mungkin memang seharusnya begitu, karena tidak mungkin hukum di negara Gabon atau Kongo yang akan menyentuh para presiden kita, yang orang-orangnya pasti takut terhadap ancaman tidak mendapatkan pekerjaan atau bahkan kematian.</p></div>
<dl id="attachment_73715" class="wp-caption aligncenter" style="width: 155px;">
<dt class="wp-caption-dt"> </dt>
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-73715" title="omar_bongo" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/05/omar_bongo.jpg" alt="Omar Bongo" width="145" height="209" /></dt>
</dl>
<p style="text-align: center;"><em>Omar Bongo menjadi presiden Gabon selama hampir empat puluh tahun. Dia dan keluarganya memiliki beberapa apartemen di daerah kaya di Paris.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya, juga ditulis di blog congopage, seorang pembaca dengan nama <a href="http://www.congopage.com/?page=reaction2&amp;id_article=6177#forum107613">Hamburger </a>menjawab dengan sinis</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Un juge d&#39;instruction CONGOLAIS vient d&#39;ouvrisr a brazzaville une enquete contre un certain nombre d&#39;hommes politiques francais pour leur complicite avec un certain nombre de multinationales occidentales dans le pillage des ressources naturelles congolaises. Parmi les personnes visees par la plainte qui a ete deposse au parwuest de B/ville par l&#39;association congo libre figurent Jaques-Chirac, Nicolas-Sarkozy, Charles-Pasqua et bien d&#39;autres encore. Il s&#39;agit d&#39;une 1 ere dans l&#39;histoire de la justice ; un chef de l&#39;Etat francais en fonction est poursuivi pour les biens mals acquis au congo a travers le &#8220;patrimoine petrolier et minier&#8221; de la france au congo.</p></blockquote>
<div class="translation">
<p style="text-align: justify;">Seorang hakim asal Kongo di Brazzaville melakukan penyelidikan terhadap beberapa politikus Perancis atas kontribusi mereka dalam eksploitasi kekayaan negara-negara Afrika yang dilakukan oleh perusahaan multinasional asal negara Barat. Di antara nama-nama yang dikumpulkan oleh kelompok Free Congo tersebut terdapat Jaques Chirac, Nicolas Sarkozy, Charles Pasqua dan beberapa nama lainnya. Pertama kali dalam sejarah, seorang kepala negara Perancis dituntut atas penyalahgunaan kekuasaan dan uang dalam industri minyak dan pertambangan yang dijalankan oleh Perancis di Kongo.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Dan ada beberapa tanggapan tanpa nama, yang menanyakan, &#8220;Siapa yang memimpin penyelidikan?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/1112/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
