<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Global Voices dalam bahasa Indonesia &#187; Oktavia Sidharta</title>
	<atom:link href="http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.globalvoicesonline.org</link>
	<description>Dunia berbicara. Apakah kamu mendengarkan?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 21:59:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Puerto Riko: Debat tentang Sensor</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2194/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2194/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 10:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kaum Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kesusasteraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Protes]]></category>
		<category><![CDATA[Puerto Riko (Persemakmuran)]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2194</guid>
		<description><![CDATA[Departemen Pendidikan pemerintah Puerto Riko baru-baru ini mengeliminasi lima buah buku dari kurikulum kelas sebelas sistem sekolah negeri. Banyak penulis dan artis di Puerto Riko secara terbuka menyatakan kekhawatiran mereka dan menggambarkan aksi pemerintah sebagai sensor. Dunia blog Puerto Riko bereaksi terhadap kontroversi ini. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/firuzeh-shokooh-valle/">Firuzeh Shokooh Valle</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/09/21/puerto-rico-debate-on-censorship/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 209px; text-align: justify;"><a href="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/puerto-rico-censorship.jpg"><img class="size-medium wp-image-97125" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/puerto-rico-censorship-199x300.jpg" alt="Anti-censorship poster" width="199" height="300" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">Poster anti-sensor yang diposting di Flickr oleh Andréia</p>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.de.gobierno.pr/deportal/inicio/inicio.aspx">Departemen Pendidikan</a> pemerintah Puerto Riko baru-baru ini <a href="http://www.elnuevodia.com/retiranlibrosconcontenidosexual-614335.html">mencabut</a> lima buah buku dari kurikulum kelas sebelas sistem sekolah negeri: <em>Antología personal</em>, oleh <a href="http://www.literatura.us/joseluis/index.html">José Luis González</a>; <em>El entierro de Cortijo</em>, oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Edgardo_Rodr%C3%ADguez_Juli%C3%A1">Edgardo Rodríguez Juliá</a>; <em>Mejor te lo cuento: antología personal</em>, oleh <a href="http://www.editorialplazamayor.com/autores/juan_antonio_ramos.htm">Juan Antonio Ramos</a>; <em>Reunión de espejos</em>, sebuah antologi esai yang diedit oleh José Luis Vega (ketiganya merupakan penulis Puerto Riko); dan <em>Aura</em>, oleh Carlos Fuentes dari Mexico. Lembaga publik membenarkan aksinya dengan mengatakan bahwa buku-buku tersebut“ mengandung bahasa dan kosa kata yang tidak dapat diterima, sangat kasar dan vulgar.”</p>
<p style="text-align: justify;">Gubernur Puerto Riko, Luis Fortuño, <a href="http://www.vocero.com/noticia-31204-fortuo_justifica_prohibicin_de_obras_literarias.html">mendukung</a> keputusan itu: “Saya rasa Saya telah melakukan hal yang jelas, dan bahwa semua orangtua di luar sana mengerti bahwa buku yang dapat dibaca anak berusia 18 tahun tidak boleh dibaca oleh anak berusia 12 tahun.” Banyak <a href="http://www.letralia.com/217/0911censura.htm">penulis dan artis</a> di Puerto Riko <a href="http://angelicafuriosa.blogspot.com/">secara terbuka menyatakan</a> kekhawatiran mereka dan menggambarkan aksi pemerintah sebagai sensor. Federasi Guru juga <a href="http://www.notiuno.com/2009/09/federacion-de-maestros-truena-contra-censura-de-libros-literarios/">mengutuk</a> keputusan itu dan menyatakan bahwa hal itu “mencerminkan ketidak tahuan tentang kenyataan sosial di zaman dimana para siswa tinggal, dan sebuah keterbelakangan visi kesusasteraan modern yang adalah bagian dari kurikulum akademik.” Setelah adanya tekanan dari publik, Departemen Pendidikan <a href="http://www.vocero.com/noticia-31240-censura_de_libros_atenta_contra_autonoma_docente.html">menyatakan</a> mereka hanya secara permanen mengeliminasi satu buku, dan mengevaluasi sisanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.aspprodigital.org/">Asosiasi Jurnalis Puerto Riko</a> bergabung dengan penulis, profesor, dan seniman dalam aksi protes di depan Departemen Pendidikan di Hato Rey, dimana mereka membaca bagian dari buku-buku yang dihapus. Cuplikan dari sebuah<a href="http://www.youtube.com/watch?v=EdlCDT5nRc4"> demonstrasi menentang eliminasi buku-buku dari sistem sekolah negeri</a> diposting di <em>YouTube</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Narablog juga telah secara tegas berkomentar. Penulis Mayra Santos Febres berkata di <a href="http://mayrasantosfebres.blogspot.com/"><em>Lugarmanigua</em></a> [ES]:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Temo a la censura. Sobretodo le temo cuando se utiliza “la formación integral de nuestros niños y jóvenes” como excusa para privarlos del contacto con experiencias y sobretodo con libros que los ayuden a desarrollar herramientas para pensar. La reflexión tiene que hacerse en un contexto amplio, sin verjas ni “no pases”. Es imposible pensar: es decir, “sopesar ideas”, cuando estas ideas diferentes, divergentes son sacadas de en medio desde un principio. Cierto es que la educación debe tener en consideración la capacidad de jóvenes y niños para asimilar y digerir información. No vas a servirle churrasco a un bebé de cuatro meses que no tiene dientes. Pero los muchachos de undécimo grado que configuran el estudiantado de Escuelas Públicas de nuestro país, a su edad, ya tienen dientes. Tienen dientes, uñas y garras. Algunos ya tienen bebés de cuatro meses. Ya pueden comer churrasco.</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Saya takut akan sensor, terlebih lagi ketika “pembentukan integral anak-anak dan kaum muda” digunakan sebagai alasan untuk menghilangkan mereka dari kontak dan pengalaman, dan dari buku-buku yang dapat membantu mereka mengembangkan analisa. Renungan harus dilakukan dalam konteks yang luas, tanpa pintu pagar dan rambu “dilarang masuk”. Mustahil untuk berpikir, dalam arti, untuk mempertimbangkan ide-ide, ketika ide-ide yang berbeda dimusnahkan sejak awal. Betul bahwa pendidikan harus mempertimbangkan kapasitas kaum muda dan anak-anak untuk menyerap dan mencerna informasi. Kamu tidak akan memberi daging panggang kepada seorang bayi berusia empat bulan yang tidak mempunyai gigi. Akan tetapi dalam usia anak-anak yang berada di tingkat sebelas di sekolah negeri di negara kita, mereka telah mempunyai gigi. Mereka mempunyai gigi, kuku, dan cakar. Beberapa dari mereka bahkan mempunyai bayi berusia empat bulan. Mereka dapat memakan daging panggang.</div>
<p style="text-align: justify;">Sarjana hukum yang baru-baru ini menjadi narablog Dora Nevares-Muñiz <a href="http://www.doranevares.com/?p=194">menganalisa</a> kontroversi ini dari sisi hukum:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>La censura de textos literarios de parte del Departamento de Educación es inconstitucional y viola derechos de los estudiantes… La censura, aparte de coartar el libre flujo de las ideas y la libertad de expresión atesorada en nuestra Constitución, constituye un acto de violencia de parte del Ejecutivo hacia unos estudiantes que tienen el derecho a recibir una educación que propenda al pleno desarrollo de su personalidad y al reconocimiento de los derechos y libertades fundamentales. El acto de censurar es de por sí un atentado a la libertad de pensamiento y expresión, típico de sociedades intolerantes y totalitarias…La censura no debe tener espacio en el sistema educativo. Una de las metas del sistema escolar debe ser que el estudiante internalice actitudes de tolerancia y respeto ante la diversidad y las personas que tienen ideas discrepantes. Este es uno de los primeros pasos para prevenir la violencia. Los libros censurados se leían en grado undécimo. Se trata de obras reconocidas en Puerto Rico y en el extranjero por su calidad literaria. Un estudiante de Escuela Superior debe tener desarrolladas las destrezas de pensamiento crítico y análisis lógico necesarias para analizar esos libros.</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Sensor Departemen Pendidikan terhadap teks-teks sastra merupakan tindakan yang tidak sesuai konstitusi dan melanggar hak para siswa… Sensor tidak hanya membatasi aliran gagasan yang bebas dan kebebasan berbicara yang diabadikan dalam Konstitusi kita, akan tetapi juga merupakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Eksekutif terhadap siswa yang mempunyai hak untuk menerima pendidikan lengkap yang dapat membawa mereka ke dalam pengembangan kepribadian yang lengkap dan pengakuan atas kebebasan dan hak fundamental mereka. Aksi sensor merupakan suatu usaha melawan kebebasan berpikir dan berekspresi, yang umumnya terjadi di rezim yang tidak toleran dan totaliter.</p>
<p>Sensor seharusnya tidak mempunyai tempat dalam sistem pendidikan. Salah satu tujuan dari sistem sekolah adalah bahwa siswa seharusnya menginternalisasi toleransi dan hormat terhadap keragaman dan terhadap mereka yang mempunyai opini berbeda. Hal ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah kekerasan. Buku-buku yang disensor dulunya dibaca di tingkat sebelas. Mereka adalah buku yang terkenal di Puerto Riko dan di negara-negara lainnya karena kualitas sastra mereka. Seorang siswa SMA harus mempunyai analisa kritis dan kemampuan penalaran logis analitis yang diperlukan untuk dapat menganalisa buku-buku ini.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dalam blognya <em><a href="http://lecturasurbanaspr.blogspot.com/">Lecturas urbanas</a></em> [ES], Javier Valentín Feliciano mengingat pengalamannya atas sistem sekolah negeri di Puerto Rikoo:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Cuando cursé mis doce años de estudios en la escuela pública nunca conocí a ninguna de estas autoras puertorriqueñas, tampoco conocí a escritores hispanoamericanos que estaban en todo su auge como Gabriel García Márquez, el propio Carlos Fuentes, Mario Vargas Llosa, Luisa Valenzuela, la lista es inmensa. Tuve que esperar muchísimos años para poderme reconocer como hispanoamericano con estos autores. En la escuela pública no los leí, nunca los asignaron. Quién sabe y nunca los hubiera descubierto.</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Saya tidak pernah membaca karya penulis-penulis Puerto Riko ini selama masa 12 tahun saya di sistem sekolah negeri. Saya tidak pernah membaca penulis Amerika Latin yang berada di puncak mereka, seperti Gabriel García Márquez, Carlos Fuentes [salah seorang penulis yang disensor], Mario Vargas Llosa, Luis Valenzuela; daftarnya sangat panjang. Saya harus menunggu sekian tahun untuk dapat mengenali diri saya sebagai Amerika Latin  sama dengan para penulis ini. Saya belum pernah membaca karyanya di sekolah; mereka belum pernah ditugaskan oleh sekolah. Tidak seorangpun tahu kapan kami dapat mulai mengenal mereka.</div>
<p style="text-align: justify;">*Posting narablog diterjemahkan oleh penulis. Gambar ini berasal dari <a href="http://www.flickr.com/photos/deia/">foto Flickr Andréia</a> dan telah diterbitkan ulang atas lisensi Creative Commons</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2194/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jepang: Kekhawatiran akan penyebaran HIV dan AIDS</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2118/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2118/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 15:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kaum Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[LGBT]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2118</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat statistik yang menakutkan tentang penyebaran HIV and AIDS di Jepang. Ketika negara-negara maju, menurut laporan  UNAIDS, mengalami penurunan kasus kasus infeksi, Jepang tampaknya menjadi satu-satunya negara [jp] dimana angka penduduk yang mengidap HIV positif dan AIDS meningkat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/scilla-alecci/">Scilla Alecci</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/09/13/japan-worries-about-spread-of-hiv-and-aids/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div class="wp-caption alignright" style="width: 85px; text-align: justify;"><a href="http://www.flickr.com/photos/alephnaught/69058351/"><img class="size-thumbnail wp-image-95717" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/AIDS-75x75.jpg" alt="By Flickr id: alephnaught." width="75" height="75" /></a></p>
<p class="wp-caption-text" style="text-align: center;">Oleh pengguna Flickr: alephnaught.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Terdapat statistik yang menakutkan tentang <a href="http://www.upi.com/Health_News/2009/02/19/Japan-HIV-AIDS-cases-reach-all-time-high/UPI-42541235062386/">penyebaran HIV and AIDS </a>di Jepang. Ketika negara-negara maju, menurut laporan  <a href="www.unaids.org/en/default.asp">UNAIDS</a>, mengalami penurunan kasus kasus infeksi, Jepang tampaknya menjadi <a href="http://www.asahi.com/health/essay/TKY200903240366.html">satu-satunya negara </a>[jp] dimana angka penduduk yang mengidap HIV positif dan AIDS meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menurut Komite Pengamat AIDS, 2008 adalah tahun dengan jumlah kasus baru yang tercatat: 432 orang didiagnosis HIV dan 1113 orang HIV positif. Sejauh ini <a href="http://api-net.jfap.or.jp/mhw/survey/mhw_survey.htm">statistik untuk tahun 2009 </a>[jp]  juga mengkhawatirkan: pada  bulan Juni, 249 orang didiagniosis HIV+ dan 124 didiagnosis AIDS.</p>
<p style="text-align: justify;">Mayoritas pasien adalah laki-laki, homoseksual dan berumur antara 20- 30. Dari beberapa penyebab umum, faktor yang sering dikutip adalah kurangnya informasi dan perlunya kampanye peningkatan kesadaran akan masalah ini, terutama di komunitas homoseksual.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara organisasi seperti <a href="http://www.wadsjapan.net/wadsinfo.php">WADS</a> [jp], <a href="http://www.jfap.or.jp/">JFAP</a> [jp] dan organisasi lainnya berusaha untuk meningkatkan tingkat kesadaran publik terutama di kalangan kaum muda dan dewasa mula terhadap persoalan ini, sejauh ini kebijakan pemerintah belum terbukti efektif. Dengan pemilihan umum baru-baru ini  terlaksana dan DPJ yang baru terpilih, ada harapan bahwa kebijakan tentang HIV/AIDS akan lebih dipertimbangkan dengan serius, meskipun tidak ada pihak-pihak yang bersaing membahas persoalan itu dalam manifesto mereka. Komentar anonim dalam blog <a href="http://www.asajp.jp/">Asosiasi Masyarakat AIDS</a> [jp] <a href="http://asajp.at.webry.info/200908/article_1.html">menyoroti</a> poin ini.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>今回の総選挙の論戦からエイズ対策は消されてしまったんですね。ああ、そうですか、それが日本の政治の意思ですか、といったやりきれない印象です。世界中でエイズに関する国際会議が開かれ、日本政府も加わったさまざまな宣言や声明が発表されるたびに強調されてきた「政治のリーダーシップ」は、現在の日本国内ではこういう姿で表現されている。これでいいのでしょうか、いや、いいわけがない！　ということで、反語的怒りをふつふつと感じつつも、それをぐっと抑え、日本ＨＩＶ陽性者ネットワークＪａＮＰ＋、エイズ＆ソサエティ研究会議など国内のエイズ関連ＮＧＯのネットワーク４団体が各政党に対しエイズ政策に関する公開質問を行っています。</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Penanggulangan AIDS menghilang dari debat pemilihan umum. Mm, aku bertanya-tanya apakah itu maksud pemerintah Jepang? Di mana-mana di dunia, konferensi AIDS internasional diselenggarakan, dan yang ditekankan adalah perlunya kepemimpinan pemerintah, meskipun pemerintah Jepang telah menyatakannya lewat setiap pengumuman atau pernyataan resmi, akan tetapi hanya sedikit kebijakan internal yang dilakukan!<br />
Apakah hal itu baik-baik saja? Tidak, tentu saja tidak dan sementara saya mepertanyakan pernyataan retorika seperti itu dan merasa marah tentang semua ini, saya tenang dan mengatakan bahwa jaringan orang Jepang dengan HIV positif JaNP+, Asosiasi Masyarakat AIDS dan jaringan yang terdiri dari 4 NPO yang mengurusi isu AIDS di negara itu telah secara resmi menanyakan tiap partai politik tentang kebijakan AIDS mereka.</div>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>(追加)　各党からの回答はJaNP+の公式サイトに掲載されています。</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">(Note) Jawaban dari masing-masing pihak telah <a href="http://www.janpplus.jp/project/advocacy/090818answer.pdf">diterbitkan </a> [jp, pdf] dalam situs resmi JaNP+.</div>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari kontradiksi yang melihat bahwa negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia ini terbelakang dalam melawan AIDS, di sini seperti di belahan dunia lainnya, orang dengan HIV positif dan AIDS belajar untuk mengungkapkan perasaan mereka, kegelisahan dan momen bahagia atau sedih dalam keseharian mereka dalam buku harian online.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ryuta</em>, contohnya, memulai blognya beberapa jam setelah dia diberi tahu bahwa dia HIV positif, sebagai sebuah cara untuk melawan, katanya. Dalam <a href="http://blog.livedoor.jp/gay_hiv_positive/archives/cat_35438.html">pos ini</a>, dia mengingat saat pertama kali dia tahu bahwa dia terinfeksi.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>先週の土曜日に、地元でHIV抗体検査を受けた。<br />
そして、今日、部屋に通された僕は、<br />
目の前に座っているDrから、HIV陽性の宣告を受けた。<br />
「いいですか、受付番号を一緒に確認してください。295657番、合ってますね」<br />
「はい、295657番で合ってます」<br />
「この紙を見てください。ここの数値がウイルスの数を表しています。通常1．0未満なのですが、あなたの場合、105.00になっています」</p>
<p>「はい確かに」<br />
「これは検査の結果、陽性を意味します」<br />
その言葉を聞いて、紙を見直す。<br />
確かに、正常値＜1.0の文字と、その横の105.00の文字が見える。<br />
何度か、左右に目を走らせたが、確かにそうだ。<br />
印刷された数字は何度見ても変わらない。<br />
「・・・そうですか。わかりました」</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Sabtu kemarin saya tes HIV di sebuah tempat dekat rumah.<br />
Hari ini, aku dibawa ke sebuah ruangan, dimana seorang dokter yang berdiri di depan saya memberi tahu bahwa saya HIV positif.</p>
<p>“Mari periksa nomormu bersama, ok? 295657. Itu punyamu, bukan?”<br />
“Ya, 295657. Betul”<br />
“Lihat kertas ini. Angka ini berarti jumlah virus. Biasanya di bawah 1.0 akan tetapi dalam kasusmu nilainya 105.00”<br />
“OK”<br />
“Ini hasil tesnya. Kamu positif”<br />
Mendengarnya, saya kembali memeriksa kertas itu.<br />
Betul, saya dapat melihat angka normal &lt;1.0 dan, di sampingnya terdapat angka 105.00.</p>
<p>Biarpun melihatnya beberapa kali, dari kanan ke kiri dan dari kiri ke kanan, angkanya tidak berubah.<br />
Bagaimanapun cara saya melihat angka yang tercetak, angka itu tidak berubah.<br />
“Apakah begitu… saya mengerti”</p></div>
<p style="text-align: justify;">[…]</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>「このあと、隣の部屋で担当看護師より今後の詳しい説明がありますが、医師の私に他に質問はありますか」<br />
「いいえ、大丈夫です」<br />
「それでは、これが紹介状です。今後かかる病院の医師にお渡しください」<br />
「ありがとうございました」</p>
<p>「担当看護師を呼びますね」<br />
最初から最後まで顔色ひとつ変わらない医師。<br />
これがプロなんだな～と変なところでなんだか関心。</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Sekarang, di ruangan sebelah, seorang suster akan menjelaskan lebih jelas apa yang harus kamu lakukan dari sekarang. Apakah ada pertanyaan lain untuk saya??”<br />
“Tidak”<br />
“Baiklah, ini surat pengantar. Tolong berikan ini pada dokter di rumah sakit yang akan menangani kamu selanjutnya”<br />
“Terima kasih banyak”<br />
“Kalau begitu saya akan memanggil suster.”</p>
<p>Seorang dokter yang ekspresi wajahnya tidak pernah berubah, dari awal sampai akhir.<br />
Inilah yang kita sebut profesional…Saya tidak mengerti mengapa, tapi hal-hal konyol seperti ini menyita perhatian saya.</p></div>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>ドアを開けて部屋に入ってきた看護師はやわらかい表情。<br />
「それでは、お荷物をもってこちらへどうぞ」<br />
明るい清潔そうな部屋、HIVに関するガイドブックや関連資料が机の隅に並んでいる。<br />
「それではこちらにおかけください」<br />
「はい。ありがとうございます。・・・あっ、ノートにメモをしながら聞いてもいいですか？」<br />
「勿論です」</p>
<p>カバンからノートを取り出して机の上に置く。<br />
「なんだか用意がいいですね」と看護師。<br />
「まあ・・・」僕は曖昧な笑顔。</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Saya membuka pintu dan ada seorang suster yang menuggu saya di sana, ekspresi lembut di wajahnya.<br />
“Bawa tasmu dan masuklah”<br />
Di dalam ruangan yang terang dan bersih, buku petunjuk tentang HIV dan kertas-kertas yang berhubungan berbaris dalam sebuah pojok meja.<br />
“Duduklah”<br />
“Ya, terima kasih… Bolehkah saya mencatat sementara saya mendengarkan?”<br />
“Tentu”</p>
<p>Saya mengambil sebuah buku catatan dari tas saya dan meletakkannya di atas meja.<br />
“Kamu tampak siap, eh?” kata sang suster.<br />
“Kurang lebih…” kata saya dengan senyum samar-samar.</p></div>
<p style="text-align: justify;">[…]</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>その後は、その看護師さんに相談しながら、今後かかる病院の選択をした。僕は車を持っていないので、公共交通機関で通いやすいところを選んだ。これから一生、病院に通わなきゃいけないんだから、利便性は大事なこと。それから初診時の予約の仕方、向こうでの担当医師の名前などを伺う。<br />
そんな会話のなかで、看護師さんがポツリ。<br />
「何か予感はあったんですか」<br />
僕はちょっと考えて答える。<br />
「予感？・・・・んー、そうですね・・・・。予感はありました。あったと思います」</p>
<p>外に出ると、雨が降り続いていた。</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Kemudian saya berkonsultasi dengan dia dan memilih rumah sakit untuk selanjutnya.<br />
Karena saya tidak punya mobil, saya memilih tempat yang mudah untuk dijangkau dengan transportasi publik.<br />
Karena saya harus pergi ke sana selamanya, kemudahan itu penting.<br />
Jadi saya bertanya tentang cara membuat janji untuk pemeriksaan kesehatan awal dan nama dokter dan yang lainnya.<br />
Ketika kami bercakap-cakap, suster itu bergumam<br />
“Apakah kamu mempunyai firasat tentang hal ini?”<br />
Saya menjawab setelah beberapa saat.</p>
<p>“Firasat?…Mmm, ya…saya punya firasat. Saya rasa saya mempunyainya”<br />
Ketika saya keluar, masih turun hujan.</p></div>
<p style="text-align: justify;"><em>Rana</em>, 26 tahun, <a href="http://ameblo.jp/lanatom0130/archive1-200802.html">mengungkapkan perasaannya</a> tentang keputusan apakah memberi tahu teman-teman dan keluarganya tentang kondisinya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>ぁたしは家族に病気のことは伝ぇてません。<br />
可哀想過ぎて、言ぇなぃんです。<br />
本当に親不孝な娘だと思ぃます。<br />
でも、知らなぃ方がいぃことってぁると思ぅ。</p>
<p>とは言っても、一人で抱ぇきれる病気ではなぃので、<br />
親しぃ友達には告知してるんです。<br />
それは支ぇて欲しぃのもぁるけど、<br />
友達に病気のことを身近に感じてほしぃのもぁります。<br />
HIVに感染するまで、友達とそんな話したことなかったから、<br />
みんながHIVにつぃて、どぅいぅ風に考ぇてぃるか、<br />
仲良ぃのに、全然知りませんでした。<br />
だから、伝ぇるのも怖かったです。<br />
拒否されてしまったら、どぅしょぅ。。。</p>
<p>それでも友達でぃてくれるだろぅか。。。<br />
そればかり考ぇてしまったけど、<br />
ぁたしのこと拒否した友達は一人もぃませんでした。</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Saya belum memberi tahu keluarga saya bahwa saya sakit.<br />
Saya merasa bersalah kepada mereka, jadinya saya tidak bisa.<br />
Saya benar-benar anak yang tidak patuh.<br />
Saya juga pikir akan lebih baik jika mereka tidak tahu.</p>
<p>Tentu saja, karena ini bukan sebuah penyakit yang dapat saya tanggung sendiri, aku memberi tahu teman baikku.<br />
Karena saya ingin mereka mendukung saya dan karena saya ingin mereka mengerti arti dari menjadi HIV positif.<br />
Sampai saya terinfeksi, saya sebelumnya belum pernah berbicara dengan teman-teman saya tentang HIV.<br />
Meskipun mereka teman baikku, saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan tentang HIV.<br />
Itulah sebabnya saya takut untuk memberi tahu mereka.<br />
“Apa yang saya lakukan jika mereka menolak saya?”<br />
“Akankah mereka tetap menjadi teman saya?”</p>
<p>Saya tidak bisa menghindari memikirkan hal itu, akan tetapi tak seorang pun benar-benar menolak saya.</p></div>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>すごく嬉しかったです。<br />
自分の友達は本当の友達だって分かりました。<br />
ぁる意味、こぅいぅことで、<br />
それが本物かどぅか、確かめられるのかもね！<br />
初めてHIVの話題をしてみると、ぃろんな子がぃました。<br />
ちゃんとカップルで検査を受けに行ってた子、<br />
問題意識のなぃ子、</p>
<p>検査を受けたぃけど、怖くて行けなぃ子…</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Sungguh luar biasa.<br />
Saya lalu mengerti bahwa teman-teman saya adalah teman sesungguhnya.<br />
Dalam satu hal, ketika hal seperti itu terjadi, kamu benar-benar tahu apakah persahabatan itu murni atau tidak!<br />
Ketika saya pertama kali mengatakan tentang HIV, terdapat reaksi berbeda.<br />
Satu orang telah melakukan tes dengan pasangannya, seorang tidak sadar akan masalah itu, yang lain ingin pergi dan melakukan tes tapi takut …</div>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>ぁたしが感染したことで、<br />
問題意識持ってくれるよぅになったと思ぅし、</p>
<p>ょく体調を心配してくれます(o^ー^o)<br />
とはぃぇ、もちろん嫌なこともぁりました。<br />
ぁたしが感染してるのを知らなぃ人でしたが、<br />
HIVの話題が出て、<br />
『隣にぃるだけ移りそぅじゃん。』<br />
と、スゴィ嫌そぅな顔をして言ってきて、<br />
ぁたしは感染を知ったばかりだったといぅのもぁったけど、<br />
ショック過ぎて何も言ぇませんでした。。<br />
世の中にはまだまだそぅいぅ風に考ぇてる人が</p>
<p>結構ぃるんでしょうね。<br />
そぅいぅ人達の意識改革ができたら<br />
まぢで本望ですね☆★</p></blockquote>
<div class="translation" style="text-align: justify;">Karena mereka tahu saya positif, mereka menjadi lebih sadar akan masalah itu dan mereka mengkhawatirkan kesehatan saya.<br />
Saya juga punya pengalaman buruk.<br />
Ada seorang pria yang tidak tahu saya positif.<br />
Ketika muncul subyek HIV, dengan dengan wajah yang benar-benar jijik dia berkata “Bahkan dengan adanya mereka di sampingku, aku merasa terkontaminasi!”.</p>
<p>Saya begitu terkejut sehingga tidak dapat berkata apa-apa.<br />
Dalam dunia ini mungkin terdapat banyak orang yang berpikiran seperti itu.<br />
Harapan terbesarku adalah bahwa revolusi kesadaran terjadi kepada mereka.</p></div>
<p style="text-align: justify;">Mungkin salah seorang narablog Jepang yang pertama kali menyimpan buku harian online sebagai seorang yang terinfeksi AIDS adalah <a href="http://s04.megalodon.jp/2007-1215-2235-36/nanimonai.cocolog-nifty.com/blog/">Eizu</a>, seorang PSK berusia 23 tahun yang, pada tahun 2006, hanya menulis beberapa posting sebelum kondisinya memburuk. Seorang temannya terus  <a href="http://s01.megalodon.jp/2007-1215-2225-54/eizu777.exblog.jp/">menulis untuk</a> [jp] pembaca Eizu sampai akhir dan kata-kata itu tetap berada di web.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2118/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Afrika Selatan: Pengemudi Taksi Menentang Sistem Bus Baru untuk Piala Dunia</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2066/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2066/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 18:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afrika Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika Sub-Sahara]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2066</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah sistem bus transit publik yang baru yang diluncurkan untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dihadapkan pada hiruk pikuk protes yang berasal dari pengemudi taksi (mini bus). Para narablog Afrika Selatan mendiskusikannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/ismail-dhorat/">Ismail Dhorat</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/09/04/south-africa-taxis-defiant-of-new-bus-system-for-world-cup/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Sistem <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bus_rapid_transit">BRT</a> (Busway) Afrika Selatan diluncurkan di Johannesburg, Afrika Selatan pada tanggal 31 Agustus. Sistem BRT yang disebut “<a href="http://www.reavaya.org.za/">Rea Vaya</a>” dijadikan bagian dari rencana transportasi untuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2010_FIFA_World_Cup">Piala Dunia FIFA 2010</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, sistem tersebut menghadapi pertentangan dari industri taksi (mini bus). Menurut tradisi, taksi secara garis besar telah memenuhi kebutuhan akan transportasi di Afrika Selatan. Industri itu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taxi_wars_in_South_Africa">dikembangkan ketika masa Apartheid</a>, dan berada di luar ekonomi formal.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/photo0010.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-94437" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/photo0010-300x225.jpg" alt="BRT" width="300" height="225" /></a>Industri taksi merasa bahwa BRT mengancam bisnis mereka, dan protes terhadap sistem baru berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu. Pada bulan Maret tahun ini, beberapa jalan raya ditutup oleh pengemudi taksi yang memblokir seluruh jalan raya dan menolak untuk pindah. <a href="http://ismaild.com/taxi-drivers-havok/">Gambar lainnya</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Reaksi terhadap pesaing taksi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tulisan ini kita akan mengulas beberapa pendapat dan laporan oleh narablog.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Road Safety Blog </em><a href="http://roadsafety.wordpress.com/2009/08/29/ndebele-says-brt-puts-commuters-first/">melaporkan</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Industri taksi telah mencoba untuk kesebelas kalinya mengajukan aplikasi pengadilan ke Pengadilan Tinggi Pretoria hari Jumat untuk mencegah peluncuran BRT, akan tetapi hakim tidak memberi mereka lampu hijau untuk melarang peluncuran  bus.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Akan tetapi operator taksi menyebutkan bahwa pemerintah membangun BRT di rute yang dikembangkan oleh taksi selama beberapa dekade, mengancam mata pencaharian mereka.</p>
<p>Ndebele mengatakan kelompok kerja bersama nasional proyek itu akan terus berbicara dengan industri taksi untuk menghasilkan suatu kesepakatan.</p>
<p>“Segala transportasi publik yang kita buat harus menguntungkan para komuter,” katanya.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.zapiro.com/"><em>Zapiro</em></a> Seorang kartunis politik yang selalu berhasil untuk menangkap inti dari sebuah situasi, menggambar ini:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/brt-zapiro.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-94440" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/09/brt-zapiro-300x219.jpg" alt="brt-zapiro" width="300" height="219" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Malocoda</em> merasa bahwa implementasi BRT hanyalah contoh lain dari janji yang gagal dipenuhi oleh pemerintah, dia <a href="http://letterdash.com/g.annandale/Broken-Promises">menulis</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kita sedang melihat beberapa janji yang gagal dipenuhi, tidak mengherankan, oleh sang Raja Bunglon.</p>
<p>Bagaimana dengan para pengemudi Taksi, mereka dengan tegas percaya bahwa mereka akan diakomodir dengan adanya sistem BRT. Seepertinya hal tersebut tidak akan terjadi, bukan?</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Ruth</em> dalam <em>Believer</em> <a href="http://blogs.women24.com/gadi/BRT-vs-Taxis">menulis</a> tentang pengalamannya menggunakan BRT pada hari pertama:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Merupakan suatu misi tersendiri untuk mencoba pergi bekerja pagi ini. Pikirkan lebih dari seratus orang berupaya untuk bisa masuk ke dalam sebuah bus tingkat, misi yang mustahil. Jadi, satu orang puas berdiri dan terkadang bergelantung di antara bokong-bokong, sementara satu penumpang berusaha untuk melewati pintu.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tembakan dan kenekatan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari pertama peluncuran sistem bus ditandai oleh sebuah insiden <a href="http://www.int.iol.co.za/index.php?set_id=1&amp;click_id=13&amp;art_id=nw20090902100331381C603620">penembakan</a>, dimana penumpang sebuah taksi menembaki dan melukai dua orang di dalam bus di Soweto.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Lefty</em> <a href="http://blogs.news24.com/lefty/Waking-up-with-a-stallions-head-in-your-bed-02-Sep-2009">menulis</a> tentang insiden itu:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Saat ini saya membaca berita hari ini (<a href="http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5jmOCo5oLHVAlxG5l_oGpg46nuEjQ">tautan</a>) bahwa beberapa pengemudi taksi benar-benar tidak puas dengan sistem BRT yang baru. Begitu tidak puasnya sampai mereka menembak 2 orang. Salah seorang diantaranya, jika saya tidak salah, adalah seorang polisi.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, dia menulis:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Tetapi bagaimana kamu membenarkan tindakan menembak orang lain sebagai bentuk protes? Saya 100% setuju akan BRT, ia akan menguntungkan semua masyarakat (kecuali pengemudi taksi, tentunya).</p></blockquote>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Dan kepada Tuan Pengemudi Taksi John Q, kamu membunuh seorang anak perempuan dalam perjalanannya menuju ke sekolah awal tahun ini. Kamu memutilasi seorang murid. Kamu membahayakan nyawa saya setiap harinya dengan kenekatanmu dalam mengemudi dan sikapmu yang secara terang-terangan mengabaikan hukum. Tolong Tuan, ambillah Fritos dan enyahlah dari jalan. Jika kamu mencari simpati, kamu akan menemukannya di kamus di antara kata kotoran dan sifilis.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Charles</em> melihat beberapa masalah di industri, dia <a href="http://letterdash.com/Charles_Scheepers/Accepting-the-devil-for-the-benefit-of-all">menulis</a></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Apakah ini tentang pengemudi taksi kehilangan pekerjaan mereka atau para bos taksi kehilangan pendapatan? Dari pandangan saya tentang industri itu, hal ini kelihatannya tidak sehat sama sekali. Jika kita melihat kondisi fisik dari kendaraan ini, sepertinya aman untuk mengatakan bahwa keuntungan maksimal diambil dari industri ini tanpa mempedulikan keselamatan dari sumber penghasilan. Jika kita melihat pada pemanfaatan berlebihan dari kapasitas ini, kita dapat menyimpulkan bahwa kenyamanan penumpang tidak pernah muncul dalam setiap proses pengambilan keputusan. Dari sudut pandang  saya, hal ini tampak seperti kesenjangan, atau dikenal sebagai peluang, di pasar<br />
….<br />
Apakah dapat diterima bahwa grup tertentu mengajukan klaim kepemilikan dari suatu industri atau sebagian dari industri dengan mengesampingkan orang lain? Dari manakah rasa kepemilikan ini berasal?</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Jeanius</em> <a href="http://letterdash.com/jeanihess/Taxis-and-the-BRT">menulis</a></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Mereka mengancam penebusan dari komunitas, industri, dan pemerintah.</p>
<p>Para komuter telah bertahun-tahun menunggu sistem BRT dan tidak ada orang penting atau para pemegang saham yang menyatakan ketidaktahuan akan rencana untuk mengimplementasi sistem ini. Kurang lebih 10 tahun sudah para komuter menunggu BRT dan jika industri taksi masih belum siap, mereka tidak akan pernah siap selama ketidaksiapan mereka akan mencegah implementasi sistem.</p>
<p>Pemain utama dari industri taksi cukup mempunyai informasi tentang proses hukum. Jika mereka sungguh-sungguh percaya bahwa hak-hak mereka dilanggar, mereka mempunyai uang dan sumber daya lain untuk maju ke pengadilan untuk menegakkan hak-hak mereka…akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak mau menempuh jalur ini.</p>
<p>Mereka lebih suka intimidasi.</p>
<p>Situasi ini sama sekali tidak bisa ditoleransi.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/09/2066/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iran: Mitos dan realita Twitter</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1790/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1790/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 11:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Farsi]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Protes]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah dan Afrika Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[Liputan media internasional tentang gerakan protes yang dilakukan warga Iran dalam beberapa minggu terakhir telah secara luas merayakan 'Kekuatan Twitter' sebagai suatu alat untuk mengatur dan melaporkan protes, akan tetapi ketergantungan akan Twitter memiliki akibat positif dan negatif dalam krisis ini. Kita akan melihat beberapa dari akibat itu untuk mengungkap tingkat dampak yang sesungguhnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/hamid-tehrani/">Hamid Tehrani</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/07/04/iran-myth-and-reality-about-twitter/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Liputan media internasional tentang gerakan protes yang dilakukan warga Iran dalam beberapa minggu terakhir telah <a href="http://www.csmonitor.com/2009/0619/p06s08-wome.html">secara luas merayakan</a> ‘Kekuatan Twitter&#39; sebagai suatu alat untuk mengatur dan melaporkan protes, akan tetapi ketergantungan akan Twitter memiliki akibat positif dan negatif dalam krisis ini. Kita akan melihat beberapa dari akibat itu untuk mengungkap tingkat dampak yang sesungguhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak diragukan lagi, warga yang memprotes hasil pemilihan presiden bulan Juni <a href="http://globalvoicesonline.org/specialcoverage/iranian-election-2009/#citmediaresource">telah secara efisien menggunakan</a> Twitter, Facebook, YouTube dan blog untuk ‘mengabadikan&#39; gerakan mereka dan menyiarkan adegan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan, akan tetapi pusat dari gerakan ini adalah manusia dan bukan teknologi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan dilarangnya jurnalis melakukan pekerjaan mereka dan dunia yang haus akan informasi akan Iran, media warga seringkali menjadi sumber utama dalam informasi. Sayangnya, identitas asli dan tingkat kepercayaan atas pengguna twitter tidak selalu diketahui, dan kita melihat contoh-contoh dimana batas antara fakta dan fiksi kabur - seperti pada hasil pemilihan presiden itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1-Alat komunikasi untuk pemimpin reformis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pemilihan tanggal 12 Juni, beberapa situs milik kaum reformis disaring. Pasukan keamanan mempertinggi kontrol mereka terhadap surat kabar, kamu reformis dipenjara, dan mereka yang masih bebas dihalangi akses ke televisi nasional dan radio. Internet masih hampir menjadi satu-satunya jendela bagi mereka untuk berkomunikasi dengan publik. <a href="http://www.facebook.com/home.php#/mousavi?ref=nf">Halaman Facebook dari</a> kampanye Mir Hussein Mousavi mempunyai lebih dari 100.000 pendukung. <a href="http://twitter.com/mousavi1388">Di Twitter</a> kampanyenya mempunyai sekitar 30.000 pengikut. <a href="http://twitter.com/gkarbaschi">Ghloamhussein Karbaschi</a>, penasihat top dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mehdi_Karroubi">Mehdi Karroubi</a>, kandidat reformis kedua di pemilihan, menyampaikan peristiwa melalui twitter kepada 5.000 pengikut. Twitter dan Facebook, serta situs reformis seperti <em><a href="http://www.ghalamnews.ir/">Ghlamnews</a></em> membantu mengkomunikasikan keputusan pemimpin reformis dan membantu menyebarkan pesan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2-Menutup kesenjangan antara Iran dan dunia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tweet (siulan) dari rakyat Iran menyentuh ribuan orang di seluruh dunia dan kemudian mengikuti dan kembali menulis posting di twitter. Topik yang paling<a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/06/19/AR2009061901598.html"> umum dicari </a>di Twitter selama beberapa hari adalah <a href="http://search.twitter.com/search?q=%23iranelection">#iranelection</a> (“tanda pagar” untuk diskusi tentang Iran) dan saluran media global juga mengandalkan informasi dan gambar yang disebarkan melalui Twitter. Menurut <em>Bloggasm</em>, siulan yang berasal dari Iran <a href="http://bloggasm.com/tweets-coming-out-of-iran-are-retweeted-an-average-of-578-times">disiul sekitar 57,8 kali</a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3-Twitter tidak mengatur demonstrasi</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin reformis dan pendukung mereka membuat keputusan untuk mengadakan protes dan mereka mengkomunikasikannya melalui berbagai alat. Tidak terdapat bukti bahwa orang saling mengirimkan tautan untuk mengadakan protes. Evgeny Mozrov, anggota dari Open Society Institute di New York <a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/discussion/2009/06/17/DI2009061702232.html">mengatakan kepada Washington Post:<br />
</a></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“[Twitter] telah banyak membantu dalam hal mendapatkan informasi dari negara itu. Apakah ia membantu untuk mengatur protes — seperti yang diklaim kebanyakan media saat itu — tidak pasti sama sekali, karena sebagai sebuah platform publik, Twitter tidak secara khusus berguna dalam merencanakan suatu revolusi (autoritas juga dapat membaca pesan itu!).”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>4-Siulan dapat salah dalam memberikan informasi kepada orang</strong> <strong>banyak</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">Baru-baru ini salah seorang <a href="http://twitter.com/saylor70/statuses/2399812248">menyiulkan</a> bahwa 700.000 orang telah berkumpul di masjid Ghoba di Teheran.Beberapa orang kembali mentweet hal itu dan bahkan memposting berita tersebut di <a href="http://greggchadwick.blogspot.com/search/label/Ghoba%20Mosque">blog mereka</a>. Sementara itu sebuah media internasional arus utama <a href="http://www.nydailynews.com/news/us_world/2009/06/28/2009-06-28_calm_ends_in_iran_protesters_gather_again_in_streets.html">memperkirakan</a> jumlah demonstran berkisar antara 3.000-5.000 orang. Apa yang terjadi dengan 695.000 orang lainnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Situs baru <em><a href="http://www.twitterjournalism.com">Twitter Journalism</a></em> yang dibentuk oleh pendiri <a href="http://www.breakingtweets.com/"><em>Breaking Tweets</em></a>, Craig Kanalley,  <a href="http://www.twitterjournalism.com/2009/06/22/reliable-or-not-retweets-from-iran/">menjelaskan:</a></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Sangat jelas masyarakat menginginkan informasi dari Iran, dan mereka ingin semuanya itu dengan cepat. Tidak lama bagi seseorang untuk menekan “RT” dan meluaskan informasi yang mereka rasa akan menjadi sebuah “berita utama”. Akan tetapi dimanakah &#8216;penjaganya&#39;??<br />
Seorang &#8216;penjaga&#39; adalah seorang &#8216;penyiul ulang&#39;, seseorang yang melihat tiap siulan dan menganalisa nilainya. Seorang &#8216;penyiul ulang&#39; harus mengingat hal ini, dan berhati-hati terhadap setiap siulan sampai bisa dipastikan dengan benar.”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>5-Menyiulkan sesuatu berarti mendaur ulang berita dan tips</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan orang mennyiulkan apa yang mereka baca di situs, dan juga membagi <a href="http://twitter.com/dominiquerdr/status/2436531371">tips dan informasi yang berguna </a>untuk membantu rakyat Iran mengalahkan filter dan sensor terhadap internet. Dengan kata lain, menyiulkan berita   bisa membantu menciptakan pool informasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6-Salam paham terhadap pengirim</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang terdapat &#8216;pengirim&#39;, seperti rakyat Iran yang berbasis di Barat, yang menerima informasi tentang demonstrasi dari sebuah sumber dan kemudian mennyiulkan hal itu tanpa memeriksa faktanya, atau tanpa menyebutkan sumber. Penerima berita - terutama jika mereka bukan rakyat Iran - mungkin berpikir bahwa pria tersebut di Tehran dan menyiulkan kabar dari garis depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7-Aktivitas dan agenda</strong>:</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan rakyat Iran yang beraktivitas dengan twitter adalah aktivis yang mendukung gerakan protes dan mempromosikan cause (tujuan). Informasi dari mereka harus dicek ulang dan tidak langsung diterima sebagai sesuatu yang bernilai, atau sebagai observasi dari saksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan semua hal di atas, sangat jelas bahwa Twitter adalah sumber informasi dan juga sumber kesalahan dalam informasi. Adalah orang di belakang layar yang penting, seperti orang-orang yang melaporkan apa yang mereka katakan.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/07/1790/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaika: Tingkat Kehamilan Remaja dan Kekerasan Seksual yang Tinggi</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1545/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1545/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 10:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-Anak]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Jender]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Jamaika]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1545</guid>
		<description><![CDATA[Meski terjadi peningkatan kesadaran akan kontrasepsi, kehamilan remaja terus menjadi sebuah masalah kesehatan yang besar di Jamaika dengan 35% perempuan Jamaika mengalami kehamilan pertama pada umur 19. Sebagian besar dari kehamilan ini tidak direncanakan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/juhie-bhatia/">Juhie Bhatia</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/06/05/jamaica-high-teen-pregnancy-and-sexual-violence-rates/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-78496" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/06/3352317746_d64c8355f9_m.jpg" alt="Jamaican Girls" width="240" height="160" />Meski terjadi peningkatan kesadaran akan kontrasepsi, kehamilan remaja terus menjadi sebuah masalah kesehatan yang besar di Jamaika dengan 35% perempuan Jamaika mengalami kehamilan pertama pada umur 19. Sebagian besar dari kehamilan ini tidak direncanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah hasil  <a href="http://www.guttmacher.org/pubs/journals/3502109.html">studi</a> yang diterbitkan di Maret, 94% remaja hamil yang diwawancarai mengatakan bahwa kehamilan mereka tidak direncanakan. Studi yang sama menunjukkan tingkat kekerasan seksual yang tinggi di antara remaja yang hamil dan tidak hamil. Studi menemukan bahwa hampir separuh dari remaja perempuan berusia antara 15 dan 17 tahun di Kingston, Jamaika, yang diwawancarai dilaporkan mengalami pemaksaan atau kekerasan seksual. Satu dari tiga dari remaja ini mengatakan bahwa mereka dibujuk atau dipaksa untuk ambil bagian dalam pengalaman seksual pertama mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Di samping pemaksaan seksual, UNICEF menghubungkan tingkat kehamilan remaja yang tinggi di Jamaika kepada <a href="http://www.unicef.org/jamaica/resources_3950.htm">faktor-faktor</a> seperti rendahnya tingkat penggunaan kontrasepsi, inisiasi seksual pada usia dini, pemberdayaan seks, dan rendahnya akses terhadap informasi dan keterampilan tentang seks yang aman dan bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Thinkbass</em> menjelaskan situasi yang dia saksikan ketika bekerja sebagai seorang dokter di sebuah rumah sakit di St. Catherine, Jamaika. Dia <a href="http://epohdem.blogspot.com/2006/02/fall-of-great-jamaican-female_05.html">mengatakan</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Pada malam jaga, sudah menjadi suatu kebiasaan bagi saya untuk melihat dua atau tiga kasus keguguran yang tidak komplit (kami tidak menyukai istilah aborsi lagi)…Mayoritas berusia di bawah 30 tahun dengan beberapa diantaranya berusia di atas 40 dan jumlah di bawah 21 tahun yang mengkhawatirkan. Asal masalah yang mengejutkan paling dipahami dalam anekdot singkat</p>
<p>Masalah Usia 16: Keguguran yang tidak sempurna</p>
<p>Alarming feature (AF) : Bertanya si dokter bodoh (saya) ‘Siapa nama pasangan anda (ayah dari sang bayi)?&#39; Sebuah tatapan bisu, kemudian gumaman ‘Zingy’. Saya menghela napas dan menjatuhkan pen ‘Siapa nama aslinya?&#39; Dia melihat saya kemudian meminta bantuan ibunya…Sang ibu meminta saya untuk menunggu sementara dia pergi keluar untuk memastikan nama pria itu. Ya, kamu paham dengan jelas. Dia bahkan tidak mengetahui nama pria ini! Dia telah menawarkan pria ini tubuh mudanya dan dia tidak tahu nama pria itu. Pria itu setidaknya berusia 30 tahun.”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sasha D., menanggapi sebuah posting blog <em>Jamaica Gleaner</em> , <a href="http://gleanerblogs.com/positiveparenting/2009/03/16/teenage-pregnancy/#">membagi</a> pengalaman pribadinya menjadi remaja hamil. Dia mengatakan bahwa satu-satunya hal yang menyelamatkannya adalah ibunya:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Pada usia 17, baru tamat dari sekolah menengah, tidak tahu apa-apa dan tidak tahu laki-laki, saya mendapati diri saya hamil setelah pesta semalam. Pacar saya mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa dia akan meninggalkan pulau, dan saat itu saya terlalu mabuk untuk menolak! Dan setelah 2 menit&#8230;atau mungkin detik..kekacauan&#8230;itulah tepatnya yang saya pikirkan&#8230;.Saya hamil.</p>
<p>Kepada siapa saya bergantung? Ibu! Ibu terluka, marah, bahkan malu&#8230;.akan tetapi dia mengunci semuanya di dalam, dan mendukung saya….setiap langkah. Dan karena itulah saya mendapat keberanian, inspirasi untuk maju setelah sang bayi lahir. Saya kembali ke sekolah, tamat dari perguruan tinggi, dan pergi ke Universitas. Bagaimana jika Ibu berpaling dari saya? Akan berada di mana saya? Akan menjadi apa saya?”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kisah Sasha D.sepertinya bukanlah hal yang lazim. Hanya <a href="http://www.unicef.org/jamaica/resources_3950.htm">34%</a> dari ibu berusia remaja di Jamaika yang kembali ke sekolah setelah melahirkan. <a href="http://www.guttmacher.org/pubs/journals/3502109.html">Studi Maret</a> menambahkan bahwa kehamilan remaja juga berkontribusi terhadap meningkatnya kematian dan rentan terhadap penyakit atas ibu dan anak, dan turunnya kemungkinan ibu bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Bob, juga menanggapi posting blog <em>Jamaica Gleaner</em> , mengajukan satu solusi untuk membantu menurunkan tingkat kehamilan remaja. Dia <a href="http://gleanerblogs.com/positiveparenting/2009/03/16/teenage-pregnancy/#">mengatakan</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Kebanyakan orang tua di Jamaika malu akan anggota badannya, dan seksualitas mereka sehingga mereka tidak dapat mendiskusikan seks dengan anak perempuan remaja mereka. Dan mereka tidak tahu bahwa dengan melakukan hal itu dapat menghancurkan masa depan mereka. ketika kamu tidak mengajari anak-anakmu, bagaimana bisa kamu menyalahkan mereka?…saya mendesak orang tua untuk mulai mengajari anak perempuan mereka tentang seks ketika mereka berusia 10 tahun.”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Yang lain mengatakan bahwa undang-undang aborsi  Jamaika perlu diperingan, sehingga perempuan dewasa dan remaja perempuan mempunyai akses terhadap aborsi yang aman dan legal. Sebuah posting blog di <em>The Perception and Self-Perception of Women and Their Effects on Health Globally</em> <a href="http://stanford.edu/class/humbio129/cgi-bin/blogs/perceptionofhealth/2009/02/05/cultural-factors-in-teenage-pregnancy-in-jamaica/">menguraikan</a> undang-undang ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Aborsi di Jamaika masih merupakan sebuah kejahatan federal kecuali dalam beberapa kasus, (diatur oleh suatu “hukum umum” yang bermakna ganda),“(i) kelainan janin yang signifikan; (ii) ketika kehamilan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan sang ibu dan (iii) dalam kasus dimana kehamilan sebagai akibat dari pemerkosaan atau incest;” akan tetapi, pada tahun 2004, penyebab tertinggi ketiga dari kematian ibu di Jamaika adalah aborsi yang tidak aman.”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jamaican Gordon Swaby menulis tentang kepercayaannya bahwa aborsi harus dilegalkan di Jamaika. Dia <a href="http://www.gordonswaby.com/2008/02/10/abortion-in-jamaica-legalize-it/">berkata</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Siapa gerangan yang bisa memutuskan apa yang saya dapat dan tidak dapat lakukan atas anak yang belum lahir, semuanya omong kosong. Begitu banyak anak-anak dilahirkan dalam keluarga yang tidak siap dan tidak dewasa. Orang-orang bodoh tersebut lebih memilih seorang anak untuk dilahirkan dan berakhir di jalanan karena orang tua mereka tidak dapat merawat mereka, dan sepertinya negara juga tidak mempunyai suatu sistem yang efektif untuk merawat anak-anak ini…jika mereka akan membuat keputusan untuk tidak melegalkan aborsi di Jamaika, jangan melakukannya berdasarkan agama, lakukan berdasarkan logika.”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Studi lainnya <a href="http://www.guttmacher.org/pubs/journals/3502109.html">menyarankan</a> untuk memberantas kehamilan remaja meliputi mendorong remaja untuk menunda seks pertama mereka dan tidak mempunyai pasangan lebih dari satu. Studi itu juga mengatakan bahwa kekerasan berbasis jender perlu dibenahi pada tingkat masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Thinkbass</em> menambahkan bahwa wanita dan perempuan perlu untuk mulai menghormati diri mereka. Dia <a href="http://epohdem.blogspot.com/2006/02/fall-of-great-jamaican-female_05.html">mengatakan</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>“Banyak remaja yang hamil akan segera menjadi nenek berusia 30 tahun. Banyak wanita yang pada kehamilan kelima atau lebih mereka dan masih mengharapkan kehamilan  – karena  ‘di man wan’ (catatan penerjemah: Inggris Jalaika untuk &#8220;the man wants&#8221;&#8211; suamiku mau) lagi . Beberapa ibu mengidap HIV positif  TIDAK di kehamilan pertama mereka (salah satunya bahkan di kehamilan kesembilan). Dan aku tercengang. Selama beberapa jam mereka menjerit minta tolong pada Tuhan. Salah satu dari mereka bahkan bertanya-tanya apa yang telah mereka lakukan hingga menderita seperti itu! Namun tak pernah kudenger satupun dari mereka menjerit: ‘Tidak lagi. Ah doan want no more (<em>catatan penerjemah: bahasa Inggris Jamaika untuk I don&#39;t want this anymore &#8212; aku tidak ingin hal ini terjadi lagi</em>).’</p>
<p>Sejak kapan istrimu menjadi tempat tadah, lahan tempan mebuang sperma lelaki? Sejak kapan kita diperbolehkan menghina tubuh kita dengan akibat? Sejak kapan kita boleh menyiksa kembang-kembang remaja kita dengan penis yang brutal dan bayi yang terlalu besar? Sejak kapan lelaki menjadi penguasa atas tubuh kita? Sejak kapan apa yang mereka inginkan tercetak di Alkitab meskipun hal itu berarti kematian bagi kita?”</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Foto<a href="http://www.flickr.com/photos/marcoannunziata/3352317746/">Jamaican Girls</a> oleh <a href="http://www.flickr.com/photos/marcoannunziata/">marco annunziata</a> di Flickr.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1545/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Myanmar: Kampanye Facebook untuk Aung San Suu Kyi</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1268/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1268/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 16:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar (Burma)]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Roundups]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1268</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehMong Palatino  &#183; Diterjemahkan oleh Oktavia Sidharta &#183;  Lihat pos asli 
Sebuah halaman Facebook dibuat oleh aktivis pro-demokrasi yang menuntut pembebasan ikon demokrasi dan pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi. Hampir 50.000 orang telah menyatakan dukungan mereka di situs web.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/mong/">Mong Palatino</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/20/myanmar-facebook-campaign-for-aung-san-suu-kyi/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>Sebuah <a href="http://www.facebook.com/pages/Aung-San-Suu-Kyi/9953503420?ref=pdb">halaman Facebook</a> dibuat oleh aktivis pro-demokrasi yang menuntut pembebasan ikon demokrasi dan pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi. Hampir 50.000 orang telah menyatakan dukungan mereka di situs web.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1268/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saudi Arabia: Akankah Flu A/H1N1 Mengancam Pelaksanaan Haji?</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1178/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1178/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 09:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah dan Afrika Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1178</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tahun jutaan umat Muslim menuju ke Mekah untuk melaksanakan Haji (ziarah), salah satu dari lima pilar dalam Islam. Akankah musim Haji tahun ini terancam oleh virus A/H1N1? Para blogger berkomentar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/amira-al-hussaini/">Amira Al Hussaini</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/15/saudi-arabia-will-swine-flu-threaten-hajj/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;">Setiap tahun jutaan umat Muslim menuju ke Mekah untuk melaksanakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hajj">Haji</a> (ziarah), salah satu dari lima pilar dalam Islam. Akankah musim Haji tahun ini terancam oleh virus A/H1N1? Para blogger berkomentar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam <em><a href="http://xrdarabia.org/2009/05/08/swine-flu-and-umrah/">CrossRoads Arabia</a></em>, <em>John Burgess</em> menjelaskan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Seorang peneliti Saudi Arabia tentang hukum Shariah menemukan bahwa terdapat sebuah preseden untuk melarang Umrah (mereka yang tidak wajib, &#8216;kurang&#39; melaksanakan naik haji) yang datang dari wilayah yang diserang oleh virus A/H1N1. Saya menduga bahwa opini ini dikembangkan dalam antisipasi pelaksanaan naik Haji, yang akan berlangsung di akhir November. Naik Haji adalah suatu kewajiban, dimana setiap Muslim diwajibkan untuk melaksanakan haji setidaknya satu kali dalam hidupnya, jika memungkinkan.</p>
<p>Kekhawatiran serupa diangkat beberapa tahun lalu, ketika flu burung (H5N1) mengancam. Seorang terpelajar dari Saudi Arabia meminta pelaksanaan Haji untuk dibatalkan jika terjadi wabah yang parah, akan tetapi usul tersebut <a href="http://www.islamonline.net/English/News/2005-11/22/article07.shtml">ditolak oleh yang lain</a>. Alasannya adalah bahwa pelaksanaan Haji tidak pernah dibatalkan dengan alasan kesehatan publik dan dengan melakukan hal tersebut berarti menentang Islam. Sebaliknya, mereka yang sakit secara moral diwajibkan untuk <em>tidak</em> melaksanakan Haji.</p>
<p>Penyakit menular dan Haji adalah teman secara sejarah. Terdapat banyak catatan mengenai wabah penyakit, dari sampar ke kolera, membunuh ribuan orang di Mekkah, Madinah, dan Jeddah selama bertahun-tahun. Baru menjelang akhir abad 19 <a href="http://etd.gsu.edu/theses/available/etd-07082007-174715/unrestricted/low_michael_c_200708_ma.pdf">karantina</a> [210-halaman PDF] yang dipaksakan secara ketat berhasil menghentikan penyebaran penyakit-penyakit itu dari wilayah, kembali ke rumah Haji. Karantina dan pelaksanaan pemeriksaan medis yang ketat dapat melindungi haji dan hal itu mungkin cukup. Hanya waktu yang dapat berbicara. Flu A/H1N1, sebelumnya flu burung, akan menjadi sebuah non-isu. Jika hal ini tidak terjadi, bagaimanapun, akan bagus jika masyarakat mulai berpikir tentang hal ini.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://mideasti.blogspot.com/2009/05/postpone-hajj-due-to-swine-flu.html"><em>Middle East Institute&#39;s Editor&#39;s Blog</em></a> menambahkan:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Hal ini menjadi semakin aneh. Mufti besar Mesir menyarankan kaum intelek Muslim untuk menerbitkan fatwa kolektif [maklumat agama] untuk <a href="http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=210861">menunda pelaksanaan haji karena flu A/H1N1</a>. Versi Arab terdapat <a href="http://www.almasry-alyoum.com/article2.aspx?ArticleID=210851">disini</a>. Pikirkan — Saya tahu saya terus mengulanginya — belum terdapat kasus di Mesir. Bahkan, menurut<a href="http://www.who.int/csr/don/2009_05_13/en/index.html"> laporan WHO per kemarin</a>, kasus yang dikonfirmasi terdapat di seluruh Timur Tengah hanya terdapat di Israel (tujuh kasus). Dan WHO mengatakan, “WHO tidak menyarankan pembatasan perjalanan berkaitan dengan wabah virus A(H1N1).” Hal lainnya: pelaksanaan haji berlangsung di November. Apakah saya salah disini? Pernahkah pelaksanaan haji ditunda karena alasan kesehatan, sepanjang sejarah Islam? Saya tidak tahu, tapi saya mengharapkan kamu setidaknya memerlukan satu orang yang terjangkit untuk bisa membenarkan hal tersebut. (Bukan saja tidak terdapatnya kasus di Timur Tengah, kecuali Israel, dan tidak terdapatnya kasus sama sekali di Indonesia, Malaysia, Pakistan - negara-negara Muslim.)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1178/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasus Flu A(H1N1) di Asia Tenggara</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1194/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1194/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 09:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa negara Asia Tenggara telah mengkonfirmasi bahwa beberapa warga mereka positif terkena infeksi flu A(H1N1). Wilayah ini tidak lagi bebas dari flu A(H1N1). Para blogger bereaksi atas virus yang terus menyebar dari satu negara ke negara yang lain. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/mong/">Mong Palatino</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/24/influenza-ah1n1-cases-in-southeast-asia/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>Beberapa negara Asia Tenggara telah mengkonfirmasi bahwa beberapa warga mereka positif terkena <a href="http://globalvoicesonline.org/specialcoverage/swine-flu-outbreak-2009/">infeksi Flu A(H1N1)</a>. Wilayah ini tidak lagi bebas dari flu A(H1N1).</p>
<p>Bereaksi terhadap laporan tentang penemuan kasus flu A(H1N1) di <a href="http://headline-malaysia.com/news/2009/05/malaysia-reports-1st-h1n1-case/">Malaysia</a>, Nuraina A Samad <a href="http://nursamad.blogspot.com/2009/05/h1n1-virus-here-already.html">takut akan hal terburuk</a>:</p>
<blockquote><p>kita tahu bahwa ada penumpang lainnya di dua penerbangan yang tidak melapor terhadap petugas kesehatan. Dan kalikan hal tersebut dengan jumlah orang yang mempunyai kontak dengan mereka….dan seterusnya. Bukankah itu menakutkan?</p>
<p>Akan tetapi…aaah, untuk memikirkan bahwa hanya dua minggu yang lalu, Flu Babi, — uuups, Flu A atau virus H1N1 — terdapat nun jauh di Meksiko sana.</p>
<p>Sebelum anda dapat mengatakan la Cucaracha, flu tersebut ke Amerika, Kanada……dan sekarang berada di sini.</p></blockquote>
<p><a href="http://othmanahmad.blogspot.com/2009/05/impossible-for-malaysia-to-contain.html">Othman bin Hj. Ahmad</a> berpikir bahwa sudah terlampau telat bagi Malaysia untuk membatasi virus itu:</p>
<blockquote><p>Dengan tingkat keberhasilan yang terbatas dalam mengkarantina semua penumpang atau orang yang berhubungan dengan kasus flu A(H1N1), ditambah dengan keterlambatan dalam pengujian dan konfirmasi flu ini, sekarang sudah telat untuk membatasi flu ini.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa flu A(H1N1) tidak dapat dideteksi dengan tes-tes ini dan banyak yang sekarang muncul seperti flu biasa, kecuali bahwa mereka tidak tahan terhadap Tamiflu, tidak seperti flu biasa di Amerika Serikat. Flu biasa Malaysia dapat bervariasi.</p></blockquote>
<p><em><br />
aeqmal onetale</em> berpikir bahwa Singapura harus <a href="http://aeqmal.com/onetale/?p=327">waspada ganda</a> bahwa Malaysia sekarang sudah mempunyai kasus flu A(H1N1):</p>
<blockquote><p>Singapura telah menurunkan tingkat peringatan flunya dari ‘Oranye’ ke ‘Kuning’; akan tetapi Malaysia baru saja mengumumkan kasus flu A(H1N1) pertamanya sore kemarin. Sekarang belum waktunya untuk berpesta dan terus jaga kebersihan pribadi.</p></blockquote>
<p><a href="http://www.thaizer.com/news/thailand-confirms-two-swine-flu-cases/"><br />
Thailand</a> telah mengkonfirmasi bahwa flu A(H1N1) juga telah memasuki negara tersebut. Lebih dari <a href="http://thailandtonight.blogspot.com/2009/05/german-tourist-dies-of-suspected-h1n1.html">20 orang</a> dengan gejala flu berada dalam pengawasan. <em>Not the Nation</em> menghadirkan artikel yang bersifat sindiran tentang keberadaan <a href="http://notthenation.com/pages/news/getnews.php?id=787">“flu swird”</a> di Thailand.</p>
<blockquote><p>Tindakan pencegahan yang berdasarkan atas spekulasi bahwa seekor babi yang terserang flu yang menghabiskan waktu dengan seekor ayam dengan flu burung dapat menimbulkan wabah virus flu baru yang dia namakan “flu swird”.</p></blockquote>
<p>Kamboja juga sedang <a href="http://ki-media.blogspot.com/2009/05/cambodia-tightens-inspection-after-flu.html">berjaga-jaga</a> setelah Thailand mengkonfirmasi kasus flu A(H1N1) pertamanya. Baru-baru ini, Kamboja memonitor kesehatan tiga orang <a href="http://ki-media.blogspot.com/2009/05/cambodia-finds-three-passengers.html">Kamboja-Amerika</a> yang teruji positif terkena flu A(H1N1). Sementara itu, seorang <a href="http://www.rjkoehler.com/2009/05/23/english-teacher-confirmed-for-swine-flu/">penumpang pesawat berkebangsaan Vietnam</a> dikarantina di Korea Selatan setelah menunjukkan gejala positif terserang flu mengerikan ini.</p>
<p><em>For want of a better title</em> memperingatkan kita bahwa terdapat <a href="http://modernburrow.lah.cc/2009/05/12/if-youre-worried-about-h1n1/">penyakit-penyakit yang lebih mematikan</a> dibandingkan flu A(H1N1):</p>
<blockquote><p>Jika kalian khawatir akan H1N1, Jangan. Ada lima penyakit yang lebih mematikan yang lebih jahat dan lebih dapat membunuh anda. Pikirkan Dengue, Ebola, AIDS, Kolera dan Meningitis Tulang Belakang. Kolera telah berada dari dulu, dan dengue di tengah-tengah kita. Saya pikir saya akan lebih khawatir tentang penyakit-penyakit itu.</p></blockquote>
<p>See leong Kit memperingatkan terhadap <a href="http://theonlinecitizen.com/2009/05/one-simple-way-to-avoid-swine-flu/">makan komunal</a> di Singapura. Untuk mencegah penyebaran A(H1N1), dia mengajukan hal-hal berikut ini:</p>
<blockquote><p>-Badan Promosi Kesehatan harus menyusun sebuah kampanye efektif untuk mendidik warga Singapura untuk “Makan Secara Higienis” (menggunakan sendok) untuk melengkapi usaha berkelanjutannya tentang ”Makan Secara Sehat” (lebih banyak buah-buahan dan sayur-sayuran).</p>
<p>-Badan Lingkungan Nasional, melalui kuasa perizinannya, akan mengeluarkan pedoman wajib terhadap para penjaja dan restoran untuk menyediakan sendok secara otomatis.</p></blockquote>
<p><a href="http://copypaste.168center.com/2009/05/24/second-case-of-swine-flu-in-the-philippines-confirmed/">The Philippines</a> telah mempunyai dua kasus flu A(H1N1). Gereja Katolik yang dominan berpikir untuk <a href="http://newsinfo.inquirer.net/inquirerheadlines/nation/view/20090524-206803/Church-may-ban-holding-of-hands-during-Masses">melarang gandengan tangan</a> selama misa sebagai sebuah cara untuk mencegah penyebaran flu A(H1N1).</p>
<p>Karena flu A(H1N1) terus berkembang, semakin banyak orang paranoid untuk memakan babi. Hal ini menjelaskan mengapa ekspor daging tikus <a href="http://vuthanews.info/2009/05/flu-fears-rains-buoy-cambodia-rat-exports-to-vietnam/">Kamboja </a> ke Vietnam terus meningkat rekornya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/06/1194/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kazakstan: Kekacauan Kerajaan</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/1133/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/1133/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 19:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Tengah & Kaukasus]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kazakstan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=1133</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehAdil Nurmakov  &#183; Diterjemahkan oleh Oktavia Sidharta &#183;  Lihat pos asli 
Rakhat Aliev, mantan menantu laki-laki dari presiden Kazakstan, mantan duta besar di Austria dan mantan oligarki Kazakstan, divonis 40 tahun penjara untuk kasus penculikan orang, kepemimpinan organisasi yang bersifat mafia dan usaha kudeta, terus menciptakan kesan demokrat dengan membocorkan material yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/adam-kesher/">Adil Nurmakov</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/14/kazakhstan-turmoil-royale/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>Rakhat Aliev, mantan menantu laki-laki dari presiden Kazakstan, mantan duta besar di Austria dan mantan oligarki Kazakstan, divonis 40 tahun penjara untuk kasus penculikan orang, kepemimpinan organisasi yang bersifat mafia dan usaha kudeta, terus menciptakan kesan demokrat dengan membocorkan material yang menyudutkan pejabat-pejabat tinggi.</p>
<p>Awal minggu ini bukunya “Ketua Sindikat Kejahatan-dalam-Hukum” telah diterbitkan. Edisi pertamanya diterbitkan di Jerman, dalam bahasa Jerman. <a href="http://rakhataliev.livejournal.com/33155.html">Seperti yang dikatakan oleh Aliev</a>, [ru]</p>
<blockquote><p>Eropa masih mempunyai pengetahuan yang terbatas tentang apa yang terjadi di Kazakstan. Fakta ini mengijinkan politikus-politikus Uni Eropa untuk mengabaikan represi dan pelanggaran hak.</p></blockquote>
<p class="comment-userpic">Ada beberapa komentar terhadap posting ini. Beberapa dari mereka senang akan publikasi itu. <a href="http://heil-jonny.livejournal.com">heil-jonny</a> mengatakan bahwa dia pasti akan membeli buku itu, sementara <a href="http://mimi7777777.livejournal.com">mimi7777777</a> menawarkan bantuan terjemahan.</p>
<p class="poster"><span class="ljuser" style="white-space: nowrap"><a href="http://yeresim.livejournal.com/"><strong>yeresim</strong></a><strong> </strong>skeptis<strong> </strong>[ru]<strong>:</strong><a href="http://yeresim.livejournal.com/"><strong><br />
</strong></a></span></p>
<blockquote>
<p class="comment-content">Saya akan beranggapan lain terhadap buku ini, jika saja sang penulis merupakan seorang pejuang yang konsisten melawan rezim. Akan tetapi kamu - kamu telah menjadi seperti yang sekarang ini berkat mertuamu. Dan sekarang kamu mencoba untuk memperkenalkan diri kamu sebagai seorang demokrat, dengan menggunakan material yang menyudutkan orang itu. Apakah kamu begitu naif berpikir bahwa rakyat Kazakstan akan senang melihatmu lagi? Saya pikir tidak. Ini adalah tragedimu.</p>
</blockquote>
<p class="poster"><span class="ljuser" style="white-space: nowrap"><a href="http://thousand-pa.livejournal.com/"><strong>thousand_pa</strong></a><strong> </strong>mencoba untuk menjelaskan [ru]: <a href="http://thousand-pa.livejournal.com/"><strong><br />
</strong></a></span></p>
<blockquote>
<p class="comment-content">Apakah buku ini menceritakan kepada pembaca bagaimana seorang pria yang bekerja pada sektor pelayanan publik berhasil untuk memperoleh perusahaan besar properti publik, mempunyai Nurbank [bank komersial], saham bidang media dan periklanan, saham di beberapa perusahaan Kazakstan dan asing?</p>
</blockquote>
<p>Di samping itu, hasil pengecekan terhadap pengguna yang memberikan komentar positif di blog Aliev menunjukkan bahwa kebanyakan dari mereka merupakan akun palsu yang belum pernah membuat tulisan dan tidak mempunyai keterangan dalam riwayat pribadi.</p>
<p><em>Juga diposting dalam <a href="http://kazakhstan.neweurasia.net/2009/05/14/the-godfather-in-law/">neweurasia</a>. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/1133/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cina: Dia tidak melihat adanya hati nurani dan simpati</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/999/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/999/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 17:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oktavia Sidharta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan & Pertolongan]]></category>
		<category><![CDATA[Cina]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Protes]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=999</guid>
		<description><![CDATA[Profesor Xu menulis blog tentang pengalamannya dengan beberapa pemohon di rumah sakit. Dokter yang acuh tak acuh menolak untuk merawat para pemohon dan para satpam berjuang untuk mengeluarkan mereka akhirnya memaksa kaum terpelajar yang sikapnya baik menjadi marah- 'Kamu sama sekali tidak punya hati nurani!']]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/bob-chen/">Bob Chen</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/oktaviasidharta/'>Oktavia Sidharta</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/05/03/china-he-saw-no-conscience-no-sympathy/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>Pada akhir catatan <a href="http://blog.sina.com.cn/xuzhiyong">blog</a>, profesor dan pengacara Xu Zhiyong （许志永） menulis:</p>
<blockquote><p>突然忍不住失声痛哭。我打个车，回到家，跪倒地上，再次痛哭，我感谢上帝让我来到这世上承受这一切。然后，我平静地起来，写下这个故事，为我们的子孙后代，我要告诉他们什么是苦难。</p></blockquote>
<div class="translation">Saya menangis. Saya memanggil taksi, pulang kerumah dan berlutut, air mata muncul lagi. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena membiarkan saya berada di dunia untuk menanggung semua ini. Kemudian saya menahan diri saya sendiri dan menulis kisah ini. Saya ingin anak-anak saya tahu apa itu kesengsaraan dan penderitaan.</div>
<p>Inilah sebagian terjemahan dari blog Xu tentang pengalamannya membantu seorang <a href="http://www.bbc.co.uk/blogs/thereporters/jamesreynolds/2009/04/petitions_in_china.html">pemohon</a> yang dipukuli di Beijing.</p>
<blockquote><p>晚上七点多刚打开手机就接到盛其芳老人的电话：“许教授，一直打不通你的电话，山东临沂被打的那个人八点多就被停药了，没钱治病，在同仁医院。”</p></blockquote>
<div class="translation">Saya menerima telepon dari Sheng pada pukul 7 malam. ‘Profesor Xu, saya telah berulang kali mencoba menghubungimu. Mereka telah menghentikan perawatan kepada wanita yang berasal dari Lin Yi, Shandong tersebut, yang dikasari pagi ini. Kami kehabisan uang di Rumah Sakit Tongren!&#39;</div>
<p>Xu bertanya apa yang terjadi dan Sheng</p>
<blockquote><p>她上访，被临沂驻京办的打成重伤。昏迷，可医院不给治了，怎么办啊。”</p></blockquote>
<div class="translation">
<p>‘Dia datang ke Beijing untuk naik banding mengenai kesedihannya kepada pemerintah pusat, namun dia dipukuli oleh pegawai yang dikirim dari kota dimana dia berasal. Dia jatuh pingsan namun dokter menolak untuk merawatnya, apa yang harus kita lakukan?&#39;</p></div>
<p>Ketika Xu berlari ke rumah sakit, dia menemukan korban berbaring di ranjang dengan ditemani kakak perempuan dan ibunya. Akan tetapi tidak terdapat botol dropping. Kakak perempuannya memberi tahu apa yang terjadi:</p>
<blockquote><p>姐姐说，4月27号她被关押在青年凤凰宾馆，那天下午妹妹也被临沂驻京办从马家楼拉过来，头栽倒在汽车里面地板上。姐姐听说后过去扶起她，问怎么了，她很费力地说被打了，肚子痛，然后就又昏迷了。打了几次120和 110，终于把妹妹送到右安门医院。医生说，没事。求医生给开点止痛药医生也不给开，说回家吧，没事。只好偷偷把妹妹送到同仁医院。拍片子的时候不敢说她是被接访的打的。但是后来向一位医生说了实话，医生就说，没事的，医院没病床了，你们回家吧。幸运地是终于找到了一位有良心的医生，他看了之后很吃惊，着急地说，千万不能让她动，有生命危险，赶紧抬她到床上，不能让她动。后来知道，妹妹被打脾破裂。带的几千块钱很快花完了。今天早上，开了药，但是没钱了，拿不了药，吊针就停了。找马家楼派出所，派出所也只是说在协调，从早上一直到现在都没有用药。</p></blockquote>
<div class="translation">Pada 27 April, sang kakak perempuan dikurung dalam hotel Phoenix. Pada siang harinya dia menemukan korban dikembalikan dari Kantor Lin Yi di Beijing (kantor penghubung pemerintah lokal di ibu kota). Dia berkata dengan suara lemah bahwa dia dipukul di perut dan kemudian jatuh pingsan lagi. Kakaknya mengantar dia ke Rumah Sakit You Anmen, akan tetapi dokter disana mengatakan tidak ada yang salah dengan dirinya. Mereka bahkan tidak mendapat obat penghilang rasa sakit dan mereka hanya disuruh untuk pulang ke rumah. Dia harus membawanya ke Rumah Sakit Tong Ren.<br />
Pada awalnya dia tidak berani mengatakan bahwa dia dipukul karena petisi. Ketika mereka mengatakan kebenaran, mereka sekali lagi diberi tahu bahwa tidak ada kamar yang tersedia. Pada akhirnya seorang dokter yang bersimpati datang. Dia sangat terkejut melihat korban, mendesak mereka untuk tidak memindahkannya, jika tidak membahayakan jiwa. Kemudian, mereka tahu dia mengalami putus lienic. Uang dengan cepat habis untuk pengobatan. Pagi ini resepnya dihentikan. Semenjak saat itu dia sudah tidak mendapat perawatan lagi.</div>
<p>Sebagai seorang profesor hukum, Xu telah membantu para pemohon dan kaum minor berjuang untuk hak mereka. Oleh karena itu, dia terus berhubungan dengan berbagai grup pemohon dan itulah sebabnya, dia sangat cepat diberi tahu tentang situasi itu. Mendengar cerita korban, Xu berlari turun untuk menemui dokter itu.</p>
<blockquote><p>来到一楼。急诊医生办公室。我问医生，这个病人需要不需要紧急治疗？医生跟我们来到病房，摸了摸病人的腹部。然后问我，“你是他什么人？”<br />
我只是一个普通公民，我说。<br />
“那我不跟你说。”<br />
“那好，你跟她家人说，她需要什么治疗，需要什么条件。”<br />
“按照开的药治疗。”他说。<br />
“但我们没钱拿药啊。”姐姐哀求。<br />
“走，我们下去拿药。”我平静地说，正好，今天我身上带了银行卡。</p></blockquote>
<div class="translation">Saya datang ke ruang gawat darurat, bertanya apakah pasien memerlukan perawatan segera. Dokter mendatangi perempuan itu, memeriksa perutnya. Dokter itu kemudian bertanya, ‘ Apakah hubunganmu dengan perempuan itu?&#39;<br />
‘Saya hanyalah seorang rakyat biasa.&#39; Saya menjawab.<br />
‘Kalau begitu saya tidak dapat memberi tahu anda.&#39;<br />
‘Baiklah, akan tetapi beri tahu keluarganya apa yang diperlukan olehnya dan berapa biayanya.&#39;<br />
‘Seperti yang tercantum di resep.&#39;<br />
‘Tapi kami tidak mempunyai uang!&#39; Saudara perempuan itu memohon.<br />
‘Ayo, turun ke bawah untuk menebus resep.&#39; Saya berkata dengan tenang. Kebetulan saya membawa kartu debit saya.</div>
<blockquote><p>划价，这个晚上的药费是850元。似乎这个过程很漫长，终于拿到了单据，一直很坚强的姐姐突然跪到了地上，泪流满面。我扶起她，想我应该早一点来，应该早一点。从来没有像此刻觉得这点钱这么有价值。</p></blockquote>
<div class="translation">Totalnya 850 Yuan untuk malam itu. Proses pembayaran sepertinya merupakan proses yang lama. Ketika akhirnya saya menerima kuitansi, saudara perempuan yang biasa keras kepala itu tiba-tiba berlutut dengan air mata di wajahnya. Saya membangunkannya, berharap bahwa seandainya saya bisa datang lebih awal, sedikit lebih awal. Saya tidak pernah merasa bahwa uang bisa begitu berguna.</div>
<blockquote><p>他们一家来北京上访，因为2006年妹妹和母亲被人欺负，打伤很重，但对方被判缓刑。妹妹不服一直上访。2007年被临沂驻京办的打成了脑外伤，也曾经被送过精神病院</p></blockquote>
<div class="translation">Nama perempuan itu Yao Jing. Keluarga mereka datang ke Beijing untuk membuat petisi karena pada tahun 2006 saudara perempuan dan ibunya diganggu dan dilukai, akan tetapi hukuman mati sang tersangka ditangguhkan. Mereka merasa bahwa hal itu tidak adil. Pada 2007, dia sendiri dipukuli dan menderita trauma otak, hingga harus dilarikan ke rumah sakit jiwa.</div>
<p>Xu menggambarkan Hotel Phoenix tempat saudara perempuan korban dikunci:</p>
<blockquote><p>那是一个很黑很黑的黑监狱，我听到的同样的故事太多太多了，我怎能不去黑监狱呢？</p></blockquote>
<div class="translation">Tempat itu adalah penjara gelap, sungguh gelap. Saya telah mendengar banyak sekali cerita tentangnya. Bagaimana mungkin saya tidak mengunjungi penjara tersebut?</div>
<blockquote><p>在一个特权腐败成为常态的社会里，他们没有任何社会关系，可是他们偏偏认死理，执着上访，他们是这个国家的贱民，他们是我的同胞，我的兄弟姐妹。</p></blockquote>
<div class="translation">
<p>Di sebuah negara dimana hak istimewa dan korupsi merupakan suatu kebiasaan, para pemohon tidak mempunyai koneksi sama sekali, akan tetapi mereka semua bersikeras mempercayai adanya keadilan. Mereka adalah orang yang hina di negara ini, akan tetapi mereka sebangsa dengan saya, saudara saya.</p></div>
<blockquote><p>走廊里突然传来呼救声，一个妇女被五六个男人拖走了。护士进来说，“待会外面有吵闹不要开门。”也有一个男人挨个进门说：“把门关好。”<br />
我和盛其芳来到走廊里。又有两个妇女一先一后被五六个男人拽着拖向电梯。我问怎么回事，没人说话。那个妇女在电梯关门前喊了一声“中国没有人权！”</p></blockquote>
<div class="translation">Tiba-tiba, teriakan minta tolong datang dari koridor. Seorang perempuan ditarik oleh 5 atau 6 pria. Suster meminta kami untuk mengabaikan suara itu.<br />
Saya pergi dengan Sheng ke ruang masuk dan melihat dua wanita yang lain ditarik oleh 5 pria ke dalam lift. Saya bertanya apa yang terjadi, tetapi tidak ada satu orang pun yang menjawab. Wanita itu berteriak ‘tidak ada hak asasi di Cina&#39; sebelum pintu ditutup.</div>
<blockquote><p>姐姐在一旁说，听说他们是东北的，在天安门服毒自杀被送到这里的。一个接访的恶狠狠地问我干嘛的，我说在这里看病人。“没你的事，一边去。”</p></blockquote>
<div class="translation">Wanita itu berkata bahwa mereka datang dari timur laut Cina dan dikirim ke sini karena memakan racun di lapangan Tiananmen sebagai bentuk protes.  Seorang staf bertanya apa yang saya lakukan, saya menjawab bahwa saya sedang mengawasi pasien. ‘Bukan urusanmu, pergi.&#39; katanya.</div>
<blockquote><p>“绑架！怎么会没我的事？”我说，“应该报警。”<br />
可惜这时我的手机没电了。一个挂着同仁医院胸牌的男人过来说，“我就是同仁医院保卫处的，你少管闲事啊。”<br />
刹那间，我终于爆发了，我听到了一个仿佛穿破时空的惊天动地的怒吼：“丧——尽——天——良——！你们知不知道什么是——丧—尽—天—良！丧—尽—天—良！”</p></blockquote>
<div class="translation">‘Ini penculikan! Bukan urusan saya? Saya harus memanggil polisi.&#39;<br />
Akan tetapi telepon seluler saya habis baterainya. Seorang pria dengan tanda pengenal satpam di rumah sakit datang, memberi tahu kami untuk tidak ikut campur.<br />
Pada saat itu, amarah saya meledak. Saya mendengar diri saya berteriak melengking, ‘Kamu tidak punya hati nurani! Tidak punya hati nurani! Tidak punya——HATI NURANI！‘</div>
<blockquote><p>恍惚中，我穿过人群</p></blockquote>
<div class="translation">Saya berjalan melewati orang-orang dengan lemas.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/05/999/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
