<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Global Voices dalam bahasa Indonesia</title>
	<atom:link href="http://id.globalvoicesonline.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.globalvoicesonline.org</link>
	<description>Dunia berbicara. Apakah kamu mendengarkan?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2009 09:22:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Angola: Tingginya Biaya Hidup di Luanda</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2519/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2519/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 12:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Afrika Sub-Sahara]]></category>
		<category><![CDATA[Angola]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Portugis]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2519</guid>
		<description><![CDATA[Biaya hidup di negara ini adalah suatu paradoks: indikasi Angola sebagai negara yang berkembang pesat tidak tercermin dalam keadaan ekonomi sebagian besar penduduk dan tidak mencukupi kualitas hidup mereka yang miskin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/clara-onofre/">Clara Onofre</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/09/angola-the-high-cost-of-living-in-luanda/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div>
<p>Ibu kota Angola, Luanda, adalah kota dengan biaya hidup yang amat tinggi. Baik bagi para penduduk Angola maupun para turis. Jika kalian di sini, maka kalian menyadarinya. Layanan dasar, seperti makanan, pendidikan dan tempat tinggal semahal harga di kota-kota di Eropa. Bedaannya, gaji di Angola tak ubahnya bahan tertawaan jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa, intinya  untuk memenuhi kebutuhan dasar merupakan perjuangan sehari-hari.</p>
<p>Sudah jelas perjuangan ibukanlah sesuatu yang dikhawatirkan oleh mereka yang kaya yang, untuk alasan yang jelas atau tidak, aman berkat rekening-rekening bank yang dapat membuat manusia biasa iri. Menurut survei yang diselenggarakann selama bulan Februari oleh sebuah perusahaan Inggris, ECA International  - <a href="http://www.citymayors.com/statistics/expensive-cities-intro.html">Luanda berada di peringkat pertama kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia</a>.</p>
<p>Dalam blognya <a href="http://mundodaverdade.blogspot.com/2007/05/o-nvel-de-vida-em-luanda.html"><em>Mundo da Verdade</em></a> [pt], Miguel Caxias menulis:</p>
<blockquote><p>“Só para terem uma ideia, o custo por noite no hotel em que estou é de 170 USD (quarto individual, com casa de banho e pequeno-almoço mesmo muito sofrível). Estamos a falar de um hotel que deve ter se tanto, duas estrelas. Para um europeu, não só por costumes alimentícios mas também por costumes de segurança, não se arrisca a comer em qualquer botequim de esquina, obviamente. No restaurante onde temos feito as nossas refeições, o custo médio de uma dose é de 30USD (junte-se a isso bebida, sobremesa, entradas e o preço salta logo para 40/45 USD de despesa individual).</p>
<p>Luanda está numa fase de construção massiva. Junto à Marginal existem apartamentos a 1 milhão de USD. Estão todos vendidos!!!”</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>“Sebagai ilustrasi bagi kalian, harga kamar di hotel tempat saya bermalam adalah 170 $ AS (kamar single dengan kamar mandi, ditambah sarapan yang kurang beragam). Yang kami maksud adalah sebuah hotel bintang dua terbaik di kota. Bagi penduduk Eropa, bukan hanya karena kebiasaan hidangan/makanan, namun juga karena alasan keamanan, kami tidak mengambil resiko makan di restoran umum, tentunya.  Di restoran yang kami kunjungi, harga rata-rata makanan adalah AS$ 30 (jika ditambah minuman, hidangan penutup dan pembuka maka dengan cepat biaya membengkak menjadi AS$ 40/45 per kepala). Luanda sedang dalam tahap pembangunan besar-besaran. Di dekat Marginal [wilayah teluk kota], beberapa apartemen dihargakan satu juta dolar. Dan semuanya laris terjual!!!”</div>
</div>
<p>Biaya hidup yang tinggi di negara ini merupakan suatu paradoks, karena tidak disertai jaminan kualitas hidup yang tinggi, setidaknya bagi mereka yang terpuruk secara ekonomi. Angola termasuk negara yang berkembang pesat, namun yang patut disayangkan perkembangan tidak lantas terlihat pada sikon pemasukan sebagian besar penduduk Angola. Permintaan yang terlalu besar dan persediaan yang terlalu sedikit membuat segala sesuatu sulit.</p>
<p>Penulis asal Brazil dari blog <a href="http://diariodaafrica.blogspot.com/2009/02/os-precos-em-angola.html"><em>Diário de África</em></a> [pt] menyediakan analisa singkat mengenai apa yang terjadi di Angola.</p>
<blockquote><p>“Não são apenas os alugueres (habitação) que custam caro. Tudo é caríssimo. Um quilo de tomate pode sair por 20 USD. Uma bandeja de uvas pode custar 30 USD o quilo. Um bife com batatas fritas pode custar facilmente, 50 dólares. Um cano furado pode sair por 1000.000 USD. Tapar um pequeno furo na tubulação do ar-condicionado do carro e colocar o gás para enfrentarmos o calor luandense custa 200 USD.</p>
<p>Precisa de electricista? Ele não vai sair da sua casa sem ter tirado pelo menos 100 USD de você. Mesmo que só tenha trocado uma lâmpada. Porque é tudo tão caro?”</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>“Bukan hanya harga sewa (rumah) yang mahal. Semuanya sangat mahal. Satu kilo tomat saja bisa mencapai AS$ 20. Serenceng anggur bisa mencapai harga AS$ 30 per kilo. Seporsi bistik disertai kentang goreng dengan mudah mencapai harga AS$ 50. Membetulkan satu pipa bisa menguras kantong kita hingga AS$ 1.000. Menyolder sebuah lubang kecil di pipa AC mobil dan membetulkannya demi mengatasi panasnya udara Luanda bisa menguras kantong sampai AS$ 200. Butuh tukang listrik? Ia tidak akan meninggalkan rumahnya sampai setidaknya kita membayar AS$ 100. Bahkan jika hanya untuk mengganti bola lampu. Mengapa semuanya begitu mahal?”</div>
</div>
<p>Menurut narablog berikut, jawabannya mudah dan, sekali lagi, mengingatkan kita kepada perang yang telah merampas lebih dari 30 tahun masa pembangunan negara ini.</p>
<blockquote><p>“O atabalhoado processo de independência e a guerra acabaram com tudo. Primeiro, a independência. Em 1975, pelo menos 300 mil portugueses abandonaram Angola. Médicos, dentistas, advogados, empresários, encanadores, mecânicos, burocratas, professores. Em questão de meses, Angola ficou sem quadros. Não havia quem soubesse gerenciar as finanças do país. Depois a guerra. O esforço de guerra sugou o dinheiro que deveria ser investido na saúde, na educação, nas infra-estruturas do país. Agora multiplique essa situação por 30 anos. O resultado chama-se Luanda.</p>
<p>Com a alta no preço do petróleo nos últimos anos, os fretes subiram e por tabela, o de todos os produtos. Chegou-se a uma situação tal que mesmo os itens produzidos em Angola podem custar mais que os importados. Porquê? Os economistas que me corrijam, mas parece ter algo a ver com a tal lei da oferta e da procura. Quem quer agora, tem de pagar mais.”</p>
<p>O país não tem indústrias. Tudo é importado. Vem de navio. No porto, não há espaço. Os navios ficam dois, três meses atracados em alto-mar, aguardando autorização para descarregar. Só agora é que a agricultura começa a dar os primeiros passos. Mas só nas áreas em que não há minas terrestres. O último número que ouvi era de que mais da metade das terras cultiváveis do país estava cheia de minas. Enquanto o terreno não estiver limpo, nada feito. Portanto, até a comida precisar ser importada.</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>“Perjuangan yang susah payah menuju kemerdekaan diikuti dengan peperangan berdampak pada seluruh bidang. Pertama, kemerdekaan. Pada 1975, setidaknya 300.000 warga Portugis meninggalkan Angola. Dokter, dokter gigi, pengacara, wirausahawan, mekanik, tukang pipa, pegawai negeri sipil, guru. Dalam beberapa bulan tanpa arah, Angola tidak memiliki SDM yang berkualitas. Tidak ada yang tahu bagaimana mengelola keuangan negara. Kedua, peperangan. Usaha memenangi perang menyedot seluruh uang yang seharusnya diinvestasikan untuk kesehatan, pendidikan dan infrastruktur negara. 30 tahun kemudian, jadilah Luanda. Dengan harga gas yang mahal beberapa tahun ini, biaya transportasi juga meningkat dan, secara serentak, begitu juga harga seluruh barang. Situasi menjadi kian parah sampai-sampai barang produksi dagri Angola pun menjadi lebih mahal daripada produk impor. Mengapa? Para ekonom, tolong betulkan jika saya salah, tapi ini berkaitan dengan hukum persediaan dan permintaan. Jika kalian ingin (barang) sekarang, kalian harus membayar lebih.”</p>
<p>Negara ini tidak mempunyai industri. Semuanya hasil impor. Semuanya dikirim melalui kapal laut, dan tidak ada tempat di pelabuhan. Kapal-kapal berlabuh dua sampai tiga bulan di laut lepas, menunggu persetujuan pihak berwenang untuk dapat membongkar muat barang-barang mereka. Baru sekarang bidang agrikultur mengambil langkah pertama, namun hanya  di wilayah yang tidak ada ranjau. Statistik terakhir yang saya dengar adalah sebagian tanah yang subuh penuh dengan ranjau. Selama tanah pijakan belum bersih dari ranjauh, tidak banyak yang bisa dilakukan. Oleh sebab itu, makanan pun harus diimpor.</p></div>
</div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/angola-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /><p class="wp-caption-text">Seekor kambing mencapai harga 600 KZ (AS$ 7). Tweetpic oleh @bethinagava</p></div>
<div>Terjemahan Portugis&lt;&gt;Inggris oleh <a href="http://globalvoicesonline.org/author/melissa-mann/">Melissa Mann</a></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2519/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Filipina: Pohon Dita Menyelamatkan 36 Jiwa Saat Banjir Melanda</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2512/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2512/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Carolina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Filipino]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2512</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehMong Palatino  &#183; Diterjemahkan oleh Carolina &#183;  Lihat pos asli 

Sebuah pohon yang dinamai Pohon Dita yang berukuran 40 kaki menjadi tempat berlindung 36 jiwa dari 7 keluarga di Barangay Bagong Silangan (Desa New East), Quezon City, Metro Manila ketika banjir meluap tanggal 26 September lalu. Banjir bandang tersebut merupakan akibat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/mong/">Mong Palatino</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/carol/'>Carolina</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/05/philippines-dita-tree-saved-36-lives-during-floods/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: justify;"><a href="http://www.arkibongbayan.org/2009/2009-10-Oct30-Survivorstelltheir%20stories/Survivors%20tell%20their%20stories.htm"><img title="dita tree" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/dita-tree-300x225.jpg" alt="&quot;Tree of Life&quot;" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah pohon yang dinamai Pohon Dita yang berukuran 40 kaki menjadi tempat berlindung 36 jiwa dari 7 keluarga di <a href="http://slingshot2004.blogspot.com/2009/10/ondoy-hits-brgy-bagong-silangan.html">Barangay Bagong Silangan</a> (Desa New East), Quezon City, Metro Manila ketika banjir meluap tanggal 26 September lalu. Banjir bandang tersebut merupakan akibat dari curah hujan yang tinggi yang didatangkan oleh  <a href="http://globalvoicesonline.org/2009/10/02/typhoon-ketsana-batters-southeast-asia/">Topan Ketsana</a> yang melanda Filipina bulan September lalu. Banjir tersebut merupakan <a href="http://globalvoicesonline.org/2009/09/28/philippines-flooding-documented-on-citizen-videos/">banjir terparah</a> yang terjadi di negeri dalam kurun 40 tahun terakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Perkotaan Manila hanya tersisa beberapa Pohon Dita. Barangay Bagong Silangan adalah sebuah komunitas miskin kota yang terletak di timurlaut ibukota. Lebih dari 30 warga komunitas ini <a href="http://pinoyweekly.org/new/mga-larawan-kamatayan-sa-bagong-silang/">meninggal</a> ketika bencana banjir melanda.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Arkibong Bayan</em> <a href="http://www.arkibongbayan.org/2009/2009-10-Oct15-treesaved36people/bagong%20silangan.htm">mengkisahkan rincian cerita</a>:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>36 jiwa yang berasal dari 7 keluarga memanjat pohon dita ini ketika air banjir mulai meluap dan akhirnya mereka selamat. Mereka berdiam di batang-batang pohon sejak pukul 10 pagi tanggal 26 September hingga pukul 3 dini hari keesokannya, ketika mereka turun dari pohon tersebut karena kedinginan dan kelaparan selama 17 jam, air masih setinggi pinggul. Anggota keluarga tertua berusia 60 tahun dan yang termuda berusia 2 minggu.</p>
<p>Pesan moral: Jangan tebang pohon sembarangan, suatu hari nanti mereka dapat menolong jiwamu. (Dalam kejadian ini, secara harafiah.)</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mereka yang selamat juga mengatakan bahwa ada tiga ekor ular yang berlindung di Pohon Dita.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain Pohon Dita yang kita sebut barusan, ada juga pohon lain yang menyelamatkan jiwa para warga desa lainnya.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Sabi ng mga taong nakausap namin nung magpunta din kami dun, maliban sa dita tree, may isa pang puno dun na mas manipis pero mataas din. doon daw sumabit yung isang pamilyang nakasakay sa yero. Meron ding 2 month old baby na natangay ng agos sa puno kaya sinungkit din nila.</p></blockquote>
<div class="translation">
<div style="text-align: justify;">Menurut beberapa warga desa, ada sebuah pohon lain (sedikit lebih kecil dari Pohon Dita) yang menjadi tempat perlindungan sementara.Di sana juga menjadi tempat berlindung seorang bayi berumur 2 bulan yang terseret arus hingga mendekati pohon tersebut. Sang bayi terselamatkan.</div>
</div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.arkibongbayan.org/2009/2009-10-Oct30-Survivorstelltheir%20stories/Survivors%20tell%20their%20stories.htm"><img title="flood" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/flood-300x201.jpg" alt="flood" width="300" height="201" /></a><br />
<a href="http://www.arkibongbayan.org/2009/2009-10-Oct30-Survivorstelltheir%20stories/Survivors%20tell%20their%20stories.htm"><img title="flooding" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/flooding-300x201.jpg" alt="flooding" width="300" height="201" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><em>TASK FORCE: anak-anak korban topan badai </em>mampu mengunjungi desa dan melihat sendiri <a href="http://tfchildrenofthestorm.wordpress.com/2009/10/19/from-ondoy-to-pepeng-more-children-reached-more-work-done/">“Pohon Kehidupan”</a></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Kami juga diperlihatkan sebuah pohon yang kini kita sebut “Pohon Kehidupan”, atau Pohon Dita tempat  perlindungan 7  keluarga (34 jiwa) ketika banjir melanda dan akhirnya terselamatkan dari banjir bandang.</p>
<p>Warga yang selamat, yang kini sedang mengamati perbaikan rumah mereka, saling bercerita tentang pengalaman mereka hinggap dari satu apat ke atap lainnya, berupaya menjangkau tempat tinggi. Mereka mengenang kejadian saat mereka menolong seorang bayi berusia 2 bulan yang mengapung diatas sebuah atap alumunium.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Arkibong Bayan</em> menerima sebuah komentar dari pembaca yang mengalami peristiwa serupa, dimana sebuah pohon mangga menyelamatkan jiwa pengungsi bencana alam tiga tahun lalu.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Saat Topan besar Reming mengamuk tanggal 30 November 2006, sebuah pohon mangga menyelamatkan 5 jiwa di Padang, Kota Legazpi (Propinsi Bicol di Pulau Luzon). Salah satu dari mereka yang selamat memiliki dua pilihan: berdiam di pohon mangga atau di atap rapuh sebuah rumah. Dia memilih pohon tersebut; mereka yang berdiam di atap rumah rapuh kemudian terseret arus hingga ke laut.</p>
<p>Pesan moral: Tanamlah pohon. Mungkin suatu hari pohon itu akan menyelamatkan nyawamu.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.arkibongbayan.org/2009/2009-10-Oct15-treesaved36people/bagong%20silangan.htm"><img title="ondoy wrath" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/ondoy-wrath-300x225.jpg" alt="ondoy wrath" width="300" height="225" /></a><br />
<a href="http://www.arkibongbayan.org/2009/2009-10-Oct15-treesaved36people/bagong%20silangan.htm"><img title="ondoy impact" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/ondoy-impact-300x225.jpg" alt="ondoy impact" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berhasil selamat dari banjir ganas bulan September lalu, para warga Barangay Bagong Silangan kini menghadapi tantangan yang lebih besar lagi: membangun kembali rumah dan kehidupan mereka. Komunitas itu <a href="http://www.arkibongbayan.org/2009/2009-10-Oct30-Survivorstelltheir%20stories/Survivors%20tell%20their%20stories.htm">kini berubah total</a>. Rumah-rumah yang terseret banjir bandang dan infrastruktur sederhana mengalami kerusakan berat.</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Mereka bilang bahwa sebelum Ondoy (Topan Ketsana) terjadi, daerah tersebut amatlah padat seperti layaknya daerah miskin perkotaan kebanyakan.</p>
<p>Kini, hanya beberapa rumah yang lumayan kokohlah yang masih berdiri. Dan daerah tersebut kini terlihat lebih lengang dengan tempat-tempat terbuka nan luas — akibat perumahan yang terseret air banjir bandang yang mengamuk.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2512/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kirgizstan: Lambang setan di ibukota</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2521/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2521/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 11:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Carolina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Kirgizstan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2521</guid>
		<description><![CDATA[Shairbek Zhusuev, pemimpin partai ErK (Erkin Kyrgyzstan - terj. Kirgizstan Bebas), mengejutkan banyak warga Kirgiz dengan megungkapkan bahwa ibukota Kirgizstan, Bishkek telah mengalami setanisasi bertahun-tahun lamanya akibat adanya sebuah lambang iblis di kota itu. Berikut respon warga Kirgiz..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/tolkun/">Tolkun</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/carol/'>Carolina</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/09/kyrgyzstan-satanized/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div id="single">
<p>Shairbek Zhusuev, pemimpin partai ErK (Erkin Kyrgyzstan - terj. <em>Kirgizstan</em> <em>Bebas</em>), mengejutkan banyak warga Kirgiz dengan megungkapkan bahwa ibukota Kirgizstan, Bishkek telah mengalami setanisasi bertahun-tahun lamanya akibat adanya sebuah lambang iblis di kota itu. Zhusuev mengatakan bahwa dia menyadari kenyataan tersebut setelah melihat sendiri lambang tersebut di Google Earth yang menampilkan foto aerial sebuah daerah Bishek. Menurutnya, taman Panfilov yang terletak di jantung kota Bishkek, di samping gedung Parlemen dan istana kenegaraan Rumah Putih, didirikan dalam bentuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pentagram">Pentakel</a> (aka Pentagram) yang secara luas digunakan sebagai simbol kepercayaan para satanis.</p>
<p>24.kg <a href="http://www.24.kg/politic/65214-lider-partii-yerk-schitaet-chto-v-centre-stolicy.html">yang mengutip</a> Zhusuev mengatakan [ru]:</p>
<blockquote><p>Aku menemukan sebuah foto yang menarik - taman di samping Panfilov terlihat dari atas berbentuk pentagram: sebuah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pentagram#Satanism">simbol setan</a> yang juga dikenal sebagai “<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sigil_of_Baphomet">Sigil of Baphomet</a>” - simbol resmi <a href="http://www.churchofsatan.com/">Perkumpulan Satanis</a>. Tidak masuk akal bila dikatakan bahwa pentagram tersebut muncul secara kebetulan dalam peta kota atau hanya merupakan lambang bintang Uni Soviet. Karena bentuk yang tampil memiliki proporsi sudut-sudut sempurna yang mengacu ke seluruh penjuru dunia.</p></blockquote>
<p>Pemimpin partai ErK Shairbek Zhusuev merasa bahwa sudah saatnya untuk membersihkan Bishkek dari simbol-simbol kepercayaan seperti itu, karena simbol tersebut tidak mewakili agama dan kepercayaan asli Kirgizstan. Pendahulu Zhusuev, pemimpin partai ErK adalah Tursunbai Bakir uulu, mantan ombudsman Kirgizstan, yang dikenal dengan pernyataan publiknya yang pro-Islam. Tursunbai Bakir uulu adalah, pemimpin Ikatan Muslim Kirgizstan dan anggota ErK yang membakar bendera Israel di pusat kota  Bishkek sebagai bentul protes penyerangan jalur Gaza.</p>
<p>Pengguna internet Kirgiz dengan aktif mendiskusikan simbol setan terbesar di Bishkek. Pengguna forum internet Diesel merupakan yang paling aktif memperdebatkan topik ini.</p>
<p><em>Alx.</em> <a href="http://diesel.elcat.kg/index.php?showtopic=2799158&amp;view=findpost&amp;p=11156177">mengatakan</a> bahwa pentagram merupakan simbol biasa dan tidak melulu bermakna relijius [ru]:</p>
<blockquote><p>Sungguh sulit mengkomentari keomong-kosongan macam ini. Mereka [para anggota partai] sperti tidak mempunyai hal lain yang lebih penting untuk dikerjakan! Simbol setan serupa itu juga ada di lencana yang tersemat di bahu tiap anggota polisi di negeri ini. Dan fakta mengenai sudut-sudut yang sempurna - yah, karena memang sudut-sudut tersebut diperlukan untuk menggambar bintang. Hal ini merupakan salah satu warisan nyata era Soviet.</p></blockquote>
<p><em>photo.kg </em>menuduh ketua partai lalai menyoroti isu-isu lain yang lebih penting, namun lega karena dia tidak buta komputer [ru]:</p>
<blockquote><p>Menurutku ketua partai Erk sungguh kurang kerjaan… Aku lega bahwa anggota partai belajar menggunakan komputer dan Google Maps, alih-alih bermain kartu solitaire dan meluncur ke situs-situs porno.</p></blockquote>
<p><em>Don.Speekenglish</em> <a href="http://diesel.elcat.kg/index.php?showtopic=2799158&amp;view=findpost&amp;p=11156165">merasa</a> bahwa Shairbek Zhusuev harus mengenal lebih baik sejarah kota Bishkek [ru]:</p>
<blockquote><p>Mr. Zhusuev sepertinya tidak sadar bahwa taman itu awalnya dinamai “Bintang”.Taman tersebut berubah nama menjadi Panfilov setelah Perang Dunia II.</p></blockquote>
<p>CAJAX! <a href="http://diesel.elcat.kg/index.php?showtopic=2799158&amp;view=findpost&amp;p=11162032"><em>menyoroti ironi</em></a> situasi dengan fakta menarik [ru]:</p>
<blockquote><p>Ngomong-ngomong! Roda Ferris di taman tersebut dinamai Roda setan (Rus. <em>Чертово колесо</em>). Jelaslah sekarang! Pantas saja taman tersebut menarik perhatian anak-anak dan kaum muda - orang-orang dengan kerapuhan psikologis. Rumah-rumah elit dengan kolam renang dan sebuah kasino [di wilayah taman] yang menjamur tentunya merupakan contoh upaya pelipur kebobrokan yang ada.</p></blockquote>
<p>Membicarakan tentang lambang-lambang. Kirgizstan masih dipenuhi simbol-simbol dan lambang peninggalan era Soviet, termasuk bintang pentagram, patung-patung Lenin, palu dan arit, dll.</p>
<p><em>Artikel ini juga muncul di <a href="http://www.neweurasia.net/politics-and-society/satanized-bishkeksatanized-bishkek/">neweurasia</a>.</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2521/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuba: Yoani Sanchez dan Narablog Kuba Lainnya Ditangkap, Dipukuli</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2517/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2517/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 19:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Carolina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuba]]></category>
		<category><![CDATA[Roundups]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Semerta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2517</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehGeorgia Popplewell  &#183; Diterjemahkan oleh Carolina &#183;  Lihat pos asli 
6 November petang, blog Babalú menautkan  sebuah pos yang ditulis oleh Penultimos Dias (es) yang melaporkan bahwa sejumlah narablog terkemuka Kuba, termasuk Yoaní Sánchez dan kontributor Global Voices Claudia Cadelo, ditangkap oleh pasukan pengaman negara. Berita teraktual Penultimos Días memberitakan bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/georgia-popplewell/">Georgia Popplewell</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/carol/'>Carolina</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/07/yoani-sanchez-other-cuban-bloggers-detained-beaten/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>6 November petang, blog Babalú <a href="http://babalublog.com/2009/11/breaking-news-yoani-sanchez-arrested-in-cuba/" target="_blank">menautkan </a> <a href="http://www.penultimosdias.com/2009/11/06/la-seguridad-de-estado-detiene-a-yoani-sanchez-y-otros-blogueros-cuando-iban-a-participar-en-una-manifestacion-performance-en-la-calle-23/" target="_blank">sebuah pos</a> yang ditulis oleh Penultimos Dias (es) yang melaporkan bahwa sejumlah narablog terkemuka Kuba, termasuk Yoaní Sánchez dan kontributor Global Voices Claudia Cadelo, ditangkap oleh pasukan pengaman negara. Berita teraktual Penultimos Días memberitakan bahwa Sanchez dan Orlando Luis Pardo mengalami “siksaan verbal dan dipukuli”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2517/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuba: Detil Penangkapan Yoani Sanchez</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2515/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2515/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 19:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Carolina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuba]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Protes]]></category>
		<category><![CDATA[Roundups]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Semerta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2515</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis olehGeorgia Popplewell  &#183; Diterjemahkan oleh Carolina &#183;  Lihat pos asli 
Berita penangkapan, pemukulan, yang disusul dengan pelepasan narablog Yoaní Sánchez, Claudia Cadelo dan Orlando Luis Pardo oleh anggota keamanan Kuba tanggal 6 November, menerima sorotan baik oleh media arus utama juga blogosfer dan twittersfer. Yoaní menuliskan (es) insiden yang terjadi pada dirinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/georgia-popplewell/">Georgia Popplewell</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/carol/'>Carolina</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/07/cuba-details-of-the-sanchez-detention-emerge/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p>Berita penangkapan, pemukulan, yang disusul dengan pelepasan narablog Yoaní Sánchez, Claudia Cadelo dan Orlando Luis Pardo oleh anggota keamanan Kuba tanggal 6 November, menerima sorotan baik oleh <a href="http://www.reuters.com/article/mediaNews/idUSN0620636520091107" target="_blank">media arus utama</a> juga blogosfer dan twittersfer. Yoaní <a href="http://www.desdecuba.com/generaciony/?p=2468" target="_blank">menuliskan</a> (es) insiden yang terjadi pada dirinya dalam blog Generación Y miliknya, dan blog berbahasa Inggris seperti <a href="http://babalublog.com/2009/11/breaking-news-yoani-sanchez-arrested-in-cuba/" target="_blank">Babalú Blog</a>, <a href="http://repeatingislands.com/2009/11/07/yoani-sanchez-detained-briefly/" target="_blank">Repeating Islands</a> dan <a href="http://marcmasferrer.typepad.com/uncommon_sense/2009/11/cuban-bloggers-arrested.html" target="_blank">Uncommon Sense</a> turut mengikuti berita tersebut. Sebuah <a href="http://www.youtube.com/watch?v=gKx0KJhiNL4" target="_blank">wawancara audio</a> (es) dengan Sánchez mengenai insiden tersebut juga telah diunduh di YouTube.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2515/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Timor Leste, Indonesia: Perseteruan di Perbatasan Kian Memanas</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2365/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2365/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 15:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Timur]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Perang & Konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Tetum]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2365</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 4 Oktober 2009 media daring Timor Leste TimorOhin [Tet.] [TimorHariIni], memberitakan perseteruan yang sekali lagi terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste di Perbatasan Oecusse.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/keta-haluha/">Keta Haluha</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/07/indonesia-east-timor-border-dispute-heats-up/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p><span style="font-family: 'Lucida Grande',verdana,sans-serif;font-size: 13px;line-height: 19px;text-align: left"> </span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Pada tanggal 4 Oktober 2009 media daring Timor Leste<span> </span><a title="TimorToday Main Website" href="http://timortoday.com/" target="_blank">TimorOhin</a><span> </span>[Tet.] [TimorHariIni], memberitakan perseteruan yang sekali lagi terjadi di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste di<span> </span><a title="Wikepedia on Oecusse" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oecussi-Ambeno" target="_blank">Perbatasan Oecusse</a>.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Dalam siaran radio menggunakan bahasa Tetun Candidas Elu dari Radio Atoni Oecusse, TimorHariIni memberitakan bahwa;</p>
<blockquote>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Polisia fronteira detein TNI nain 9 tama illegal iha Oe-Cusse [Tet.]</p>
</blockquote>
<p style="border-style: solid;border-color: #eeeeee #dddddd #dddddd #eeeeee;border-width: 5px 4px 5px 5px;margin: 0px 0px 20px;padding: 10px 10px 10px 15px;font-size: 10pt;color: #666666">Polisi perbatasan menangkap 9 anggota TNI karena masuk secara ilegal ke wilayah Oe-Cusse.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Berita selengkapnya, yang didukung oleh berkas MP3 bisa diunduh via TimorOhin<span> </span><a title="TimorToday Radio Report on Timor / Indonesia Border Dispute" href="http://timortoday.com/audio/polisia-fronteira-detein-tni-nain-9-tama-illegal-iha-oe-cusse/" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Berita ini juga disimak oleh narablog<span> </span><a title="Timor News Network on Naktuka" href="http://timornewsnetwork.blogspot.com/2009/10/polisia-fronteira-detein-tni-nain-9.html" target="_blank">TimorNewsNetwork</a><span> </span>.  Pada 5 Oktober, jurnal mingguan<span> </span><a title="Tempo Semanal Headline &quot;Indonesian TNI Enter Illegally into Naktuka Timorese Angry&quot;" href="http://temposemanaltimor.blogspot.com/2009/10/tni-enter-oecusse-enclave-border.html" target="_blank">Tempo Semanal</a><span> menampilkan pos</span> mengenai berita tersebut.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">TimorOhin menyediakan layanan bagi para jurnalis-jurnalis muda yang tinggal di segala penjuru Timor Leste, untuk melaporkan peristiwa teraktual negeri bagi seluruh warga Timor Leste yang tinggal di dalam negeri, luar negeri, maupun komunitas internasional.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Dalam berita tersebut, reporter Elu dari Radio Atoni Oecusse menjelaskan bahwa komunitas desa perbatasaan Naktuka di subdistrik Nitibe, yang bekerja dengan Polisi Perbatasan Timor berhasil menangkap 9 anggota Tentara Nasional Indonesia yang secara ilegal masuk ke wilayah Timor Leste pada tanggal 3 Oktober 2009.</p>
<div style="border: 1px solid #dddddd; margin: 10px; float: left; padding-right: 8px; text-align: center; background-color: #f3f3f3; padding-top: 4px; width: 220px;"><a rel="attachment wp-att-99685" href="http://id.globalvoicesonline.org/?attachment_id=99685"><img style="border-style: none;border-width: 0px;margin: 5px;padding: 0px" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/10/Picture-7-300x152.png" alt="Google Maps shows a missing border" width="210" height="106" /></a></p>
<p style="margin: 0px;padding: 4px;font-size: 11px;line-height: 17px">Peta Google memperlihatkan perbatasan yang hilang</p>
</div>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Radio Atoni Oecusse mengutip Simao de Carvalho, Chefe Suco (kepala daerah) wilayah Ben-Ufe (lokasi desa Naktuka), mengatakapara anggota TNI memasuki Timor Leste pukul 09:00 dengan kendaraan militer dan membawa persenjataan. Namun, pukul 14:00 Kantor Pusat Polisi Nasional Timor di Dili memerintahkan keamanan setempat untuk membebaskan mereka dan mengizinkan mereka untuk kembali ke Indonesia. Radio Atoni Oecusse mengutip pemuda setempat yang merasa kesal karena sementara masyarakat Timor dipenjara karena menyeberang perbatasan secara ilegal, anggota tentara Indonesia tidak diperlakukan sama. Polisi setempat menjelaskan kepada penduduk bahwa area perbatasan masih diawasi dan keputusan pembebasan datang dari seseorang dengan berkedudukan tertinggi di Dili.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Perseteruan yang sudah lama terjadi. Baik blog <a title="Dili Insider on the Naktuka Border Issue (Maps Included)" href="http://thediliinsider.blogspot.com/search/label/naktuka" target="_blank">Dili Insider</a><span> d</span>an<span> </span><a title="East Timor Law and Justice on Naktuka Border Dispute" href="http://easttimorlegal.blogspot.com/2009/06/indonesian-military-told-to-evict-east.html" target="_blank">East Timor Law dan Justice Bulletin</a><span> </span>memberitakan masalah yang semakin memanas pada bulan Juni 2009. Yang direbutkan adalah kompleks sawah padi, dan juga hutan dengan banyak pinang yang mengandung nilai “<a title="Wikipedia on Adat" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adat" target="_blank">adat</a>”penting bagi masyarakat disepanjang Perbatasan Oecusse.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Perseteruan yang sudah dimulai jauh sebelum blan Juni lalu adalah bagian dari rententan masalah yang berulang kali terjadi di daerah kantong disepanjang perbatasan. Terutama, setelah<span> </span><a title="Fighter Jet and Gunboat Shell and Bomb Oecusse 2004" href="http://www.the-islomaniac.com/2007/01/indonesia-east-timor-battle-over.html" target="_blank">tindakan pemaksaan oleh TNI</a>, termasuk jet tempur dan kapal perang pada Januari 2004, Timor-Leste menyerahkan hak kepemilikan Pulau Batek, atau yang lebih dikenal dengan Fatu Sinai di Oecusse, pada Indonesia di 2005.  Animo publik di daerah kantong bercampur antara frustasi dan menolak menyerahkan Naktuka bila diminta.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Jelasnya, ini bukan kali pertama TNI ditangkap di area ini. Selama perseteruan Fatu Sinai/Batek, polisi Timor pernah menangkap anggota TNI di daerah yang sama.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Pada bulan Juni narablog Indonesia <span> </span><a href="http://beritahankam.blogspot.com/">berita hankam</a><span> mem</span>poskan berita mengutip perkataan <a title="TNI Commander on Border Dispute" href="http://beritahankam.blogspot.com/2009/06/warga-timor-leste-langgar-perjanjian.html" target="_blank">Let.Kol Yunianto Komandan Perbatasan TNI</a><span> </span>,</p>
<blockquote>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">TNI hanya bertugas menjaga keamanan dan pertahanan negara. Sehingga kami tidak bisa masuk ke wilayah yang diduduki untuk mengusir warga Timor Leste tersebut. Kami sudah menyampaikan protes keras kepada polisi penjaga perbatasan Timor Leste,” lanjutnya.</p>
</blockquote>
<div style="border: 1px solid #dddddd; margin: 10px; float: left; padding-right: 8px; text-align: center; background-color: #f3f3f3; padding-top: 4px; width: 220px;"><a rel="attachment wp-att-99692" href="http://id.globalvoicesonline.org/?attachment_id=99692"><img style="border-style: none;border-width: 0px;margin: 5px;padding: 0px" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/10/Picture-71-300x212.png" alt="Close Up of Naktuka Area - from Dili Insider" width="210" height="148" /></a></p>
<p style="margin: 0px;padding: 4px;font-size: 11px;line-height: 17px">Area Naktuka secara dekat - dari Dili Insider</p>
</div>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Beberapa tokoh masyarakat dari pihak Indonesia telah mengutarakan secara terbuka dan dengan agresif mengenai siapa yang berhak mengklaim Naktuka.  Surat kabar Dili Insider mengungkapkan bahwa<span> </span><a title="King of Amfoan - Robby Manoh" href="http://thediliinsider.blogspot.com/2009/09/liurai-of-amfoan-picks-fight.html" target="_blank">Robby Manoh</a>, yang dikutip oleh The Jakarta Globe mengatakan, “bila ketidakadilan ini berlanjut, kita tidak punya pilihan lain kecuali bertempur&#8221;, faktanya dia adalah Raja komunitas Amfoan  - wilayah di seberang perbatasan dari Naktuka.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Narablog Indonesia Radio Sahabat memberitakan bahwa Manoh sekali lagi <a title="Radio Sahabet Blog on Manoh and Naktuka" href="http://radiosahabat.blogspot.com/2009/09/suatu-saat-pulau-batek-bisa-diklaim.html" target="_blank">mengungkit masalah Naktuka</a><span> dengan Gubernur </span>provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hampir sebulan yang lalu.</p>
<p style="margin: 0px 0px 10px;padding: 0px">Menariknya, dengan kasus<span> </span><a title="Timorese NGO Lao Hamutuk" href="http://www.laohamutuk.org/Justice/99/bere/LHBere24Sep.htm" target="_blank">Maternus Bere</a>, mantan komandan milisia pro-Indonesia yang ditahan di Kedutaan Indonesia, ditambah lagi peristiwa yang baru saja terjadi,<span> pertemuan komisi </span><a title="Tri-Lateral - Jakarta, Canberra, Dili." href="http://timortoday.com/audio/mne-timor-leste-indonesia-no-australia-hala%E2%80%99o-enkontru-trilateral-deskuti-kona-ba-seguransa-no-desemvolvimentu/" target="_blank">keamanan trilateral dan pembangunan Indonesia, Australia dan Timor-Leste</a><span> </span>- Indonesia menekan salah satu titik kelemahan Dili.  Titik kelemahan ini menempatkan penduduk Dili yang berjumlah 60.000 terombang-ambing di perbatasan Timor Barat Indonesia - Oecusse.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2365/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Situs Threatened Voices</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2493/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2493/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 00:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Carolina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivisme Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pemilik Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Perangkat Lunak & Alat-Alat]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Pemilik Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2493</guid>
		<description><![CDATA[Semakin marak ancaman dan penangkapan terhadap orang-orang yang menyuarakan pendapat mereka di internet. [...] Sekarang, Global Voices Advocacy meluncurkan sebuah situs baru yang diberi nama Threatened Voices untuk membantu melacak tekanan-tekanan yang diluncurkan terhadap hak kebebasan berbicara di internet. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/sami-ben-gharbia/">Sami Ben Gharbia</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/carol/'>Carolina</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/11/03/introducing-threatened-voices/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><p style="text-align: center;"><a href="http://threatened.globalvoicesonline.org/"><img class="aligncenter" title="threatened-logo" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/threatened-logo-1.gif" alt="threatened-logo" width="352" height="77" /></a></p>
<p>Semakin marak ancaman dan penangkapan terhadap orang-orang yang menyuarakan pendapat mereka di internet.</p>
<p>Dengan semakin banyaknya aktivis dan warga negara biasa menggunakan internet untuk menyuarakan opini mereka dan melakukan kontak antara satu dengan lainnya, banyak juga pemerintah yang meningkatkan pengawasan mereka, memfilter, menuntut dan menyiksa. Akibat terparah yang dialami para narablog dan penulis daring menyusul aktivitas mereka adalah penangkapan dengan dilandasi alasan politik, pada beberapa kasus tragis bahka mengarah ke pembunuhan. Jurnalis daring dan narablog kini mewakili <a href="http://cpj.org/imprisoned/cpjs-2008-census-online-journalists-now-jailed-mor.php">45% dari para profesional media</a> yang dipenjara di berbagai penjuru dunia.</p>
<p>Sekarang, <a href="http://advocacy.globalvoicesonline.org/">Global Voices Advocacy</a> meluncurkan sebuah situs baru yang diberi nama <a href="http://threatened.globalvoicesonline.org/">Threatened Voices</a> untuk membantu melacak tekanan-tekanan yang diluncurkan terhadap hak kebebasan berbicara di internet. Situs ini menyertakan sebuah peta dunia dan alur waktu interaktif yang  membantu memvisualisasikan kisah-kisah ancaman dan penangkapan terhadap narablog di seluruh dunia, dan situs ini juga berlaku sebagai anjungan pusat untuk mengumpulkan informasi dari sejumlah LSM terpercaya dan para aktivis, termasuk <a href="http://www.committeetoprotectbloggers.org/">Committee to Protect Bloggers</a>, <a href="http://www.anhri.net/en/">The Arabic Network for Human Rights Information</a>, <a href="http://rsf.org/">Reporters without Borders</a>, <a href="http://hrw.org/">Human Rights Watch</a>, <a href="http://cyberlaw.org.uk/">CyberLaw Blog</a>, <a href="http://www.amnesty.org/">Amnesty International</a>, <a href="http://www.cpj.org/">Committee to Protect Journalists</a>, <a href="http://advocacy.globalvoicesonline.org/">Global Voices Advocacy</a>.</p>
<p><a href="http://threatened.globalvoicesonline.org/"><img title="threatened_voices" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/11/threatened_voices1.jpg" alt="threatened_voices" width="450" height="352" /></a></p>
<p><strong>Narablog yang mana, dimana?</strong></p>
<p>Menemukan informasi akurat mengenai penangkapan dan ancaman terhadap narablog dan jurnalis daring amatlah sulit akibat beberapa alasan.</p>
<p>Pertama, kerahasiaan aktivitas sensor daring dan tekanan terhadap pelapor menyulitkan pengumpulan informasi secara akurat. Kini, hampir tiap minggu muncul berita mengenai penangkapan jurnalis daring atau aktivis di negara-negara seperti Mesir atau Iran, namun detil dan alasan penangkapan seringkali tidak jelas.</p>
<p>Kedua, seringkali terjadi kerancuan antara definisi narablog. Jurnalis profesional kini banyak yang beralih ke media daring maupun blog dengan karena kedua media memberikan keleluasaan lebih, namun risikonya definisi lawas jurnalis daring dan narablog semakin rancu. Dan banyak sekali orang-orang yang disebut sebagai pengguna internet di Cina, Tunisia, Vietnam atau Iran, yang tidak memiliki blog, ditangkap karena aktivitas online mereka dan bukannya ditangkap karena mengunduh sesuatu di internet.</p>
<p>Kerancuan ini terkadang menyulitkan para aktivis advokasi kebebasan berbicara daring untuk memunculkan strategi-strategi yang baik maupun bahu-membahu bekerjasama untuk membela para narablog dan para aktivis daring, namun baru akhir-akhir ini sajalah kebebasan berbicara daring dirasa semakin memprihatinkan.</p>
<p><strong>Mari bekerja sama</strong></p>
<p>Di <a href="http://globalvoicesonline.org/">Global Voices</a> kami menyatukan sekelompok penulis, editor, dan penerjemah, yang saling membantu memberitakan adanya pelanggaran HAM dan kebebasan berbicara, kapanpun, dimanapun. Dengan adanya <a href="http://threatened.globalvoicesonline.org/">Threatened Voices</a> kami bertujuan untuk <a href="http://threatened.globalvoicesonline.org/submit">membuka proses pelaporan</a> secara mendalam, dilakukan oleh siapapun yang mempunyai informasi tertentu.</p>
<p>Kami mengajak teman, keluarga, teman sekerja, atau sesama warga negara dari merekap yang pernah mengalami ancaman untuk membantu kami  <a href="http://threatened.globalvoicesonline.org/submit">membuat</a> dan membagi kabar teranyar mengenai mereka yang diculik atau ditangkap, sehingga memudahkan kami mencari sumber-sumber berita tambahan, mencek ulang berita, dan menyambungkan laporan tersebut dengan LSM daring yang kemudian akan bekerja membantu pembebasan orang-orang tersebut.</p>
<p>Dalam tiap peristiwa, kami juga berharap mempelajari mengenai kapan, dimana, dan sampai sejauh mana para narablog dijadikan target penyiksaan di negara-negara berbeda, hingga kami dapat membagikan informasi tersebut dengan luas kepada para jurnalis, peneliti, dan aktivis, dan bekerjasama menciptakan kebebasan berbicara di internet, dimana siapapun dapat menikmati hak berbicara mereka secara bebas dan narablog yang dipenjarakan tidak dilupakan begitu saja.</p>
<p><strong>Bantu kami memberitakan misi visi kami. Tulis siulan Twitter, blog atau tulis di status facebook Anda mengenai <a href="http://threatened.globalvoicesonline.org/">Threatened Voices</a>!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2493/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AS: Izin Menikah Pasangan Beda Ras Ditolak</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2470/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2470/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 15:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g.tathya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-Anak]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Etnisitas]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[JENIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2470</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, di Hammond, Louisiana, Beth Humphrey (seorang kulit putih) dan Terence McKay (seorang kulit hitam) mengajukan izin menikah dan ditolak karena perbedaan ras mereka. Hakim perdamaian, Keith Bardwell, mengatakan menurut pengalamannya, “pernikahan antar ras tidak bertahan lama” dan menyatakan bahwa ia “melakukan ini demi anak-anak.”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/jillian-york/">Jillian C. York</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/gtathya/'>g.tathya</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/21/usa-interracial-couple-denied-marriage-license/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div>
<p>Minggu lalu, di Hammond, Louisiana, Beth Humphrey (seorang kulit putih) dan Terence McKay (seorang kulit hitam) mengajukan izin menikah dan <a href="http://www.msnbc.msn.com/id/33332436/ns/us_news-race_and_ethnicity">ditolak</a> karena perbedaan ras mereka. Hakim Khusus, Keith Bardwell, mengatakan menurut pengalamannya, “pernikahan antar ras tidak bertahan lama” dan menyatakan bahwa ia “melakukan ini demi anak-anak.”</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jim_Crow_laws"> “Undang-Undang Jim Crow</a>” yang membutuhkan fasilitas terpisah antara orang Amerika kulit hitam dan putih berakhir pada 1965, dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-miscegenation_laws">undang-undang anti-pernikahan antar ras</a> yang melarang pernikahan atau seks antar ras berakhir di seluruh negara bagian tahun 1967.</p>
<p>Namun rasisme masih ada. Meskipun seringkali tak tampak di atas permukaan, sesekali rasisme menampakkan sisi buruknya dengan nyata; kisah ini menjadi judul utama di sepanjang Amerika Serikat, memicu pos-pos blog dari komunitas setempat maupun dari luar.</p>
<p>Menanggapi “pembelaan” Bardwell yang menikahkan pasangan kulit hitam sepanjang waktu, blog anti-rasis <em>Stuff White People Do</em> mengekspresikan kemarahannya, <a href="http://stuffwhitepeopledo.blogspot.com/2009/10/still-ask-that-old-camouflaging.html">berkata</a>:</p>
<blockquote><p>Wah, betapa murah hatinya dirimu, Hakim Bardwell. Juga, sok kebapakan.</p>
<p>Omong-omong soal rumah Bardwell, yang saya yakin <em>diserbu</em> dengan kumpulan riang anak-anak kulit hitam dan putih yang mabuk bersama-sama, ia juga menambahkan sebagai berikut:</p>
<p><em>Saya mempunyai bertumpuk-tumpuk teman berkulit hitam. Mereka datang ke rumah saya, saya menikahkan mereka, mereka menggunakan kamar mandi saya. Saya memperlakukan mereka seperti yang lainnya.<br />
</em></p>
<p>Ah ya, teman-teman kulit hitam juga, setumpuk teman kulit hitam. Tepat di sana, di kamar mandinya!</p></blockquote>
<p>Seorang berkomentar dalam blog, <em>Siditty</em> (yang juga menulis posnya sendiri <a href="http://siditty.blogspot.com/2009/10/interracial-couple-denied-marriage.html">di sini</a>), menekankan ironi kemarahan Bardwell:</p>
<blockquote><p>Saya selalu bertanya-tanya tentang seorang pria datang dari Louisiana, yang memiliki latar belakang sejarah ras campur, melalui sistem <em>placage</em> [fr] (klik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pla%C3%A7age">di sini</a> [en] untuk keterangan lebih lanjut) dan juga kebudayaan <em>creole</em> (klik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Louisiana_Creole_people">di sini</a> [en] untuk keterangan lebih lanjut), tiba-tiba sekarang mengkhawatirkan mengenai nasib anak-anak. Mereka tidak mencemaskan anak-anak pada tahun 1700s, maka seharusnya ia sekarang tidak mencemaskan hal ini.</p></blockquote>
<p>Blog <em>Racism Review</em> membalas alasan Bardwell akan “khawatir akan nasib anak” dengan <a href="http://www.racismreview.com/blog/2009/10/15/interracial-couple-denied-marriage-license/">bukti</a> anak-anak dari hubungan antar ras:</p>
<blockquote><p>Dan, untuk membahas bukti lebih lanjut, <a href="http://www.jstor.org/pss/352395" target="_blank">anak-anak dari pernikahan antar ras</a> tidak menderita bila dibandingkan dengan anak lainnya karena mereka tumbuh di lingkungan yang menerima keberagaman dan anak-anak dari pernikahan antar ras lainnya. Bila anak-anak dari pernikahan antar ras menghadapi rasisme (dan kerugian dari perubahan), maka mereka <a href="http://www.ajph.org/cgi/content/abstract/93/11/1865" target="_blank">cenderung lebih stres</a>, dan resiko yang berhubungan dengan kesehatan karena stres yang meningkat tersebut, contohnya merokok dan minum-minum. Itu adalah <em><strong>hasil</strong></em> dari rasisme, di lain pihak alasan untuk mengakhiri rasisme. Seharusnya ini <em><strong>tidak</strong></em> digunakan - memutarbalikkan logika - sebagai tameng untuk memicu rasisme.</p></blockquote>
<p>Dan <em>Black Girl in Maine</em> menyentuh pertanyaan “bagaimana dengan anak-anak?”, <a href="http://blackgirlinmaine.wordpress.com/2009/10/15/what-about-the-kids/">menekankan pengalaman</a> dari putranya yang birasial:</p>
<blockquote><p>Dan anak-anak, bagaimana dengan mereka? Ya, anak-anak birasial kadang diejek oleh anak lainnya tapi tidak setiap saat dan menurut saya di kalangan pemuda zaman sekarang cenderung menganggap birasial sebagai sesuatu yang keren. Seperti yang teman saya katakan pada saya putra saya sama sekali tidak kesusahan mencari teman baik laki-laki maupun perempuan. Saya rasa saat dimana anak-anak birasial menghadapi masalah adalah ketika membicarakan asal mereka karena tidak ada yang bisa diajak untuk berdiskusi. Saya rasa ketika anak-anak merasa terhubung dengan asal sejarah maupun komunitas mereka, hal ini menimbulkan tempat yang aman bagi mereka.</p></blockquote>
<p>Di Amerika Serikat, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-miscegenation_laws#Anti-miscegenation_Laws_enacted_in_the_Thirteen_Colonies_and_the_United_States">undang-undang anti pernikahan antar ras</a> di banyak negara bagian melarang pernikahan orang Amerika kulit putih dengan orang Amerika kulit hitam (dan orang Amerika dengan beberapa etnis lainnya) di beberapa negara bagian. Sementara di negara bagian lain, undang-undang ini dicabut awal tahun 1780, di 16 negara bagian undang-undang tidak dicabut sampai kasus tahun 1967, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-miscegenation_laws#Loving_v._Virginia">Loving lawan Virginia</a>, pasangan antar ras yang menikah di Washington, D.C. ditangkap di kamar tidur mereka. Perjuangan hukum mereka sampai pada Mahkamah Agung A.S, yang akhirnya mencabut undang-undang tersebut.</p>
<p>Sejumlah narablog menyentuh aspek hukum kasus ini. Seorang narablog, <em>Jay Says,</em> <a href="http://jaysays.com/2009/10/louisiana-judge-refuses-to-preside-over-interracial-marriage/">menulis</a>:</p>
<blockquote><p>Sebagai Hakim Perdamaian, ia seharusnya menyadari bahwa pernikahan antar ras tidak lagi ilegal - sejak menjadi hukum inkonstitusional 40 tahun yang lalu. Contoh khusus ini sampai di lingkungan saya setelah akhir pekan National Equality March-Arak-arakan Persamaan Nasional dimana saya <a title="Interview with the Newmans (Our Marriage Was Once Illegal, Too)" href="http://vidly.com/aenC" target="_blank">mewawancarai dengan singkat</a> pasangan normal, antar ras, (dalam gambar) the Newmans mengenai kenapa mereka ikut arak-arakan.</p>
<p>Rasisme, perkelasan, seksisme, homofobia, ketidak rukunan beragama dan kasus-kasus rancu lainnya bisa dan memang ada dalam masyarakat, namun semua itu seharusnya tidak di bawah hukum. Untuk membiarkan seorang pegawai pemerintahan yang dibayar oleh pajak dari penduduk “bebas” Amerika Serikat (atau dalam kasus ini, sebuah negara bagian di Amerika Serikat) untuk menggunakan keyakinan pribadinya untuk memutuskan masalah-masalah yang ditentukan oleh peraturan sipil adalah sesuatu yang tidak pantas. Bila ia tidak setuju dengan pernikahan antar ras, ia perlu mencari pekerjaan baru - mungkin Pimpinan Agung Ku Klux Klan?</p></blockquote>
<p>Terakhir, seorang narablog mengambil kesempatan ini untuk mengubah kejadian ini menjadi momen untuk belajar. Narablog, dengan judul blog <em>What Do I Know?</em>, memohon para pembaca untuk memikirkan perasaan mereka sendiri mengenai subyek tersebut:</p>
<blockquote><p>Bila anda ragu apabila rasisme masih ada di dalam diri kita, pikirkan reaksi kalian sendiri akan ide menikahi seseorang di luar ras kalian, terutama bila kalian seorang kulit putih dan ras satu lagi adalah kulit hitam. Ya, ini hal yang ok-ok saja bagi orang lain, tapi bukankah kalian akan menemukan alasan bagus , rasional mengapa putri kalian membuat hidupnya menjadi semakin sulit ketika ia membawa pulang tunangan berkulit hitam? Jujurlah. Bahkan bila kalian berujar, “Tak masalah” tidakkah kalian sedikit keberatan? Bila tidak berarti kalian lain dari yang lain.</p></blockquote>
<p>Dengan Bardwell <a href="http://www.google.com/url?sa=t&amp;source=web&amp;oi=news_result&amp;ct=res&amp;cd=1&amp;ved=0CA0QqQIwAA&amp;url=http%3A%2F%2Fblogs.usatoday.com%2Fondeadline%2F2009%2F10%2Flouisiana-jp-says-he-wont-resign-over-interracial-marriage-issue.html&amp;ei=KarbSoWDBM_L8QaKh_m2BQ&amp;usg=AFQjCNHLMtP_RWImJP00A7ZrzL06uU4Www&amp;sig2=44ZFnEHaEEs78URKZiQV-g">yang sekarang mengatakan</a> bahwa ia tidak akan mundur dari jabatan karena masalah ini, satu hal yang pasti: pastilah akan ada berita-berita lainnya.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2470/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nepal: Revolusi Biogas</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2473/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2473/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 09:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[BAHASA]]></category>
		<category><![CDATA[DUNIA]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Nepal]]></category>
		<category><![CDATA[TOPIK]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2473</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi Biogas memulai revolusi hijau di Nepal. yang diuntungkan teknologi ini adalah sebagian besar orang miskin yang tinggal di daerah pedesaan. Bukan hanya itu, saya juga ingin menarik perhatian anda kepada fakta bahwa Nepal mengimpor hampir 100% dari penghasilan minyaknya. Jadi, setiap tanaman biogas yang dibuat sama dengan pemasukan mata uang luar negeri unuk Nepal."]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/bhumika-ghimire/">Bhumika Ghimire</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/monikachitra/'>Monika</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/15/nepal-bio-gas-revolution/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px;"><a href="http://www.flickr.com/photos/marufish/3330320529/"><img class="size-medium wp-image-101314" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/10/biogas-199x300.jpg" alt="A Biogas plant. Image by Flickr user Marufish. Used under a creative commons license" width="199" height="300" /></a></p>
<p class="wp-caption-text">A Biogas plant. Image by Flickr user Marufish. Used under a creative commons license</p>
</div>
<p>Teknologi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Biogas">Biogas</a> memulai revolusi hijau di Nepal. Menurut <a href="http://nepal.panda.org/our_solutions/conservation_nepal/tal/area/threats/deforestation/">WWF</a>, kayu bakar adalah sumber tenaga yang paling disukai dan paling banyak digunakan oleh hampir 87 % dari semua rumah tangga di negara ini. Namun, biogas mulai menjadi pilihan alternatif. <a href="http://www.independent.co.uk/environment/biogas-brings-green-revolution-to-rural-nepal-1797415.html">AFP</a> melaporkan bahwa tahun 2007 Nepal sudah memperoleh untung hampir sebanyak AS $ 600.000 berkat perdagangan emisi karbon dengan bantuan tanaman-tanaman biogas di seluruh negara itu. Karena Nepal memang sudah lama berusaha mencari sumber tenaga yang murah dan bertahan lama, biogas adalah pembawa kabar baik bagi Nepal.</p>
<p><em><a href="http://globalwarming-arclein.blogspot.com/2009/10/biogas-fueling-nepal.html">Globalwarming Arclein</a></em>, blog yang membahas cara pertanian dapat membantu mengurangi emisi karbon, menyatakan bahwa biogas yang termasuk low tech memudahkan penggunaanya oleh mayoritas penduduk Nepal yang tinggal di desa:</p>
<blockquote><p>&#8220;Produksi biogas bukanlah teknologi tinggi. Hanya perlu waduk yang dapat digali dengan sekop dan dikelilingi dengan batu-batuan seperti sistem limbah cair modern. Cara menutupi waduk dan mengumpulkan produksi gas ke dalam tangki itu sederhana. Menggunakan gas ini pun tidak memerlukan banyak piranti keras yang dapat dirakit dengan sederhana.</p>
<p>Syarat utama adalah untuk menyadari kalau sistem ini dapat dilakukan dan dapat berfaidah. Pemulihan lumpur mungkin sesuatu yang didambakan, tapi tak beda jauh dengan tugas-tugas yang sudah biasa dikerjakan. Mungkin ini bukan cara yang paling baik untuk mengumpulkan gas sebagai bahan bakar penghangat di rumah-rumah, tapi pasti cukup untuk memasak dan mendidihkan air dengan cara sehat.&#8221;</p></blockquote>
<p>Keberhasilan Nepal menggunakan biogas juga dapat menginspirasikan tetangganya. India juga sedang berusaha untuk memperkembangkan sumber energi alternatif untuk mengurusi keperluan industrnya. Razib Ahmed dari <em><a href="http://www.southasiablog.com/2009/06/alternative-energy-and-biogas-in-nepal.html">South Asia Blog</a></em>, yang memusatkan perhatian pada bisnis dan masalah sosial daerah Asia Selatan, mengatakan:</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya benar-benar tertarik akan biogas karena saya percaya kalau itu mempunyai potensi besar bukan hanya untuk Nepal tetapi juga untuk negara tetangga seperti India dan Bangladesh. <em>Biogas Sector Partnership Nepal</em> (BSP-Nepal) adalah NGO yang secara aktif bekerja untuk mempromosikan biogas di sana. Sampai Juni 2008, 172.858 tanaman biogas sudah dibuat dengan bantuan mereka.</p>
<p>Hasilnya, lebih dari 1 juta orang sedang merasakan manfaatnya. 1 juta orang mungkin kedengarannya tidak terlalu banyak, tapi anda harus mengingat kalau yang diuntungkan teknologi ini adalah sebagian besar orang miskin yang tinggal di daerah pedesaan. Bukan hanya itu, saya juga ingin menarik perhatian anda kepada fakta bahwa Nepal mengimpor hampir 100% dari penghasilan minyaknya. Jadi, setiap tanaman biogas yang dibuat sama dengan pemasukan mata uang luar negeri untuk Nepal.&#8221;</p></blockquote>
<p>Dan ketertarikan akan biogas bukan adalah hanya mode semusim untuk Nepal. Sesudah bekerja keras bertahun-tahun dan merencanakan dengan hati-hati, Nepal sudah berhasil menarik banyak perhatian. Tahun 2005 lalu, Mallika Aryal dari <a href="http://www.renewableenergyworld.com/rea/news/article/2005/10/nepal-biogas-program-generates-sustainability-38422">RenewableEnergyAccess</a> melaporkan perjalanan Nepal untuk menghasilkan pertahanan dan pendapatan lewat biogas.</p>
<blockquote><p>“Biogas Support Program milik Nepal sudah menyebarluaskan hasil pekerjaannya ke 66 dari 75 daerah bagian dan berencana untuk memasang 200.000 tanaman biogas di tahun 2009. Harga tanaman yang cocok untuk rumah tangga di pedesaan adalah AS$ 300. Subsidi pemerintah sudah membuat harga tanaman lebih terjangkau. Penduduk hanya perlu mengeluarkan AS$200 dan dalam tiga tahun uangnya akan masuk kembali. Benar-benar transaksi yang bagus!</p>
<p>Sekarang tanaman biogas Nepal sudah di ambang pintu untuk menjadi kabar baik bagi lingkungan hidup global. Ketika Protokol Kyoto, perjanjian iklim global, bergabung untuk membantu Nepal pada bulan Desember 2005, ia memiliki izin untuk berdagan karbon dioksida yang tidak diemisi dengan biogas dan mendapat sampai sebanyak AS$5 juta setahun.&#8221;</p></blockquote>
<p>Untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang cara biogas menolong Nepal, berikut adalah video yand diproduksi <em>Nepal Project</em> di Tokyo City University, Jepang.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/B3gQE6XWV0o&amp;feature" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350" src="http://www.youtube.com/v/B3gQE6XWV0o&amp;feature"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/11/2473/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jepang: Survei Anyar Menyingkirkan Mitos Kemakmuran</title>
		<link>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2460/</link>
		<comments>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2460/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 22:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Carolina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantuan Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Weblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.globalvoicesonline.org/?p=2460</guid>
		<description><![CDATA[Satu dari enam orang Jepang hidup dalam kemiskinan menurut laporan Departemen Kesejahteraan Rakyat. Menurut temuan OECD, angka kemiskinan Jepang merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya, dan nomor empat di dunia setelah Meksiko, Turki dan A.S.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<em>Ditulis oleh<a href="http://globalvoicesonline.org/author/scilla-alecci/">Scilla Alecci</a>  &middot; Diterjemahkan oleh <a href='http://id.globalvoicesonline.org/author/carol/'>Carolina</a> &middot;  <a href='http://globalvoicesonline.org/2009/10/25/japan-latest-survey-on-poverty-destroys-the-prosperity-myth/'>Lihat pos asli</a></em> 
<br /><div id="single" style="text-align: justify;">
<p>Satu dari enam orang Jepang hidup dalam kemiskinan menurut <a href="http://www.financialexpress.com/news/one-in-six-japanese-living-in-poverty-survey/531390/">laporan</a> [en] Departemen Kesejahteraan Rakyat. Menurut <a href="http://www.oecd.org/document/53/0,3343,en_2649_33933_41460917_1_1_1_1,00.html">temuan</a> [en] OECD, angka kemiskinan Jepang merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lainnya, dan nomor empat di dunia setelah Meksiko, Turki dan A.S.</p>
<div id="attachment_102492" style="width: 510px;"><a href="http://www.flickr.com/photos/28503644@N03/3525513868/"><img title="ハウルの動く城" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/10/%E3%83%8F%E3%82%A6%E3%83%AB%E3%81%AE%E5%8B%95%E3%81%8F%E5%9F%8E.jpg" alt="By Flickr id: Ushio Shugo" width="500" height="333" /></a>Foto karya Ushio Shugo, dimuat di Flickr</div>
<p>Pada bulan September, Makoto Yuasa, Sekretaris Jendral <a href="http://www.k5.dion.ne.jp/%7Ehinky/index.html">Jaringan Anti Kemiskinan</a> (反貧困 Han Hinkon) [jp], telah mengungkapkan adanya  permasalahan ini dan menjelaskan situasi kemiskinan Jepang, <a href="http://www.k5.dion.ne.jp/%7Ehinky/090904article.yuasa.html">begini menurutnya</a>[en]:</p>
<blockquote><p>Sejak pertumbuhan ekonomi di era 1960an, Jepang telah menghidupi mitos yang mengatakan bahwa seluruh warga Jepang merupakan warga kelas menengah.Namun, ketenagakerjaan ala Jepang, yang merupakan jantung dari mitos ini, telah berubah dengan adanya pertumbuhan jumlah ketenagakerjaan yang tidak biasa dan faktor-faktor lainnya, dan oleh sebab itu jumlah warga Jepang yang hidup dalam kemiskinan melonjak.</p></blockquote>
<p>Dengan banyaknya perdebatan yang dilontarkan warga Jepang dalam blog mereka masing-masing, belakangan ini gap pendapatan di Jepang sama sekali bukan hal baru. Ketika Balon perekonomian meletus di awal dekade 90an, kelemahan sistempun tersibak dan sejak saat itu banyak ahli mengatakan bahwa negara belum sepenuhnya pulih dari resesi.<br />
<em>Ysaki</em> <a href="http://eiji.txt-nifty.com/diary/2009/10/post-730a.html">beranggapan</a> bahwa problema ini telah ada sejak lama namun telah dianggap sebagian besar warga Jepang sebagai masalah orang lain.</p>
<blockquote><p>この記事を最初に見た時に、私は部落問題に近いな、と感じたんです。それは、私たちの隣に確実にその問題があるのに、知らないふりをする。見ない振りをし、無関係を装ってきた。</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>Ketika aku membaca berita, aku merasa bahwa permasalahan ini menyerupai permasalahan yang dialami kelompok-kelompok lain yang didiskriminasikan di Jepang.<br />
Meskipun tentunya hal ini merupakan masalah, dan menjadi perhatian besar kita, kita seringkali berpura-pura tidak tahu dan dengan kepura-puraan ini meyakinkan kita bahwa problema ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan diri kita.</div>
</div>
<p><em>Miyabi-tale </em><a href="http://d.hatena.ne.jp/miyabi-tale/20091021/1256088117">merasa</a> bahwa masalah ini merupakan cerita lama dan pihak berwenang harus mencari tahu akar permasalahan politik ini dan mengapa hal ini terus terjadi.</p>
<blockquote><p>驚くべきは、この数字が今年ではなくて数年前のデータでさえすでに7人に1人いるという事実で、リーマンショック以降の世 界恐慌の不景気のあとでは今現在では少なく見ても5人に1人はそれくらいの値になっていると考えられることである。自民政権下では、公式発表的に「日本に 貧困はない」「一億総中流家庭」なんていうキャッチコピーもあったわけだが、現実はまったくそうでないということが改めて浮き彫りにされたわけである。</p></blockquote>
<div class="translation">
<div>Yang mengejutkan adalah data beberapa tahun lalu mengatakan bahwa satu dari tujuh orang hidup dalam kemiskinan. Beberapa memandang temuan terbaru sebagai temuan positif, karena meski dengan resesi besar yang dilami seluruh dunia sebagai konsekuensi jatuhnya Lehman Brothers collapse, hanya satu dari lima orang sajalah yang miskin.</div>
<div>Dibawah pemerintahan LPD, slogan-slogan seperti ‘Tidak ada kemiskinan di Jepang&#39; atau ‘Kelas Menengah mencapai seratus juta rumah tangga&#39; dulu sering digunakan, namun telah terlihat dengan jelas bahwa slogan-slogan itu jauh dari kebenaran.</div>
</div>
<div id="attachment_102493" style="width: 510px;"><a href="http://www.flickr.com/photos/caribb/3948606603/"><img title="homeless" src="http://globalvoicesonline.org/wp-content/uploads/2009/10/homeless.jpg" alt="By Flickr id: caribb" width="500" height="332" /></a>Foto caribb, dimuat di Flickr</div>
<p>Ada juga yang lebih memilih melihat sisi lain.<br />
<em>Ukkii</em> <a href="http://ameblo.jp/shiokawa-office/entry-10369752658.html">berharap</a> bahwa periode hitam dalam sejarah sosial dan perekonomian Jepang akan mendatangkan kegigihan, salah satu sikap yang membuat orang dikenal dan diakui.</p>
<blockquote><p>し・か・し<br />
国の景気が良くなるまでこのままでいいのだろうか<br />
貧しかった戦後の日本国民は、みな必死で頑張ってここまでよくなってきています<br />
あの時代の<strong>ハングリー</strong>精神があればきっと国を変えれなくとも企業の生き残りは可能だと思います<br />
私は一社員でありますが社長のような視点で物事を考えていくことを目標としています<br />
視野を広げればいろんなことに発見や改善が見えてくるからです<br />
ハングリー精神なんて言葉、現代では死語なのかもしれませんが<br />
僕はこの言葉を提唱していきたいと思います</p></blockquote>
<div class="translation">N A M U N</p>
<p>Sah sajakah apabila hal-hal ini berlanjut seperti apa adanya hingga perekonomian negara pulih?<br />
Ketika warga Jepang miskin akibat peperangan, mereka berusaha sekuat tenaga tanpa ragu-ragu dan berhasil memperbaiki situasi hingga seperti yang sekarang ini kita ketahui.</p>
<p>Seandainya kita sekali lagi mempunyai KEULETAN seperti zaman itu, aku yakin bahwa meskipun kita tidak bisa mengubah negara dengan segera, namun dengan menjaga agar perusahaan kita kuat dan kompetitf merupakan hal yang mungkin dilaksanakan.</p>
<p>Aku merupakan seorang karyawan, namun aku berusahan untuk melihat dari sudut pandang CEO, karena jika kita memanfang ke jauh ke depan, maka kita akan menemukan banyak hal baru dan perbaikan yang harus dilakukan, yang dapat diterapkan di berbagai bidang.<br />
Kata ‘ulet&#39; mungkin sering terlupakan akhir-akhir ini namun aku ingin mengingatkan kembali tentangnya.</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.globalvoicesonline.org/2009/10/2460/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
